Kamis, 08 Desember 2016

S E S A L

banyak hal yang aku sesali
mengapa aku tidak belajar ikhlas ketika memang aku datang disaat terburukmu
mengapa aku selalu meminta bayaran untuk semua yang sudah ku lakukan
aku menyesal
aku masih menyimpan harap untuk kau tetap bersama disaat terburukku
aku menyesal
tak tahu tentang ikhlas
aku menyesal
meminta bayaran pada setiap hal yang ku  lakukan untuk kita

hanya ini yang bisa aku beri
bukan wanita dengan kemewahan
bukan dengan ratusan juta rupiah

hanya ini yang bisa aku beri
perhatian untukmu
sarapan untukmu
peduli untukmu
tentunya sayang yang besar untukmu

aku menyesal
salah satunya
tidak bisa jadi bahagia untukmu


bagi tahu

Beritahu aku jika kau sudah tidak lagi ingin bersama
Beritahu aku jika yakin tidak lagi ada
Beritahu aku jika kau mampu tak lagi denganku
Beritahu aku jika kau mau melakukan itu

Karena setelah itu.. aku akan mengangkat kaki yang terakhir
Daripada aku harus menjadi beban yang tak kau sukai

Akankah ku ulang esok pagi?

aku merias wajah hari ini. bukan untuk mempercantik ketika dilihat. tapi untuk menutupi sekian rasa gundah gulana. memberi rona merah pada pipi. memberi tebal warna merah muda pada bibir. aku bercermin..akankah ku ulang esok pagi? 

D E S E M B E R

Mungkin akan setiap Desember 
Mungkin akan setiap pergantian Tahun
Trauma itu akan kembali datang

Rasanya aku ingin membenci Desember
Rasanya aku benci pergantian Tahun

Aku berusaha mengembalikan diriku seperti sebelum waktu itu
Aku bisa
Ya, aku kembali seperti biasa
Dengan sejuta alasan kebahagiaan yang aku punya

Lalu.. Desember ini
Direnggutnya lagi..

Aku berusaha membuang semua amarah, semua benci
Lantas airmata jatuh deras di pipi

Membuang aku mungkin hal yang saat ini kau butuhkan
Mungkin aku bukan kesenangan yang bisa mengisi kekosongan
Tapi aku ingat akan setiap kata yang sempat ku bagi dengan ibumu
Perihal menjagamu, perihal memerhatikan hidupmu

Namun
Sepertinya kau sudah tak membutuhkan nya lagi untuk kedua kali
Sepertinya Desember adalah duka tahunanku
Sepertinya aku harus banyak belajar tentang bagaimana ikhlas dalam hati

Aku relakan
Apa yang bisa membuat kau bahagia
Aku relakan
Asal tak ku lihat kau sakit dan jatuh di hadapan..

Desember..
Aku berduka..
Lagi..


Rabu, 09 November 2016

B E N C I

Sakit hati adalah alasan terkuat benci
Sementara benci,
Menahan ego tidak pergi
Diam di sudut sendiri
Berpura tidak peduli


Kamis, 08 September 2016

B I L U R

aku sedang menyiangi
yang tumbuh terlalu lama

bilur..
aku obati.. 

sempat luka..
lalu terobati

gaib..... 

Rabu, 20 Juli 2016

M A A F

Kadang
Ada kata yang terselip menyakitkan

Kata yang mungkin tidak sengaja
Tapi cukup membuat bernafas jadi tak lega

Ketika mata sulit terpejam
Ingin ku ulang
Harusnya tak bertatap pandang

Mungkin jemari masih tetap bisu
Akal berkelut lesu
Atas amarah yang berpacu

Maaf untuk rindu yang masih menggebu
Dibalik kecewa yang kelu

Meski tak ada harapan Satu
Paling tidak bisakah kita bertemu di hari Sabtu?

Selasa, 19 Juli 2016

R I N D U

Tarikan nafasku bergetar
Ada degup jantung yang bekerja lebih dari sebelum aku membaca pesan nya

Mulutku rapat
Tak lagi membaca dengan ucap

Aku rindu..
Pada peluk yang erat

Aku rindu..
Pada kecup yang pekat

Aku rindu.. 
Pada tatap tanpa pejam


Tuhan..
Jangan lagi jatuhkan aku berkali-kali lagi
Sudah disini saja
Biar ku luruskan
Dia. Sudah, dia. Jangan kau tukar dengan kecewa. 
Kesekian kali. 

Senin, 18 Juli 2016

K A T A

Kantung-kantung mata tak pernah berbohong
Tentang menyimpan lelah
Setelah beberapa hari tidak lelap

-------------------------------------------------------------------------------------

Masih ku simpan dalam galeri, sedemikian rupa raut muka kita saat mengambil sebuah gambar penuh arti. Masih ku simpan rapi dalam memori, bagaimana kau datang lantas pergi.

-------------------------------------------------------------------------------------

Setelah kata-kata maka langkah
Aku menggantung beberapa saat pada jaring laba-laba
Lama-lama..
Aku jatuh
Beban tak bertenaga.. 

-------------------------------------------------------------------------------------

Aku konsonan
Butuh vokal
Kepada bicara
Agar menerka

-------------------------------------------------------------------------------------

Tak ada jarum dalam jerami
Yang ada jarum menyerupa jemari

Alih-alih..

-------------------------------------------------------------------------------------

Tidak seperti hari
Ini lebih dari dua puluh empat jam 

Tidak seperti kemarin
Ini lebih dari ucapan kata yang tajam

-------------------------------------------------------------------------------------

Asa
Rasa
Peka
Raga 
Penat

Maka

Pasrah.

Jumat, 15 Juli 2016

D I A M

Aku paham..
Mungkin diam adalah sebuah jawaban
Jawaban dari kepergian
Diam membuat kepergian tidak datang secara terkejut
Diam berhari-hari sama dengan memberi pelajaran tentang melupakan tanpa pengakuan
Diam berhari-hari sama dengan melepaskan tanpa hitungan

Ya, diam adalah jawaban
Percobaan dari pelarian, kepergian juga ketidak-inginan. 

Kamis, 14 Juli 2016

PERGI KE PANTAI

hari ini juga aku mau membawa sesak mengadu pada indahnya pantai. sejauh apapun itu. aku sudah ingin berteriak biar resahku hilang terbawa dinginnya angin. 

Rabu, 13 Juli 2016

D I N G I N

Cikarang selalu menjadi dingin. Ketika aku berada dalam lemahku. Sweater terhangat yang ku miliki, menjadi sangat kumal karena ia penemanku pagi sampai malam, malam ke pagi lagi. Di dalam kamar sekalipun..

Dingin sekali. Bibirku sampai kering. Begitu juga kulit siku dan jemari yang mengeriput.. 

BIMBANG - Melly Goeslaw

Sudah tiga jam sedari belum jam makan siang tadi, satu lagu pengisi film Ada Apa Dengan Cinta ku putar berkali-kali. Sendu nada yang makin menyiksa. Tapi aku menikmatinya. Syair yang mengena langsung ke pikiranku. Sampai aku hafal bahkan setiap melodinya. Bimbang. Aku suka lagu ini saat ini. Suka sekali.. 
Biar ku putar beberapa kali lagi.. 

Ah, kau lagi malaikat.


