Jumat, 29 April 2016

S I A P A A K U

selalu. mungkin malu. atau belum siap tahu. tentang yang baru. seberani itu. padahal siapa aku. 
sekedar menunjuk. mungkin tak sengaja tepat padamu. maaf. tepat pada orang-orang disekelilingmu.

Kamis, 28 April 2016

B A H A G I A


bahagia. aku percaya. setiap ketulusan akan membekas pada hati siapapun yang terkena. meski tidak dikala itu. mungkin nanti atau saat kapanpun itu. 
bahagia. aku percaya. rasa sayang tidak pernah menjerumuskan. hanya kadang kita terlalu mengaduh. hingga lupa tak sempat bersyukur. 

padamu. bekal bahagia. aku menikmati semua. hari-hari meski kau tak disini. hari-hari meski hanya dengan kata-kata dilayar telepon genggam. 
padamu. bekal bahagia. aku tahu kau tak sebaik sebelumnya. tapi aku percaya. kau tak semudah itu mempermainkan. 
padamu. bekal bahagia. jika memang belum berniat. lakukanlah kesalahan sesukamu, sayang. kelak untuk kau mengerti. aku masih disini. 

sayang. berbincang dengan ibumu, adikmu, berbagi cerita tentangmu, mas yang menjadi kesayangan yang selalu ada difikiran mereka. aku sudah bahagia. meski bukan satu-satunya yang pernah merasakan ini. aku cukup bahagia. bisa mendengar keluhnya tentangmu. bangganya tentangmu. dan segala tentangmu dari sudut yang mereka tahu.  

banyak doa yang datang dari ucap mereka. berharap satu padamu. dan aku pun berharap yang sama padamu. semoga Tuhan sudah bosan melihatmu seperti ini. semoga Tuhan bosan melihatmu sendiri..

 

Rabu, 27 April 2016

A L A S A N


alasannya sebenarnya satu
gak pernah ada dua
satu-satunya alasan yang gak bisa di tawar sama apapun
kesakitan sekalipun.. 

mungkin aku terlalu mudah
tak perlu waktu yang lama
membuat aku jatuh cinta
menggila dalam pelukan

ya..
satu satunya alasan
dengan kesenangan gila mu aku masih bertahan.. 



A K A L


"jangan jadi keparat yang nampar keparat dengan cara keparat!"
- A. I -


sekelumit kata-kata yang rumit.. 
kata-kata dari seorang sahabat sekaligus penasihat cinta pribadi
yang tak pernah lelah mengingatkan serta memberi pundak dikala datang tangis

sahabat yang sedih ketika aku disakiti
dan ikut happy ketika aku happy,
katanya
dan dari sekian tahun bersamanya, aku percaya.

awalnya aku berfikir puluhan kali
tentang materi yang akan aku pilih untuk aku jalani
dari sudut malaikat hingga iblis
dari sisi kanan dan kiri

tadinya aku memutuskan bermain siapa yang bertahan
dengan harapan kau yang kalah dan tak mampu bertahan
tadinya aku berharap kau mundur dengan sendirinya
dan aku tinggal menunggu saat itu tiba

tapi entah mengapa caraku tidak disetujui penasihat cinta pribadiku itu..

ratusan percakapan kami semalam, aku dan sang penasihat cinta
ia tidak memberi saran untuk sudahi atau bertahan
ia membeberkan segala resiko, segala kesakitan yang akan ada
jika keputusan gila ini aku lakukan

dia tidak terima begitu saja ketika aku bertahan
lantas lagi lagi menangis dipundaknya
dia juga tidak terima begitu saja dengan hasil dari strategi akal jahat
yang akan aku terapkan padamu, sayang

banyak sekali perdebatan
hingga kata-kata menusuk rongga hati saling dilontarkan
ketika rasa sayang menjadi alasan
entah untuk sebuah kemenangan atau kekalahan telak

ia, sang penasihat cinta
yang aku percaya jauh lebih dewasa
ia membuka banyak sisi yang tak pernah ku lihat
tentang hal yang persis sama yang ada didepan mata
ia juga menyadarkan aku bukan cuma punya hati, ada akal
"gunakan akal setelah kau lelah dengan kata hati.."


