Rabu, 11 Desember 2013

#Charity4Sania




Sania, 13 tahun. Putri Bapak Samin, seorang tukang becak.
Sania terkena tumor di kepalanya semenjak 3 bulan lalu sehingga harus dioperasi di RS Annisa Cikarang Kab. Bekasi semalam.
Ayahnya yang hanya seorang tukang becak yang berpendapatan kurang lebih 1 Juta Rupiah perbulan masih membutuhkan bantuan biaya untuk merawat sang anak. 

Bapak Samin dan keluarga tinggal di  Kp. Sukamantri RT 005 RW 002 Desa Sukaraya, Kec. Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi. Dirumah kontrakan dengan biaya 100 ribu rupiah perbulannya masih harus bekerja keras menghidupi istri dan ketiga anaknya. Ditambah dengan biaya Rumah Sakit yang harus dibayar setelah operasi Sania semalam. 
Tentunya Sania dan keluarga masih membutuhkan banyak biaya untuk perawatan Sania hingga sembuh dan bisa sekolah kembali.

Kami dari Stand Up Comedy Cikarang, Berbagi Nasi Cikarang, de Bangoor Coffee House dan Urban Cikarang akan mengadakan penggalangan dana untuk Sania.

Bagi kalian yang ingin membantu dengan menyumbangkan sebagian dari Rezekinya untuk Sania bisa langsung menyumbangkan melalui kami.

CP @berbaginasiCKR     :         08979157200

Donasi untuk Sania juga bisa melalui rek. Berbaginasi CKR
No. Rek 156-00-0679691 a/n Dini Listiyah ( Mandiri )


Uluran tangan anda sangat berarti untuk Sania dan keluarganya :)





Jumat, 06 Desember 2013

Aku Hanya Aku


Kamu tau, kenapa aku seperti tertahan ketika berkata?
Kamu tau, kenapa aku gugup setiap kali aku bicara?
Kamu tau, kenapa aku terhentak lalu terdiam?
Bukan salahmu yang berubah
Tapi keadaan kecerobohan egoku yang tak tepat letaknya

Aku tau, masih ada sisa amarah dihatimu
Aku tau, ketika pegal kau menahan kemauanku
Maafkan untuk waktu yang terlalu lama ku butuhkan
Maafkan untuk nihil yang ku hasilkan

Aku hanyalah aku
Kepingan sisa kesalahan dari masalalu
Aku hanyalah aku
Rentetan watak buruk yang terbelenggu

Jangan diamkan dirimu ketika aku bersalah
Tapi jangan juga kau berubah ketika kau memaafkan

Aku butuh kau seperti sediakalanya dirimu ketika aku jatuh hati
Karena ketika itu, aku nyaman untuk kembali bersandar

Terdiam Menyesak

Rasanya sudah berbeda
Seperti tak semanis kemarin
Hakikatnya mungkin juga sudah berbeda
Tak sedekat kemarin

Salah aku,
Selalu tak berdaya melawan egoku
Salah aku,
Ketika aku bungkam dimakan cemburu

Bukan tak berusaha
Hanya saja aku melemah
Dimakan rasa dimakan keserakahan egoku sendiri

Apapun yang kau katakan tentang amarahmu
Itu tak cukup melumpuhkanku
Tapi ketika kau berkata tentang keluhmu lelah untukku
Kau buat patah tulangnya usahaku

Memang sekarang kau yang menilai bagaimana aku
Tapi bukan untuk kau hentak disetiap perkataanmu

Jadilah seperti biasanya
Buat aku tidak telalu kaku untuk bertindak
Buat aku nyaman bergerak berusaha

Jangan berubah,
Ketika kau berubah maka cara yg sudah ku tata juga akan terubah
Titik titik poros putaran fikiranku juga akan terubah

Tolong,
Biasakan saja keadaannya
Agar aku tak terlalu terisak emosi
Agar aku tak terlalu menyesak dihati

Biarkan aku berusaha berjalan dengan keinginanku
Biarkan aku bergerak dengan pencapaian kinerja otakku