Malaikat-malaikat Tuhan terlalu asyik mengajak aku bermain di sisi jurang. Indah memang. Tapi sudah sekian kali aku jatuh kebawah sana, tertancap duri pula. Yang perihnya belum benar-benar sirna. Kali ini lagi-lagi aku mau untuk di tuntun ke sana, tempat dimana indah, bahaya dan luka menjadi perjudian langkahku. Sudah beberapa hari ini, aku hanya bisa bergerak dengan sebelah kakiku, karena sebelahnya lagi sedang terjepit diantara dahan pohon yang akarnya mengarah ke jurang itu 'lagi'. Aku trauma, ingin menjerit.. namun apa itu mampu menyurut takutku? Yang ada aku semakin dahaga, sudah tiga hari rasanya seperti tidak bertemu aroma air segar, ditambah harus menjerit.. lebih baik ku urungkan niat itu segera. 

Aku tak mampu berharap pada apa-apa. Saat ini diam menjadi pilihan, selain jari-jari tangan yang terus mengorek-ngorek tanah entah untuk apa tujuannya. Hingga kuku-kuku menjadi hitam. Debu-debu mulai masuk ke rongga pernafasan. Aku seperti menanti sakit. Tinggal sedikit lagi, bahkan. 

Tapi malaikat-malaikat terus saja memandangiku. Berharap aku mengambil satu langkah. Yang mereka pula tak pernah menjanjikan aku tak terjatuh lagi. Ah, kau lagi malaikat. Kadang aku benci permainan hidup seperti ini.  

Ya, itu aku.

Ini namanya berharap pada luka..


Berapa banyak hal menyenangkan yang kau dapat dari luka?
Hanya kesempatan beristirahat sebentar, lantas kau terbangun karena linu pada setiap sendimu akibatnya
Tidurmu tak bisa senyenyak hari sebelumnya ketika luka itu belum ada
Belum lagi harus membalutnya setiap kali kau pergi atau keluar dari kamar tidurmu
Menyembunyikan pada semesta
Berharap tak ada yang benar-benar tahu seberapa sakit kau rasa


Ya, itu aku.


Selasa, 12 Juli 2016

Pada Akhirnya..

Sebuah kapal dengan sepuluh pendayung mulai bergerak ke tengah lautan.  Nahkoda dengan gagah mengepalai pasukan berlayar.  Hingga sampai di tengah laut,  semua pendayung diam.  Nahkoda membelokkan kemudi. Kapal tidak cepat bergerak.  Namun lama-kelamaan,  akan tiba kapal memutar arah dibawa angin kencang menghembus layar. 

MENJAUH DARI DUNIA SAMPAI WAKTU YANG KU MAU


aku mengulangi kesalahan seperti biasa. mencintai lebih dari seharusnya. sehingga terlalu banyak harap yang ku tanamkan. berharap cita-cita dengan cepat tercapai. 
nafsu yang tidak cermat. tidak diperhitungkan sama sekali. bukan hanya membawa keganjilan tapi justru pengurangan hasil di kemudian hari. 
aku si Sang Pemaksa. memaksa kemauanku pada waktu dan kondisi yang tidak pernah tepat. sungguh pemikiran anak dungu. belum masuk bab perkalian, tapi aku terlalu banyak menerka hasil yang ku anggap tepat. padahal sama sekali tidak mendekat pada rumusan.

perempuan dungu ini lagi-lagi berkutat dengan ajaran yang sama sekali tak berdasar teori. memakan mentah-mentah nafsu dalam diri. merugi hingga hampir seratus persen. cara melangkah yang fatal. fatal hitungannya!
aku berhitung tidak mulai dari 1 lantas 2 lalu 3 hingga 10. aku melompati beberapa angka yang seharusnya ku sebut perlahan. supaya angka 100 jatuh hitungannya tepat pula pada waktunya. 

sekarang, setelah sudah ku dapati terlalu banyak salah dibanding benarnya hitunganku, aku memiliih (lagi) berdiam. entah sambil berhitung atau kali ini aku hanya membaca atau bahkan tidak keduanya. aku ingin kembali mundur dari yang ku sebut dunia. cinta, kesenangan, permainan, sosial dan semua yang bersangkutan dengan itu. lagi-lagi rumah menjadi tempat aku bersembunyi sembari aku memperkuat diri dalam diam. makan seperlunya. berlatih fisik sebanyak-banyaknya. mencari kesibukan tanpa dunia terdekatku tahu. aku sudah pernah seperti ini sebelumnya. harusnya kali ini akan lebih mudah.  

belum sehari saja, sudah banyak mulut berbicara tentang paras wajahku hari ini yang tak seperti biasa. sudah hampir semua orang yang kutemui hari ini melayangkan banyak tanya. dan sudah tentu aku menjawabnya dengan senyuman. aku akan biarkan pertanyaan di kepala siapapun tentangku surut dengan sendirinya sampai nanti aku akan keluar dan kembali lagi dalam kehangatan bersama duniaku. 

aku cukup dengan tidak lagi menggunakan telepon genggam, sosial media, termasuk keluar untuk sekadar ketawa-ketiwi dengan sebaya. biar aku seperti masa-masa SD dulu. bermain tanpa jaringan komunikasi yang memadai. atau mungkin karena ini sampai saat ini cara berfikirku belum tampak seperti perempuan dewasa pada seharusnya? entahlah. biar waktu membawaku diam dan kembali menjadi seseorang yang mungkin  'berbeda'. 




Senin, 11 Juli 2016

MENDUSTAI DUSTA


Mendustai dusta. Mempersilakan khianat. Memjamu kecewa. Membiarkan pahit terukir di gerbang, jalan keluar. 


K E L U


Bungkuk aku berdiri. Berkeringat. Sendi-sendi yang kaku. Tulang bergeser mengapur. Guratan keriput bersolek di belakang kuku. Dingin. Sendiri aku kelu.

Selasa, 14 Juni 2016

BOSAN AKU MELELAHI DIRI

tak lagi bisa indah. tak lagi bisa aku mau. sekian menit yang mampu memudarkan beberapa cahaya di kepingan hati.
sudah tak lagi mau meminta. tak lagi mau berjalan. aku jengah. pada semua. tanya, harap, asa. 
sudahi saja. aku bosan melelahi diri.  

Senin, 13 Juni 2016

BUKAN LAGI AKU


Sudahaku tak lagi ingin
Sudahaku tak lagi rindu

Bukan lagi aku
Pengobat lelah

Bukan lagi aku
Arah pulang

Akan kubiarkan
Kemana kau mau
Menoleh atau tidak
Menggenggam atau tidak lagi

Bukan lagi aku..
Yang sepertinya kau mau..

Senin, 06 Juni 2016

P U A S A


bukan alasan
tapi pemanfaatan
aku kepada percaya
tanpa amarah

puasa..
pemanfaatan
ibadah
lantas berdoa
untuk segala rencana
semoga Tuhan kabulkan

puasa..
pemanfaatan emosi
menjadi saksi
mengadu doa pada Tuhan




Senin, 30 Mei 2016

T A N P A K A T A M U N G K I N

tanpa kata mungkin,
aku belum cukup menyita waktumu
untuk tidak menoleh ke jalan lain
yang pernah kau lewati. 

Jumat, 13 Mei 2016

MASIH ADA

masih ada sedih dibalik bahagiaku
masih ada duka dibalik pengorbananku
lagi-lagi aku gagal ingin diperjuangkan..

masih ada doa darinya datang untukku
sayang aku tak bisa memeluk angannya lagi
masih ada harap darinya untuk kebaikanku
sayang aku sudah merusaknya tanpa ia tahu..

terimakasih untuk setiap kata mengingatkan aku
terimakasih untuk setiap doa dipanjatkan untukku..

aku belum bisa membalas itu semua
biar nanti doaku datang untukmu lewat jalan yang lain..