rencanaku diawal adalah..
bertahan dengan semua kelakuanmu
entah itu menyakitkan atau memberi tangisan
biar aku bertahan
hingga mungkin satu tahun kedepan
dan berharap kau yang tak mampu bertahan 
dengan aku yang merelakan
kau dengan segala kesenangan
aku akan menyayangimu dengan cara yang berbeda
mungkin tidak bisa membuat kau bahagia
lantas kau pergi meninggalkan
untukku, jauh lebih ringan ketika kau yang meninggalkan
ketimbang aku yang harus terpaksa pergi dari rasa sayang

lantas, penasihat pribadiku berkata :
"apa pernah dia (kau) tidak bertahan? apa pernah ia (kau) pergi walaupun sekian hal buruk pernah dilakukan seseorang padanya? tidak. dia bertahan.."

dar! seperti aku menulis sekian rencana dengan lipstik diatas cermin
lantas cermin itu dihancurkan, remuk menjadi beling

ya, aku lupa
kau juga sang bertahan. sama denganku. 
seratus persen salah jika aku jalani rencana ku membuat kau menyerah
kau tidak akan melakukannya..




Selasa, 26 April 2016

MALAIKAT 'MUNGKIN' SEDANG MENGANGGUR


hari ini diserang satu per satu
lemas, dingin, gemetar, kelu
ditambah permasalahan dari tuntutan kecewaku
belum lagi sisa masalalu yang entah pura-pura tidak tahu
atau sengaja menghubungi untuk mencari tahu
semua datang pada satu waktu 
memaksa kerja tubuh yang sedang layu
ah, Tuhan.
kenapa kau datangkan semua sekaligus?
tidak kah kau cicil satu demi satu? 
apa malaikatmu sedang terlalu menganggur?



S A K I T

pas!
ketika akumulasi lelah bertemu resah
akumulasi lelah bertemu kecewa


daya tahan tubuh ikut merajuk
meminta pengistirahatan dari laju
yang sudah sekian waktu
kubiarkan lelah bertumpuk
tenaga yang keluar menggebu
sekarang tumbang satu per satu 

enggan makan
enggan terpejam

serasa kepala bergoyang
melihat pun berbayang

tangan terus memegangi dahi
yang sehari ini meringis

PAHIT..


Senin, 25 April 2016

T E N A N G


serangkai duka berwajah asa. nampak dikaca jendela sebelah kanan. jika petir menyambar, kilatnya lebih dulu nampak disana. ruang dibalik pintu yang tertutup. bila menyelinap mata kedalamnya, nampak kursi sofa menghadap pintu lainnya. kau bisa duduk singgah atau abaikan. pintu lainnya yang tak bisa diketuk namun kau bisa memaksa mendobrak dindingnya. banyak lukisan indah bertopengkan luka. indah dengan warna tapi dijejali seikat murka. berjalanlah tenang terus menuju pintu belakang. menghadap halaman luas. dengan hamparan udara yang leluasa bernafas. jejali sesekali hidung dengan aroma bekas hujan dan daun yang kering. suapi sesekali dengan ucap yang manis. tentang bagaimana reaksi kaca menampakkan kilat cahaya. tentang bagaimana ruang hampa dengan rahasia. tentang bagaimana indah dibelakangnya. 


REVISI PEPATAH


airmata bukan lagi pilihanku ketika luka
biasanya kecewa datang menampar, memancing airmata
baru membuat hati terluka
sekarang,
aku sudah menghapus sumber airmata
sehingga lantas kecewa langsung datang pada titik terluka.


pepatah, "bersakit-sakit dahulu, lalu bersenang kemudian", rasanya ingin aku revisi
"bersakit-sakit dahulu, lalu sakit lagi, sampai kau nyaris mati, baru kau bersenang kemudian, bersama kepincangan atau kelumpuhan sebagian"



K A D A N G - S A L A H


kadang salah ada
karena kau tidak memberi pilihan yang benar

kadang salah ada
karena kau pembuatnya

kadang salah ada
ketika kau hilang

kadang salah ada
untuk sebuah kesempatan

se..buah
satu
bukan dua. 

SEPULUH - (lantas) TUJUH - ENAM ?


mulai berhitung dari sepuluh ke angka nol
dan mungkin aku melewatkan beberapa angka
terlalu asik dengan hasil sempurna diawalnya.
sebelum menginjak angka nol
mulai kemarin aku berhitung tanpa terlewat.
menikmati sepersekian detik dari menyebut satu angka ke angka dibawahnya
tujuh ke enam
enam ke lima
terus selanjutnya.. 
satu per satu angka entah dalam durasi berapa
jam tangan masih menyembunyikannya.. 

TANGGAL DUA PULUH LIMA TAK MELULU TENTANG GAJIAN


hari ini tanggal dua puluh lima
mungkin banyak orang sedang berbahagia
karena bertambah saldo di rekeningnya..

tapi aku masih melamuni kecewa
yang datang cepat tanpa aba-aba
penuh tanda tanya
karena waktu yang belum terhitung lama..

mungkin Tuhan masih asik memberiku kecemburuan
tentang perempuan lain diluar sana
yang dicintai tanpa diduakan..

biarlah..
toh dengan ini aku jadi bisa
menuruni lagi berat badan
yang banyak wanita idamkan
dan aku melakukannya dengan gampang..

cukup dengan kecewa..




Jumat, 22 April 2016

t e n t a n g ' M A S '


duh, pagi-pagi dimarahi pacar
perkara sifat
sudah diingatkan tapi masih ngeyel

hehehe..

tapi kadang itu yang bikin bahagia
hal sepele sekadar mengingatkan
hal sepele sekadar "mas kan sudah bilang.."
duh, kamu manis sekali, mas.

tapi ada yang ku rindu
tentangmu tiga tahun yang lalu
kali pertama dekat
kali pertama kau datang jauh dari kotamu kesini

dulu aku hilang satu jam
kamu cari~

dulu aku hilang dua jam
kamu telfoni~

hahahahaa..

iya dulu, sebelum aku melukai~


S U D A H


sudah. aku sudah menerka. mengapa luka :)

Kamis, 21 April 2016

P E R K A R A, " M U N G K I N "


baru saja selesai membaca sebuah tulisan yang agak panjang. mengenai perasaan di khianati Sang Penulis kepada Sang Inspirasinya. agak seram membaca inti dari panjang kata-katanya. mengenai pengkhiatan. apalagi aku kenal dengan Sang Inspirasi nya. 
aku memang belum tahu betul duduk perkara apa yang membuat Sang Penulis terlihat begitu marah. membawa jemarinya pula dalam amarah. mengetik huruf demi huruf seakan memerah nyata ketika ku baca. sayangnya, aku tak bisa berbagi bicara dengan Sang Penulis itu. sejujurnya aku semakin ingin tahu. tentang sebuah kesimpulan kebenaran dari kedua diri yang beradu alasan. 
sayangnya juga, perasaan keduanya sama sedang dalam amarah. yang mungkin bila tersentuh akan semakin membara. 
saat inipun aku tidak membenarkan langkahku. aku menyalahkan. bukan kau, ia atau aku. aku menyalahkan tiada kata yang benar bisa dipercaya. tidak ada pembicaraan yang menuju kesepakatan kedamaian. damai dengan masalalu maupun dengan masadepan. 
Sang Penulis, yang mungkin sifatnya sama sepertiku. hanya bisa mencintai tanpa bisa memutuskan apapun langkah kedepan. Sang Inspirasi yang mungkin juga sama dimata kami berdua. mencintainya. 
aku bukanlah pembawa rasa lupa. untuknya dengan masalalunya. aku bukanlah jalan lain arah ia berbelok menantang pulang. bukan aku. 
kami hanya saling ingin membahagiakan. ketika kalian masih bersama. dalam pengakuan seorang yang mungkin rindu ingin didekap. dalam pernyataan seseorang yang mungkin rindu disayang. ditemui. diseka setiap jatuh keringatnya. diusap kepalanya. dipeluknya ketika risau. 
maaf, Sang Penulis. sepertinya, ketika kau nampak pergi. entah pergi menjauh atau pergi dengan dekapan telapak tangan yang lain. Inspirasi mu, ya ia. ia sudah melihatnya. mungkin kau tak tahu atau mungkin kau yang tak pernah mau tahu. 
ia sungguh mencintaimu, sebelumnya. ia merindukanmu, setiap malam. aku tahu, itu selalu. sayang, tak pernah ada diri yang bisa ia jumpai ketika ia rindu. tak pernah ada belai hangat tangan ketika ia dingin dalam siang. 
ia pernah berharap kau selalu ada. ia pernah berharap kau membawa ia ke jalanmu pulang. kedepan pintu jalan menuju masadepan. ia berharap kau menuntun membawa ia bersalam pada Sang Penanggungjawabmu. dan lagi-lagi kau mungkin gagal memahami itu. mungkin kesalahan terakhirmu, kau tak merenggut tangannya erat ketika ia berpamit pergi. mungkin.. 

D A R I P A D A


upaya
bukan tidak boleh salah
paling tidak jangan sampai luka
ketimbang diam
tidak salah
tapi juga terluka
kelam dibawa masa
lebih baik melangkah
meski belum merangkai asa
hanya merajut nyata


Rabu, 20 April 2016

PADA SIAPA? IA ATAU PADAMU?


awalnya tak mau tahu. lantas ku lihat begitu. aku tak tahu. kemana harus mengadu. kemana mencari tahu. pada ia atau padamu. sementara aku pun bisu. lumpuh. hanya beradu ragu. 

masih dalam D E J A V U


pemakai jam di tangan kanan
penyuka musik yang sama
pengguna kata yang sama
ah, macam mana?