Selasa, 03 Mei 2016

Jumat, 29 April 2016

S I A P A A K U

selalu. mungkin malu. atau belum siap tahu. tentang yang baru. seberani itu. padahal siapa aku. 
sekedar menunjuk. mungkin tak sengaja tepat padamu. maaf. tepat pada orang-orang disekelilingmu.

Kamis, 28 April 2016

B A H A G I A


bahagia. aku percaya. setiap ketulusan akan membekas pada hati siapapun yang terkena. meski tidak dikala itu. mungkin nanti atau saat kapanpun itu. 
bahagia. aku percaya. rasa sayang tidak pernah menjerumuskan. hanya kadang kita terlalu mengaduh. hingga lupa tak sempat bersyukur. 

padamu. bekal bahagia. aku menikmati semua. hari-hari meski kau tak disini. hari-hari meski hanya dengan kata-kata dilayar telepon genggam. 
padamu. bekal bahagia. aku tahu kau tak sebaik sebelumnya. tapi aku percaya. kau tak semudah itu mempermainkan. 
padamu. bekal bahagia. jika memang belum berniat. lakukanlah kesalahan sesukamu, sayang. kelak untuk kau mengerti. aku masih disini. 

sayang. berbincang dengan ibumu, adikmu, berbagi cerita tentangmu, mas yang menjadi kesayangan yang selalu ada difikiran mereka. aku sudah bahagia. meski bukan satu-satunya yang pernah merasakan ini. aku cukup bahagia. bisa mendengar keluhnya tentangmu. bangganya tentangmu. dan segala tentangmu dari sudut yang mereka tahu.  

banyak doa yang datang dari ucap mereka. berharap satu padamu. dan aku pun berharap yang sama padamu. semoga Tuhan sudah bosan melihatmu seperti ini. semoga Tuhan bosan melihatmu sendiri..

 

Rabu, 27 April 2016

A L A S A N


alasannya sebenarnya satu
gak pernah ada dua
satu-satunya alasan yang gak bisa di tawar sama apapun
kesakitan sekalipun.. 

mungkin aku terlalu mudah
tak perlu waktu yang lama
membuat aku jatuh cinta
menggila dalam pelukan

ya..
satu satunya alasan
dengan kesenangan gila mu aku masih bertahan.. 



A K A L


"jangan jadi keparat yang nampar keparat dengan cara keparat!"
- A. I -


sekelumit kata-kata yang rumit.. 
kata-kata dari seorang sahabat sekaligus penasihat cinta pribadi
yang tak pernah lelah mengingatkan serta memberi pundak dikala datang tangis

sahabat yang sedih ketika aku disakiti
dan ikut happy ketika aku happy,
katanya
dan dari sekian tahun bersamanya, aku percaya.

awalnya aku berfikir puluhan kali
tentang materi yang akan aku pilih untuk aku jalani
dari sudut malaikat hingga iblis
dari sisi kanan dan kiri

tadinya aku memutuskan bermain siapa yang bertahan
dengan harapan kau yang kalah dan tak mampu bertahan
tadinya aku berharap kau mundur dengan sendirinya
dan aku tinggal menunggu saat itu tiba

tapi entah mengapa caraku tidak disetujui penasihat cinta pribadiku itu..

ratusan percakapan kami semalam, aku dan sang penasihat cinta
ia tidak memberi saran untuk sudahi atau bertahan
ia membeberkan segala resiko, segala kesakitan yang akan ada
jika keputusan gila ini aku lakukan

dia tidak terima begitu saja ketika aku bertahan
lantas lagi lagi menangis dipundaknya
dia juga tidak terima begitu saja dengan hasil dari strategi akal jahat
yang akan aku terapkan padamu, sayang

banyak sekali perdebatan
hingga kata-kata menusuk rongga hati saling dilontarkan
ketika rasa sayang menjadi alasan
entah untuk sebuah kemenangan atau kekalahan telak

ia, sang penasihat cinta
yang aku percaya jauh lebih dewasa
ia membuka banyak sisi yang tak pernah ku lihat
tentang hal yang persis sama yang ada didepan mata
ia juga menyadarkan aku bukan cuma punya hati, ada akal
"gunakan akal setelah kau lelah dengan kata hati.."


rencanaku diawal adalah..
bertahan dengan semua kelakuanmu
entah itu menyakitkan atau memberi tangisan
biar aku bertahan
hingga mungkin satu tahun kedepan
dan berharap kau yang tak mampu bertahan 
dengan aku yang merelakan
kau dengan segala kesenangan
aku akan menyayangimu dengan cara yang berbeda
mungkin tidak bisa membuat kau bahagia
lantas kau pergi meninggalkan
untukku, jauh lebih ringan ketika kau yang meninggalkan
ketimbang aku yang harus terpaksa pergi dari rasa sayang

lantas, penasihat pribadiku berkata :
"apa pernah dia (kau) tidak bertahan? apa pernah ia (kau) pergi walaupun sekian hal buruk pernah dilakukan seseorang padanya? tidak. dia bertahan.."

dar! seperti aku menulis sekian rencana dengan lipstik diatas cermin
lantas cermin itu dihancurkan, remuk menjadi beling

ya, aku lupa
kau juga sang bertahan. sama denganku. 
seratus persen salah jika aku jalani rencana ku membuat kau menyerah
kau tidak akan melakukannya..




Selasa, 26 April 2016

MALAIKAT 'MUNGKIN' SEDANG MENGANGGUR


hari ini diserang satu per satu
lemas, dingin, gemetar, kelu
ditambah permasalahan dari tuntutan kecewaku
belum lagi sisa masalalu yang entah pura-pura tidak tahu
atau sengaja menghubungi untuk mencari tahu
semua datang pada satu waktu 
memaksa kerja tubuh yang sedang layu
ah, Tuhan.
kenapa kau datangkan semua sekaligus?
tidak kah kau cicil satu demi satu? 
apa malaikatmu sedang terlalu menganggur?



S A K I T

pas!
ketika akumulasi lelah bertemu resah
akumulasi lelah bertemu kecewa


daya tahan tubuh ikut merajuk
meminta pengistirahatan dari laju
yang sudah sekian waktu
kubiarkan lelah bertumpuk
tenaga yang keluar menggebu
sekarang tumbang satu per satu 

enggan makan
enggan terpejam

serasa kepala bergoyang
melihat pun berbayang

tangan terus memegangi dahi
yang sehari ini meringis

PAHIT..


Senin, 25 April 2016

T E N A N G


serangkai duka berwajah asa. nampak dikaca jendela sebelah kanan. jika petir menyambar, kilatnya lebih dulu nampak disana. ruang dibalik pintu yang tertutup. bila menyelinap mata kedalamnya, nampak kursi sofa menghadap pintu lainnya. kau bisa duduk singgah atau abaikan. pintu lainnya yang tak bisa diketuk namun kau bisa memaksa mendobrak dindingnya. banyak lukisan indah bertopengkan luka. indah dengan warna tapi dijejali seikat murka. berjalanlah tenang terus menuju pintu belakang. menghadap halaman luas. dengan hamparan udara yang leluasa bernafas. jejali sesekali hidung dengan aroma bekas hujan dan daun yang kering. suapi sesekali dengan ucap yang manis. tentang bagaimana reaksi kaca menampakkan kilat cahaya. tentang bagaimana ruang hampa dengan rahasia. tentang bagaimana indah dibelakangnya. 