Selasa, 19 April 2016

D E J A V U


seperti kadang ada dicelah yang tak terduga

seperti sama disisi yang berbeda

seperti pernah diantara tidak ada

seperti akan diantara lalu

ia dan kamu

Senin, 18 April 2016

K E B I A S A A N


belum bermimpi, sudah berharap
belum belajar, sudah bercita-cita

sekalinya berjalan, terjatuh
mencoba berlari, terjungkal

jika diam, terpendam

M E N T O K


mau ngetok, gak ada pintunya..yaudah bablas aja suka-sukanya~

mau dipagerin, belom resmi lahan sendiri.. sulit~


biar aku..


ketika gelap, bila sinar rembulan tak mampu menerangi.. biar lampu membantunya. 
ketika pagi, bila mentari tak mampu menghangatkan.. biar aku membantunya.

Biar Masih Menjadi Rahasia Tuhan


jodoh adalah cerminan diri..

kata-kata yang seringkali kudengar. 
ya, begitupun denganku. selama aku masih menjadi perempuan yang seperti ini aku  tidak akan menuntut banyak padanya. aku belum mau menjadi baik, yang berarti aku pun tidak berhak menuntut ia lebih baik. 

banyak hal yang bisa difikirkan tentang kehidupan esok dan masadepan. banyak hal. 
aku sudah tidak lagi mampu berharap. biar semua berjalan entah seperti apa yang aku dan Tuhan mau. biar jadi rahasia, biar tak perlu terlalu direncanakan. 

aku percaya laki-laki itu mampu membuat hidup kami lebih baik, nanti. aku percaya Tuhan memberi jalan bukan untuk tidak ada kisah dan pelajaran. aku percaya, setiap keikhlasan tak pernah ada kerugian. aku percaya, mungkin ia dan aku akan menjadi lebih baik seperti yang aku angankan. 

mungkin nanti, belum sekarang. aku paham betul. sekarang aku pun masih terlalu gila pada senang-senang, pada kebahagiaan. mungkin sama dengannya. kami sedang tidak mau terlalu pusing memikirkan hal-hal yang berat dan masih menjadi 'angan'. kami sedang asyik berbahagia. biarlah Tuhan menuliskan banyak rencana-Nya dan tetap menjadi rahasia. 

yang jelas. aku sudah lelah berlari mengejar. sudah terlalu banyak luka jika aku harus terjatuh lagi, terpuruk lagi. aku sudah ingin berjalan dan ditemani. berjalan hingga jauh pergi dari masa-masa sulit lalu. aku ingin didekap, dibahagiakan. hanya itu.. 


Kamis, 14 April 2016

H U J A N


hujan.........
dan seandainya pun ada pelangi
tak cukup menghapus segala tentang derasnya..

Rabu, 13 April 2016

C E M B U R U

aku ketagihan pada 'cemburu'. ya cemburu..
kenapa aku sebut 'ketagihan'? karena rasanya mampu mempertahankan aku untuk tetap hidup tapi juga mematikanku. untukku cemburu bukan hanya bumbu untuk masalah percintaan. bagiku cemburu persis karakternya seperti narkoba. cemburu mampu mempertahankan cinta, tapi juga mampu sekejap mematikannya. 

Selasa, 12 April 2016

Bertemu Wiranagara



Satu malam di Yogya, aku pernah bertemu mas Wiranagara

Lantas ada yang bertanya tentang bagaimana menyikapi sakit hati

Mas Wira berkata, "aku gak tahu cara mengobati sakit hati, tapi aku tahu cara menikmatinya.."



Aku  beri nilai seratus untuk mas Wira

Ya, aku setuju..

Aku pun lebih memilih menikmati sampai aku jenuh dan sakit hati itu pergi sendiri.. 




dear.. kamu..

hai.. pemilik mata panda sepertiku. hai.. pemilik rambut lebat yang selalu di conditioner setiap kali habis keramas. hai.. pemilik wangi yang luarbiasa. hai.. pengusap kepalaku. hai.. pemberi pagi yang indah.. 

kamu.. 

sesepele itu aku bisa bahagia. sesepele setiap foto yang kamu kirim kalau habis mandi dan bangun tidur.. 
sesepele love you-love you lebih dari tiga kali sehari.. hahahahaha.. bikin ngerasa pacaran itu nga ada beban-bebannya.. (nga itu nggak, katanya). 

terimakasih untuk setiap pagi yang memberi semangat
terimakasih untuk setiap malam dengan ucapan
dan terimakasih untuk menyayangi setiap hari.. 

dear, kamu. i love ya.. 