REVISI PEPATAH


airmata bukan lagi pilihanku ketika luka
biasanya kecewa datang menampar, memancing airmata
baru membuat hati terluka
sekarang,
aku sudah menghapus sumber airmata
sehingga lantas kecewa langsung datang pada titik terluka.


pepatah, "bersakit-sakit dahulu, lalu bersenang kemudian", rasanya ingin aku revisi
"bersakit-sakit dahulu, lalu sakit lagi, sampai kau nyaris mati, baru kau bersenang kemudian, bersama kepincangan atau kelumpuhan sebagian"



K A D A N G - S A L A H


kadang salah ada
karena kau tidak memberi pilihan yang benar

kadang salah ada
karena kau pembuatnya

kadang salah ada
ketika kau hilang

kadang salah ada
untuk sebuah kesempatan

se..buah
satu
bukan dua. 

SEPULUH - (lantas) TUJUH - ENAM ?


mulai berhitung dari sepuluh ke angka nol
dan mungkin aku melewatkan beberapa angka
terlalu asik dengan hasil sempurna diawalnya.
sebelum menginjak angka nol
mulai kemarin aku berhitung tanpa terlewat.
menikmati sepersekian detik dari menyebut satu angka ke angka dibawahnya
tujuh ke enam
enam ke lima
terus selanjutnya.. 
satu per satu angka entah dalam durasi berapa
jam tangan masih menyembunyikannya.. 

TANGGAL DUA PULUH LIMA TAK MELULU TENTANG GAJIAN


hari ini tanggal dua puluh lima
mungkin banyak orang sedang berbahagia
karena bertambah saldo di rekeningnya..

tapi aku masih melamuni kecewa
yang datang cepat tanpa aba-aba
penuh tanda tanya
karena waktu yang belum terhitung lama..

mungkin Tuhan masih asik memberiku kecemburuan
tentang perempuan lain diluar sana
yang dicintai tanpa diduakan..

biarlah..
toh dengan ini aku jadi bisa
menuruni lagi berat badan
yang banyak wanita idamkan
dan aku melakukannya dengan gampang..

cukup dengan kecewa..




Jumat, 22 April 2016

t e n t a n g ' M A S '


duh, pagi-pagi dimarahi pacar
perkara sifat
sudah diingatkan tapi masih ngeyel

hehehe..

tapi kadang itu yang bikin bahagia
hal sepele sekadar mengingatkan
hal sepele sekadar "mas kan sudah bilang.."
duh, kamu manis sekali, mas.

tapi ada yang ku rindu
tentangmu tiga tahun yang lalu
kali pertama dekat
kali pertama kau datang jauh dari kotamu kesini

dulu aku hilang satu jam
kamu cari~

dulu aku hilang dua jam
kamu telfoni~

hahahahaa..

iya dulu, sebelum aku melukai~


S U D A H


sudah. aku sudah menerka. mengapa luka :)

Kamis, 21 April 2016

P E R K A R A, " M U N G K I N "


baru saja selesai membaca sebuah tulisan yang agak panjang. mengenai perasaan di khianati Sang Penulis kepada Sang Inspirasinya. agak seram membaca inti dari panjang kata-katanya. mengenai pengkhiatan. apalagi aku kenal dengan Sang Inspirasi nya. 
aku memang belum tahu betul duduk perkara apa yang membuat Sang Penulis terlihat begitu marah. membawa jemarinya pula dalam amarah. mengetik huruf demi huruf seakan memerah nyata ketika ku baca. sayangnya, aku tak bisa berbagi bicara dengan Sang Penulis itu. sejujurnya aku semakin ingin tahu. tentang sebuah kesimpulan kebenaran dari kedua diri yang beradu alasan. 
sayangnya juga, perasaan keduanya sama sedang dalam amarah. yang mungkin bila tersentuh akan semakin membara. 
saat inipun aku tidak membenarkan langkahku. aku menyalahkan. bukan kau, ia atau aku. aku menyalahkan tiada kata yang benar bisa dipercaya. tidak ada pembicaraan yang menuju kesepakatan kedamaian. damai dengan masalalu maupun dengan masadepan. 
Sang Penulis, yang mungkin sifatnya sama sepertiku. hanya bisa mencintai tanpa bisa memutuskan apapun langkah kedepan. Sang Inspirasi yang mungkin juga sama dimata kami berdua. mencintainya. 
aku bukanlah pembawa rasa lupa. untuknya dengan masalalunya. aku bukanlah jalan lain arah ia berbelok menantang pulang. bukan aku. 
kami hanya saling ingin membahagiakan. ketika kalian masih bersama. dalam pengakuan seorang yang mungkin rindu ingin didekap. dalam pernyataan seseorang yang mungkin rindu disayang. ditemui. diseka setiap jatuh keringatnya. diusap kepalanya. dipeluknya ketika risau. 
maaf, Sang Penulis. sepertinya, ketika kau nampak pergi. entah pergi menjauh atau pergi dengan dekapan telapak tangan yang lain. Inspirasi mu, ya ia. ia sudah melihatnya. mungkin kau tak tahu atau mungkin kau yang tak pernah mau tahu. 
ia sungguh mencintaimu, sebelumnya. ia merindukanmu, setiap malam. aku tahu, itu selalu. sayang, tak pernah ada diri yang bisa ia jumpai ketika ia rindu. tak pernah ada belai hangat tangan ketika ia dingin dalam siang. 
ia pernah berharap kau selalu ada. ia pernah berharap kau membawa ia ke jalanmu pulang. kedepan pintu jalan menuju masadepan. ia berharap kau menuntun membawa ia bersalam pada Sang Penanggungjawabmu. dan lagi-lagi kau mungkin gagal memahami itu. mungkin kesalahan terakhirmu, kau tak merenggut tangannya erat ketika ia berpamit pergi. mungkin.. 

D A R I P A D A


upaya
bukan tidak boleh salah
paling tidak jangan sampai luka
ketimbang diam
tidak salah
tapi juga terluka
kelam dibawa masa
lebih baik melangkah
meski belum merangkai asa
hanya merajut nyata


Rabu, 20 April 2016

PADA SIAPA? IA ATAU PADAMU?


awalnya tak mau tahu. lantas ku lihat begitu. aku tak tahu. kemana harus mengadu. kemana mencari tahu. pada ia atau padamu. sementara aku pun bisu. lumpuh. hanya beradu ragu. 

masih dalam D E J A V U


pemakai jam di tangan kanan
penyuka musik yang sama
pengguna kata yang sama
ah, macam mana?

Selasa, 19 April 2016

D E J A V U


seperti kadang ada dicelah yang tak terduga

seperti sama disisi yang berbeda

seperti pernah diantara tidak ada

seperti akan diantara lalu

ia dan kamu

Senin, 18 April 2016

K E B I A S A A N


belum bermimpi, sudah berharap
belum belajar, sudah bercita-cita

sekalinya berjalan, terjatuh
mencoba berlari, terjungkal

jika diam, terpendam

M E N T O K


mau ngetok, gak ada pintunya..yaudah bablas aja suka-sukanya~

mau dipagerin, belom resmi lahan sendiri.. sulit~


biar aku..


ketika gelap, bila sinar rembulan tak mampu menerangi.. biar lampu membantunya. 
ketika pagi, bila mentari tak mampu menghangatkan.. biar aku membantunya.

Biar Masih Menjadi Rahasia Tuhan


jodoh adalah cerminan diri..

kata-kata yang seringkali kudengar. 
ya, begitupun denganku. selama aku masih menjadi perempuan yang seperti ini aku  tidak akan menuntut banyak padanya. aku belum mau menjadi baik, yang berarti aku pun tidak berhak menuntut ia lebih baik. 

banyak hal yang bisa difikirkan tentang kehidupan esok dan masadepan. banyak hal. 
aku sudah tidak lagi mampu berharap. biar semua berjalan entah seperti apa yang aku dan Tuhan mau. biar jadi rahasia, biar tak perlu terlalu direncanakan. 

aku percaya laki-laki itu mampu membuat hidup kami lebih baik, nanti. aku percaya Tuhan memberi jalan bukan untuk tidak ada kisah dan pelajaran. aku percaya, setiap keikhlasan tak pernah ada kerugian. aku percaya, mungkin ia dan aku akan menjadi lebih baik seperti yang aku angankan. 

mungkin nanti, belum sekarang. aku paham betul. sekarang aku pun masih terlalu gila pada senang-senang, pada kebahagiaan. mungkin sama dengannya. kami sedang tidak mau terlalu pusing memikirkan hal-hal yang berat dan masih menjadi 'angan'. kami sedang asyik berbahagia. biarlah Tuhan menuliskan banyak rencana-Nya dan tetap menjadi rahasia. 

yang jelas. aku sudah lelah berlari mengejar. sudah terlalu banyak luka jika aku harus terjatuh lagi, terpuruk lagi. aku sudah ingin berjalan dan ditemani. berjalan hingga jauh pergi dari masa-masa sulit lalu. aku ingin didekap, dibahagiakan. hanya itu.. 


Kamis, 14 April 2016

H U J A N


hujan.........
dan seandainya pun ada pelangi
tak cukup menghapus segala tentang derasnya..

Rabu, 13 April 2016

C E M B U R U

aku ketagihan pada 'cemburu'. ya cemburu..
kenapa aku sebut 'ketagihan'? karena rasanya mampu mempertahankan aku untuk tetap hidup tapi juga mematikanku. untukku cemburu bukan hanya bumbu untuk masalah percintaan. bagiku cemburu persis karakternya seperti narkoba. cemburu mampu mempertahankan cinta, tapi juga mampu sekejap mematikannya. 

Selasa, 12 April 2016

Bertemu Wiranagara



Satu malam di Yogya, aku pernah bertemu mas Wiranagara

Lantas ada yang bertanya tentang bagaimana menyikapi sakit hati

Mas Wira berkata, "aku gak tahu cara mengobati sakit hati, tapi aku tahu cara menikmatinya.."



Aku  beri nilai seratus untuk mas Wira

Ya, aku setuju..

Aku pun lebih memilih menikmati sampai aku jenuh dan sakit hati itu pergi sendiri.. 




dear.. kamu..

hai.. pemilik mata panda sepertiku. hai.. pemilik rambut lebat yang selalu di conditioner setiap kali habis keramas. hai.. pemilik wangi yang luarbiasa. hai.. pengusap kepalaku. hai.. pemberi pagi yang indah.. 

kamu.. 

sesepele itu aku bisa bahagia. sesepele setiap foto yang kamu kirim kalau habis mandi dan bangun tidur.. 
sesepele love you-love you lebih dari tiga kali sehari.. hahahahaha.. bikin ngerasa pacaran itu nga ada beban-bebannya.. (nga itu nggak, katanya). 

terimakasih untuk setiap pagi yang memberi semangat
terimakasih untuk setiap malam dengan ucapan
dan terimakasih untuk menyayangi setiap hari.. 

dear, kamu. i love ya.. 

Rabu, 06 April 2016

milikku atau. . . . .


aku tak berada di masa lalu
aku berada di masa yang akupun tak tahu
masa milikku atau milikmu dengannya.. 

Selasa, 05 April 2016

untuk : S. A

untukmu, sang masa lalu.. 
sudah. jangan lagi berkata.
dulu pun aku lebih buruk dari itu.
sepatah katapun tak pernah kudengar darimu. 

tidak perlu kau menyorak-nyorakkan tentang kesakitanmu
aku sudah pernah merasakan lebih dalam dari itu

saranku, bangkitlah, berdirilah
tanpa perlu aku tahu
tanpa perlu kau terlalu menjatuhkan dirimu kedalam kesakitan ini

aku sudah melewatinya dengan selamat
ini bukan masalah pembalasan
tapi aku hanya ingin membantumu
untuk tidak terus menggangguku
kembalilah pada dirimu sebelumnya
yang tidak perlu mengenal aku.. 

ingin ku buat dengan judul "entah", tapi terlalu sering aku dengan kata itu..


semakin lama semakin tidak mengerti dengan tulisan ini
entah untuk apa aku menulis
sekadar memberikan sejuk ke celah hatiku 
atau sekadar orang lain tahu tentangku..

tidak terlalu penting putaran-putaran huruf yang kubuat
tidak penting juga setiap bait ke bait yang ada
karena semua tidak selalu sama makna
untuk setiap pembacanya..

aku..
hanya sang penikmat kata
hanya sang penyuka setiap sajak

aku.. 
hanya bermodal rasa
tidak pasti rimanya

menulis itu membuat bahagia
ketika aku membacanya
entah baik atau tidak.. 

walau tak setiap kata cantik ku buat
walau tak setiap maknanya indah..








Jatuh Cinta


Aku hanya bisa merangkai kata, bukan lagi asa
Aku tidak lagi mampu berharap, bahkan dengan apa yang saat ini ku pijak

Aku tidak lagi peka pada percaya
Sekian kali kutemui dusta

Hingar bingar jatuh cinta
Se-sepele itu menyambut luka..

Jatuh cinta
Seikhlas terluka..





Senin, 04 April 2016

Surat Balasan..

Bukan salah ia bila ia tak lagi kembali ke padamu
Bukan salah ia ketika ia tak lagi mengetuk pintu rumahmu setiap pagi
Lantaran kau sendiri yang tidak menghuni rumahmu
Lantaran kau juga yang hanya datang untuk berkunjung
Bukan untuk tinggal

Aku juga bukan memaksa ia untuk tidak kembali pulang
Aku memang memiliki rumah yang sama sepertimu, tapi ia juga tidak pulang kerumahku

Seandainya kau mau untuk berfikir.. Selama ini ia tidak pernah pulang kemanapun. Ia masih berada dijalanan sana, tidak dekat rumahmu juga aku. Bahkan kau tahu? Ia masih tak tahu kemana ia harus pulang. Dirumahmu kadang kosong, tak berpenghuni. Sedang dirumahku, ia masih ragu. 

Jangan pernah salahkan ia ketika ia tidak lagi ada didepan pintu rumahmu ketika kau membukanya
Jangan salahkan ia ketika ia tidak lagi membuka jendela rumahmu ketika matahari bersinar

Benar ia bersamaku. Tapi ia juga belum menjadikanku tempat tinggalnya. Ia masih bersamamu. 
Maaf, mungkin bersama dirimu yang berbeda. Bersama angan-angannya tentang rumahmu yang berbeda. 

Aku tidak bermaksud mengambilnya untuk pulang bersamaku. Aku tidak berniat jahat memaksa ia memutar jalannya kearahku dan melupakan tempatnya bersamamu. Aku hanya bersedia ada, ketika ia membuka mata, ketika ia lelah dan mungkin ketika hujan.. 

Tanyakanlah pada dirimu, mengapa ia tak lagi kembali? 
Tanyakanlah pada dirimu mengapa ia tak lagi pulang?
Aku bukan jawaban untuk kalian
Aku bukan hal yang perlu kau risaukan
Bahkan belum tentu aku yang membahagiakannya 

Untukmu, sang pemilik Rumah itu. Jadikanlah rumahmu itu sebagai tempat tinggalmu. Jika kau saja tidak tinggal disana, bagaimana ia akan pulang? 