Rabu, 06 April 2016

milikku atau. . . . .


aku tak berada di masa lalu
aku berada di masa yang akupun tak tahu
masa milikku atau milikmu dengannya.. 

Selasa, 05 April 2016

untuk : S. A

untukmu, sang masa lalu.. 
sudah. jangan lagi berkata.
dulu pun aku lebih buruk dari itu.
sepatah katapun tak pernah kudengar darimu. 

tidak perlu kau menyorak-nyorakkan tentang kesakitanmu
aku sudah pernah merasakan lebih dalam dari itu

saranku, bangkitlah, berdirilah
tanpa perlu aku tahu
tanpa perlu kau terlalu menjatuhkan dirimu kedalam kesakitan ini

aku sudah melewatinya dengan selamat
ini bukan masalah pembalasan
tapi aku hanya ingin membantumu
untuk tidak terus menggangguku
kembalilah pada dirimu sebelumnya
yang tidak perlu mengenal aku.. 

ingin ku buat dengan judul "entah", tapi terlalu sering aku dengan kata itu..


semakin lama semakin tidak mengerti dengan tulisan ini
entah untuk apa aku menulis
sekadar memberikan sejuk ke celah hatiku 
atau sekadar orang lain tahu tentangku..

tidak terlalu penting putaran-putaran huruf yang kubuat
tidak penting juga setiap bait ke bait yang ada
karena semua tidak selalu sama makna
untuk setiap pembacanya..

aku..
hanya sang penikmat kata
hanya sang penyuka setiap sajak

aku.. 
hanya bermodal rasa
tidak pasti rimanya

menulis itu membuat bahagia
ketika aku membacanya
entah baik atau tidak.. 

walau tak setiap kata cantik ku buat
walau tak setiap maknanya indah..








Jatuh Cinta


Aku hanya bisa merangkai kata, bukan lagi asa
Aku tidak lagi mampu berharap, bahkan dengan apa yang saat ini ku pijak

Aku tidak lagi peka pada percaya
Sekian kali kutemui dusta

Hingar bingar jatuh cinta
Se-sepele itu menyambut luka..

Jatuh cinta
Seikhlas terluka..





Senin, 04 April 2016

Surat Balasan..

Bukan salah ia bila ia tak lagi kembali ke padamu
Bukan salah ia ketika ia tak lagi mengetuk pintu rumahmu setiap pagi
Lantaran kau sendiri yang tidak menghuni rumahmu
Lantaran kau juga yang hanya datang untuk berkunjung
Bukan untuk tinggal

Aku juga bukan memaksa ia untuk tidak kembali pulang
Aku memang memiliki rumah yang sama sepertimu, tapi ia juga tidak pulang kerumahku

Seandainya kau mau untuk berfikir.. Selama ini ia tidak pernah pulang kemanapun. Ia masih berada dijalanan sana, tidak dekat rumahmu juga aku. Bahkan kau tahu? Ia masih tak tahu kemana ia harus pulang. Dirumahmu kadang kosong, tak berpenghuni. Sedang dirumahku, ia masih ragu. 

Jangan pernah salahkan ia ketika ia tidak lagi ada didepan pintu rumahmu ketika kau membukanya
Jangan salahkan ia ketika ia tidak lagi membuka jendela rumahmu ketika matahari bersinar

Benar ia bersamaku. Tapi ia juga belum menjadikanku tempat tinggalnya. Ia masih bersamamu. 
Maaf, mungkin bersama dirimu yang berbeda. Bersama angan-angannya tentang rumahmu yang berbeda. 

Aku tidak bermaksud mengambilnya untuk pulang bersamaku. Aku tidak berniat jahat memaksa ia memutar jalannya kearahku dan melupakan tempatnya bersamamu. Aku hanya bersedia ada, ketika ia membuka mata, ketika ia lelah dan mungkin ketika hujan.. 

Tanyakanlah pada dirimu, mengapa ia tak lagi kembali? 
Tanyakanlah pada dirimu mengapa ia tak lagi pulang?
Aku bukan jawaban untuk kalian
Aku bukan hal yang perlu kau risaukan
Bahkan belum tentu aku yang membahagiakannya 

Untukmu, sang pemilik Rumah itu. Jadikanlah rumahmu itu sebagai tempat tinggalmu. Jika kau saja tidak tinggal disana, bagaimana ia akan pulang?