Selasa, 29 Maret 2016

M A S (II)



hai.. selamat siang untukmu. yang seringkali berkata sayang. yang sering kali bahagiakanku. 
tahukah kau? aku beradaptasi terlalu bahagia dengan yang kau lakukan. 
belum banyak perjuanganmu. tapi sekecil apapun itu usahamu, aku bahagia. 
kau mulai mengguratkan senyum itu lagi dipipiku. 

ya, kamu. kamu membuatku ingin jatuh cinta. tapi aku belum terlalu berani melakukannya. 
seringkali aku rindu dipelukmu. tapi ketika itu aku selalu berfikir, selalu menahan hati untuk belum jatuh cinta sekarang. 

aku sama seperti dia. sang korban jatuh cinta tanpa batasan. jika sudah mencintai, aku akan benar larut didalamnya. 

tapi banyak hal darimu yang seakan membuka pintu yang baru dalam fikiranku. ucapan-ucapanmu tentang bagaimana kau mencintai wanitamu. tentang bagaimana cintamu bergerak dari angka sepuluh menuju titik nol. ah, aku mengagumi cara berfikirmu. memang seringkali kadang fikirku bertolak. tapi setiap kali kau selalu membuatku bisa memutar otak dua kali untuk mengiyakan segala pola fikirmu. 

aku sayang.. dan aku menyayangkan keadaan yang tidak mendukung. kadang aku ingin sekali tertawa. ini kadang lucu. tapi lucu yang kadang membuatku tersedak..

terimakasih untuk sekian bahagia yang seringkali kau beri. terimakasih untuk pelukan yang erat. terimakasih untuk dekapan yang menenangkan. terimakasih untuk cemburu. dan terimakasih telah menyayangiku. 

aku tidak menjanjikan bertahan. karena aku juga tidak ingin memaksamu berjanji. 
yang jelas.. saat ini.. kamulah celah kebahagiaanku. aku sayang.. tapi aku membatasinya. aku berharap tidak melanggar batas yang kubuat olehku sendiri.. 

mas, terimakasih untuk bahagianya.. 
jangan dulu pergi..
aku masih ingin didekapmu..
berkali-kali lagi..




hati belia.....



hampir setiap hari aku ingin terus mengentri rangkaian-rangkaian huruf didalam tulisan-tulisanku ini. rasanya ingin sekali mengosongkan hati dari sekian beban diri. aku ingin hati kembali seperti sedia kala sebelum aku merasakan cinta yang menyakitkan itu. aku ingin kembali jatuh cinta seperti pertama kali dulu, berbunga-bunga, bahagia.. 
aku ingin hati yang baru. yang belum ada bekasan luka. hati yang baru. yang seperti anak-anak belia. yang bahagia. jatuh cinta tanpa beban.. 

sayang seribu sayaaang........

aku rindu.. ingin kamu.. 
peluk kamu.. hmm.. didekap kamu..

kamu yang kalo meluk erat banget..
suka. 

aroma minyak wanginya..
aroma belum mandinya.. 

ah, rindu adek, mas. 

tapi sayang.....................seribu sayang.................
kamu.....................................................................

Senin, 28 Maret 2016

. . .

aku tak pandai berharap pada bahagia
untuk kecewa, aku selalu berangan.. 

bukan karena aku tak ingin

tapi belum ada bahagia datang seorang diri membawaku.. 

m e s k i

aku sayang.. meski ku tahu itu panggilan untuk luka.. 

k e l u h

mengadu pilu. aku menopang dagu. rindu. ku ucap kelu. padamu. sang ragu.
aku menyelisik. mengusik. dalam diam aku berbisik. 
tapi. ku nikmati. setiap kali. meski miris. aku berhati-hati. pada hati. hingga terpatri.
tidak ingin pergi. aku masih disini. berbekal separuh hati. sisi lain yang mati.  

kau. keikhlasan menemani. meski tak ada satu yang pasti. kau. tempatku berbahagia. hingga satu waktu. nanti. mungkin kau hilang. bersama. atau tidak dengan. 

biar. kuperpanjang. kuperlebar. aku beri luas. biar aku berlari. atau mungkin berdansa. diatas tepian duka.
tak melulu tentang luka. biar untukku bahagia. meski sementara.


untuk : tidak ada...

sudah.. aku sudah benar masuk kedalamnya. mencari tahu keberadaannya, dimana dan seberapa dalam. sudah.. aku sudah melihatnya disebelah sana dengan harapan juga besar yang ia genggam.. 
aku telusuri semakin dalam tentang keberadaannya. tidak hanya dari satu sisi, bahkan juga dari dua sisi lain tanpa orang tahu. untuk apa? untukku tahu seberapa jauh bila ku tersesat nanti. 

aku mencari tahu, bahkan terus menerus. ya, kebiasaanku memang. menjadi 'jago' dibidang ketidakpentingan ini. 

entah sebenarnya ia siapa, aku tak pernah benar mengetahuinya. dari setiap kata yang ku baca, rasanya ia hampir sepertiku. perempuan yang habis kecewa. padahal harusnya ia tidak. 
kata per kata bahkan aku rasa persis sama dengan isi kekecewaanku. tentang cinta yang lama lantas sirna. 

aku tak tahu apakah itu hanya sekadar cerita atau angan-angan kesakitannya. tapi membacanya lantas membuatku merasa bersalah. aku menjadikan mungkin diriku atau ia yang nantinya juga akan kecewa. 

ah, sungguh. perasaanku semakin tidak menentu. tak tahu kemana arah aku mencari keyakinan dan kepastian. sementara tiada jalan terbuka untuk itu. aku hanya mampu bersembunyi, dari balik jalan besar yang ada. aku hanya mampu melintas, itupun sendiri dan ketika tiada orang berlalu-lalang. 

entah kemana dan apa. aku ingin bahagia.. tapi rasanya aku terlalu terbawa perasaan yang lain. yang biasa disebut 'sayang'. kata itu rasanya datang tidak di papasan yang tepat. bukan dijalan yang sama, tapi ia ada di persimpangan. yang belum ku tahui kemana arah tujuannya. 

sekian kali ku katakan, 'aku hanya ingin bahagia'. tapi bayang-bayang kehilangan juga terus ada.. lantas apa? lantas bagaimana? 

aku bertanya untuk tidak ada yang menjawab. meski bisa, bukan perkara mudah. entah belum, atau memang tidak. 








Sakit Hati..

Sakit hati.. membuatku tak bersahabat dengan lapar dan kantuk. Karena sakit hati, aku hanya sekedar mengenal apa itu lapar dan tidur. Menemuinya asal saja, sekedar jumpa. Aku tak lagi menjadikannya sahabat yang ku temui ketika aku lelah dan bosan. 

Sakit hati membuatku hidup berhari-hari hanya dengan membuka mata yang tak berangan. Sakit hati.. yang teramat. Merobek segala mimpi dan cita-cita. Aku sering menemui sakit hati, tapi saat itu tidak pernah sesakit kemarin. Sakit hati kemarin, membuatku hafal dan lulus melaluinya. Aku sudah hafal bagaimana ia akan datang, bagaimana ia membabi-butakan. Aku lulus serangkaian tangisan dan jeritan. 

Sakit hati kemarin.. mengajarkanku.. tentang kecewa yang datang bukan tanpa undangan. Sungguh aku sekarang paham. Aku lah yang mengundang kecewa itu. Aku lah yang memberikan ia kunci. Kapan saja ia bisa masuk tanpa mengetuk. 

Dan sekarang.. aku pula yang datang memberikan undangan pada kecewa. Lagi-lagi aku berani melakukannya. Aku tahu, sejak undangan itu ada tandanya aku harus segera bersiap untuk terluka. 
Walau aku tahu tak pernah ada obat untuk sakit hati, paling tidak aku tidak perlu panik dan menangis menghadapinya. Aku sudah hafal sebelumnya, seberapa getir rasanya. Dan sekalipun aku harus menelannya lagi, aku tidak ingin terbawa jatuh kedalamnya. 

Karena akulah Sang pembuat undangan kekecewaan itu. Dan akulah yang akan menemuinya.. kapan saja ia masuk tanpa mengetuk.. 

Rabu, 23 Maret 2016

dibahagiakanmu..

sungguh. sudah tidak ada lagi ruang untuk kujejali masa lalu. sungguh. sudah tidak ingin kubuka lagi luka.
dan sungguh.. kau sudah menghapusnya. menggantinya dengan cerita yang bahagia.
tidak jelas akhirnya. tapi aku tahu saat ini indah.

entah apa alasan aku percaya. tapi aku telah percaya. bahkan lebih dari rencana.
entah apa alasan aku untuk mau. masuk dalam celah kalian.

ingin tertawa. kadang.
ingin menangis. juga.
tapi lantas kau ada. menukarnya dengan bahagia.

aku belum mau berucap terimakasih.karena aku masih mau disini. dibahagiakanmu..

d i s i n i a k u b a h a g i a

aku tidak ingin mati sekarang. aku masih ingin berjuang. berjudi dengan kebahagiaan. 
mati yang  ku maksud, diam tidak dengan melakukan apa-apa. 

aku senang berdiam. tidak melawan. bukan karena lelah. karena sudah cukup bahagia. 
aku malas bertaruh dengan alam. biar saja anganku yang menembus batas lemah.

aku kaku. aku tidak biasa. tapi karena bahagia, aku ada. 

aku tidak lagi berani berlari melewati waktu. percuma. kelak sang waktu juga yang akan mengalahkanku. 
aku akan berjalan berdampingan bersamanya. melihat kiri-kanan. hingga sang mentari terbenam. 

sudah cukup kuhabiskan daya. kini aku ingin bahagia. 

aku tahu alam membantuku. menghijaukan segala pepohonan yang kulihat. membirukan kembali langit diatasku. menerangi arah bahagia. 

Selasa, 22 Maret 2016

-22 03 2016-

Sebagian banyak tulisanku hari ini, teruntukmu, mas. 
Tidak banyak maksud.. aku sekadar suka bercerita pada kata.

m u n g k i n , t a p i

habis sudah kata-kata. aku mungkin tahu yang terjadi, tapi aku menolak melihatnya. aku mungkin tahu esok, tapi aku masih ingin hari ini lebih panjang. aku mungkin tahu bagaimana cara berlari, tapi aku masih ingin duduk manis disini. aku masih ingin ada dalam dekapanmu bersama harummu seperti kemarin.

faigk!

sayangnya.. kali ini aku harus melawan bayang-bayang lagi. kemarin, dengan hal yang sama akupun pernah berjuang melawannya, aku menang tapi lantas semakin lama aku tumbang.

kini.. atas kemauanku sendiri, lagi-lagi aku bertanding untuk itu.

( l a g i )

mencintai bagaimana caramu membahagiakan.. 
mencintai bagaimana caramu berusaha memperjuangkan.. 
dan kini mencintai untuk takut kehilangan (lagi)


senang..
aku ingin menemanimu ketika lelahmu
aku ingin juga menyeka keringatmu seperti kau lakukan itu.. 


Belajar dari hujan......

Hujan ajari aku mengenal aroma kedatangan pelangi..
Hujan ajari aku betapa ajaibnya dunia mengubah gelap menjadi warna-warni..
Hujan ajari aku kesejukkan yang datang setelahnya..
Membawa rupa-rupa kedamaian..
Damai mencium aromanya
Damai menatap indahnya
Damai menyentuh sejuknya..

Hujan pernah deras membasahi 
Tapi kini telah ada yang berani memayungi
Menjaga diri dari dingin..

Kini..
Seberapapun hujan datang 

Aku tak pernah lagi risau
Tentang kemana aku harus berteduh
Karena berdiri pun kini aku mampu menghadapinya.. 




Mas..........

Mas, adek lelah. Adek capek, pusing denger banyak omongan dari dia. Adek terganggu, mas. Adek gak suka diinget-ingetin hal yang pernah adek sayang apalagi orangtua. Mas, bantu adek. Kasih adek pencerahan supaya adek gak baper, mas. Adek kesel, adek muak. Adek pengen nangis, mas. 
Kamu susah sih mas buat ditemuin. Bahumu ituloh mas, adek butuh. Mau didekap sama mas sampe adek tenang. Mau didekap sama mas sampe adek bobok, mas. 

Terlambat

Kau terlambat untuk tahu apa itu kehilangan
Kehilangan bukan untuk kau tahui ketika ia datang begitu saja
Tapi kau perlu pelajari jauh sebelum hari itu ada

Hidup bukan hanya bergantung pada Tuhan
Kau juga perlu memikirkan tentang harapan-harapan nyata yang tergantung di setiap sisi dunia..

Kau juga harus pelajari bagaimana rasanya kehilangan harapan-harapan yang hampir nyata
Dan aku sudah pelajari itu jauh sebelum hari ini kau merasakannya..

Berjuanglah, nikmati..

aku sedang..


Aku senang kali ini, bisa bercermin melihat diriku yang bahagia. 
Aku senang, datang seseorang yang membungkus manis kebahagiaan itu. 

Sederhana ia buat. 
Cukup untuk melihatku tersenyum dan tertawa.. 

Beberapa kali ku lihat ia sedang menetapkan matanya ke arahku ketika aku tertawa.. aku tahu ia memperhatikannya..

Cukup untukku.. aku hanya butuh bahagia.. 
Seorang teman pernah berkata," Bahagia itu gak bisa dibeli dengan uang. Jadi nikmatilah.."

Tahukah kau? Aku sedang..

Aku masih belum mau sebenarnya untuk berfikir dua-tiga langkah kedepan
Aku masih ingin menikmati bingkisan-bingkisan kecil kebahagiaan yang kau beri..
Sebelum 'mungkin' kau pergi..

Tahukah kau? Aku sedang..
Menikmati mencintaimu.. tanpa aku perlu takut kehilanganmu
Bukan karena kau selamanya akan ada denganku
Tapi karena setiap waktuku kau buat bahagia..

Tahukah kau? Aku juga sedang.. 
Bahagia denganmu.

Iya, toh?

Aku tahu cinta itu nantinya membesar.. tapi lantas lama-lama dipaksa hilang.
Aku rasa kali ini pun sepertinya sama.. 

Ah, sudah bahagia ya sudah. Jangan banyak bicara. Sudah tahu toh, nantinya kehilangan. 

Berfikir terlalu banyak tidak juga bisa merubah apa-apa. Jalani dan berbahagialah.. Cukup!


Senin, 21 Maret 2016

Singgah Dalam Indah

Sang kupu-kupu terbang.. Bebas.. Tidak pernah tentu arah
Lalu ada yang datang dengan bunga digenggaman. Memberinya kesempatan singgah. Merasakan harumnya yang indah. 

Bukan setaman bunga. Hanya empat tangkai yang indah. Kupu-kupu itu seakan bercerita bebas, terbang kesana kemari dengan bahagia yang belum pernah datang lagi semenjak taman hidupnya pergi. 

Kupu-kupu singgah disatu kuntum mawar dalam genggaman itu, merasakannya dengan lembut.. Semenit, dua menit.. Ia berpindah ke kuntum mawar lainnya. Melakukan hal yang sama.. 

Kupu-kupu ini berdiam dengan kepak yang lagi menawan. Warna-warna usang sudah ia cerahkan..

Entah sampai kapan mawar itu mampu untuk tak layu, kupu-kupu itu masih ingin singgah dalam indahnya..  

Kugantung Dihadapan

Aku agak paham rupanya dengan rasa yang beberapa waktu ini penuh mengisi cacat celah hati
Rasa yang pernah kurasa dulu, jauh sebelum hari ini
Tapi dulu.. rasa itu hanya sebatas ada. Ia tidak singgah ataupun menghuni..

Kini ku beranikan membuka pintu hati
Berharap Sang Pemberi Mawar itu datang menghampiri..

Dan benar saja..
Tidak perlu waktu yang lama
Waktu mengembalikan semua
Kenangan tentangnya waktu aku mengenalnya

Sang Pemberi Mawar itupun datang
Bukan sekadar melihat
Bahkan ia singgah kini dibatasan hati
Antara memasukinya atau aku meragukannya

Ia bukan datang dengan kesetiaan
Aku tahu itu benar
Ia bukan datang dengan kebohongan
Dan aku tahu itupun benar

Ia datang dengan sebenar-benarnya ia
Dengan hal yang tidak bisa kusebut 'baik'
Ia datang dengan kejujuran
Tentang siapa yang akan ia dustai

Sang Pemberi Mawar itu.. ya, dia.
Dia terus membawa hati ini terpeleset dengan segala ucapnya, tingkahnya..
Dia terus membawa diri ini semakin membukakan celah untuknya singgah..

Aku masih mempertimbangkan
Bukan karena ketidaksetiaannya
Bukan karena segala kelakuannya
Bukan karena segala kekurangannya

Aku hanya sedang berdiskusi dengan hati
Bagaimana memastikan diri
Agar tidak jatuh untuk sekian kali
Dalam hati yang mudah goyah untuk digali

Aku berdiri hari ini bukan mencari lagi permainan
Sesungguhnya ada harapan besar masih menggantung dihadapan
Ketika seorang laki-laki datang
Berniat tentang masadepan..

Entah itu kau, Sang Pemberi Mawar..

Jumat, 18 Maret 2016

Bukan aku tidak cinta

Bukan aku tidak cinta.. aku sudah pernah..dulu. 
Dan sudah cukup saja sampai dihari itu. 

Aku bukan lagi gadis belia yang bisa kau sayangi hanya dengan memanjakannya dengan menonton film, berjalan-jalan, makan malam dan lainnya. Aku sudah cukup dewasa untuk mendengar kata dari mulutmu, mau dibawa kearah mana hubungan kita. 
Lantas kau tidak berkata, bahkan kau hanya bisa mengungkapkan emosimu yang membuat aku bungkam seribu kata. 

Aku memberi batas waktu.. bukan untuk bersabar.. tapi untuk menguji mampukah aku berfikir untuk bertahan. 
Sampai dibatas waktu itu aku masih berusaha mencintaimu, bahkan mencoba mengulang segala kebahagiaan kita dulu. Tapi hasilnya NIHIL.

Sudah tak bisa lagi kurasa bunga-bunga cinta yang indah seperti dulu. Bahkan engkau enggan berkata meski aku ajak bicara berbagai bahasan. Dari situ aku belajar menerima dan mengambil keputusan untuk diriku sendiri. Akankah aku bertahan atau pergi.. 

Sudah ku fikir ribuan kali, setiap waktuku semenjak itu tersita. Untuk makan dan tidur pun tak menentu. Ku habiskan hari-hari memikirkanmu. Memikirkan ketidakjelasan yang kita jalani. 

Hingga akhirnya ku temukan jawab dari jawabanmu sendiri. Aku simpulkan dengan segala yang terjadi. Segala tentangmu kali itu. Dan aku bukan menebak, tapi aku benar tahu.. dari mulutmu sendiri. 

Hari itu kurasa sudah tak ada lagi aku dalam 'keseriusanmu'. Sudah tak ada lagi aku dalam 'cita-citamu'. Sudah tak ada lagi aku dalam 'perjuanganmu'. 
Masadepan yang kau fikirkan saat ini bukan lagi untuk kita tapi untuk dirimu sendiri dan mungkin duniamu. 
Bukan aku tak mencoba mengimbangi duniamu sekarang. Tapi lagi-lagi aku tak sanggup lagi menggapaimu dengan tingginya kau saat itu. 

Aku hanyalah wanita, yang butuh waktu 30 hari untuk mendapatkan penghasilan. Dan butuh 30 hari untuk menjanjikan ibuku aku akan membantunya melengkapi kebutuhan dirumah. Dan butuh waktu 30 hari untuk bisa membelanjakan kebutuhan sekolah adikku. 
Aku bukan terlahir dari keluarga yang berada. Bahkan aku selalu terbiasa untuk mencari rupiah dan tak pernah ku sebut itu benar-benar melelahkan. 

Aku tak sanggup bila harus mengikutimu dengan duniamu. Dengan hal-hal yang ku anggap, "Aku tidak butuh melakukan itu seperti mereka. Aku siapa dan mereka siapa?"
Aku berteman baik dengan duniamu, juga dengan isi didalamnya. Tapi bukan berarti semua harus ku samakan. Itu juga kufikir berlaku untukmu. 

Kita memulai dengan titik tuju yang sama.. Harus aku dan kau yang berjuang. Bukan hanya egoku yang harus dipatahkan tapi juga milikmu. Segala kesenangan-kesenangan 'remaja' itu juga harusnya bisa kau saring dengan baik untuk mencapai titik yang kita mau. Tapi sayang, semakin lama kau semakin berlari jauh dari titik itu. Sudah berulang kuberikan tanda 'kembali'. Tapi kau belum mau kembali.. 

Maafkan..
Bukan aku tidak cinta.. aku sudah pernah..dulu. 
Dan sudah cukup saja sampai dihari itu. 

Maafkan..
Untuk satu keputusan yang kuambil dan sekaligus ku akhiri semua sampai disitu. 

Maafkan..
Untuk pertahananku yang bukan hancur, tepatnya ku hancurkan dihadapanmu. 

Bukan aku berlari membelakangi semua jalan yang sudah kita tempuh. Tapi maaf, aku harus kembali berlari kehadapan sana dimana titik yang ku tuju berada.. meski bukan lagi denganmu.. meski bukan lagi dijalan yang sama yang dulu ku tempuh. 

Karena setengah mati aku belajar kembali berlari, setelah hari itu kau hancurkan segalanya berkeping-keping. Setengah mati aku bangkit dari diri yang terjebak jauh didalam sana.
Dan kini, ketika aku sudah bisa berlari.. Aku kan kembali mengejar apa yang ku mau.. Apa yang bisa membuatku bahagia.. Setelah sekian lama aku lupa caranya bahagia..
Yang ku tahu sekarang hanyalah aku ingin bahagia, dijalan manapun yang ku mau, dengan siapapun yang juga bisa membantuku bahagia. 

Maaf jika aku sudah tidak lagi bisa menengok kearahmu sekalipun kau terjembab disana
Maaf jika aku harus meninggalkanmu
Tapi itulah yang kau mau..