Jawabannya,
Kau yang melihat dari sisi yang kau mau
Hasilnya,
Tuhan yang menentukan

Senin, 02 Desember 2013

Kutetapkan Hati dan Doa Untukmu



Waktu itu aku masih terhempas kepahitan masalalu, yang membawa aku tersungkur disudutnya kelemahanku.
Hingga aku berfikir hanya aku yg sungguh amat terhina tak berharga.
Keputusasaan membawaku bukan untuk beranjak pergi tp malah semakin tersungkur lemah didalamnya.
Aku seperti berjuang sendiri melawan hati melawan kesalahan yg kulakukan. Aku serasa tiada berdaya untuk kebaikan apapun.

Aku pernah berdoa kepada Tuhan untuk menjadikanku sampah saja sekalian. Biarkan aku kotor, terhina, terbuang tak dibutuhkan.
Hati ini seperti terlalu beku untuk membuka mata, dimana aku berada, pada siapa harusnya ku meminta.
Perasaan ku tak menentu terombang ambing keburukan adanya diriku saat itu.

Aku butuh semangat yg baru yg mampu menjabat tanganku, menarikku keluar dr kegelisahan ini.
Aku seperti buta, tak lagi mampu melihatMu, Tuhan.
Aku seperti tak mendengar semua kata yg terucap dr semua orang didekatku.
Hingga aku temukan keterbukaan fikiranku begitu aku bicara dengannya, menatap matanya, mendengar lirihnya suaranya.

Aku menentukan untuk jatuh hati kepadanya dan menolong diriku sendiri, membangunkan diriku sendiri walau saat itu aku belum bisa memastikan hatinya untukku.
Awalnya aku memang tak beralasan untuk mulai mencintainya, aku tak pernah beralasan untuk ingin ada disampingnya.
Aku hanya mencoba membawa diriku lebih mengalir dari kebekuan sebelumnya.

Waktu terus berjalan, hingga aku terpikat pada kejatuhan hatiku sendiri padanya.
Tumbuh rasa untuk ingin selalu bersamanya, disampingnya, menjaganya.
Ah, aku jatuh cinta padanya. 
Bukan sekedar menjatuhkan hati, tp aku rela berjuang melihatnya dengan yg ia cintai.
Aku seperti mencoba tak terluka ketika ia pergi menjauh.
Aku seperti mencoba tersenyum ketika ia bahagia dengan yg lain.
Ya, tak apa. Selagi aku mampu berjuang bersama rasaku. 

Entah apa dan bagaimana hingga suatu saat ia menarikku kembali dalam hangatnya dekapnya.
Ia genggam lagi jemari yg sempat ia hempas, ia gantikan dengan yg lain.
Lagi lagi aku tak berdaya membohongi hati.
Aku terjatuh. Lagi.
Dan rupanya kini lebih dalam tapi aku lebih kuat.
Aku kembali beriringan langkah dengannya, membawa hati yg sempat ku bungkus rapih.
Membawa luka menjadi tawa.
Menjadikan hati menjadi ikhlas.

Jika suatu saat kepergiannya terjadi lagi meninggalkanku, aku berusaha mempersiapkannya jauh dari saat itu akan tiba.
Aku sudah menyiapkan sendiri ruang kosong yg akan ku isi dengan kepingan hati kedua yg tercacah.
Sudah ku tata sedikit kenangan kita pada celah celah rak dihati yg masih tersisa

Kemarin, aku mencintainya tanpa ku berharap tau dan peduli dengan rasanya
Kemarin, aku disampingnya hanya untuk menemani kala ia sendiri
Kemarin, aku berjuang sendiri pada rasa yg melekat dihati
Kemarin, aku belum sebaik ini...

Tapi kini,
Tulusnya cinta ini membawa aku pada kemegahan kasih yg ia beri

Kini, aku bisa berdiri disampingnya
Terus menggenggamnya
Bisa memeluknya
Dan aku terizin untuk berkeluh kesah dengannya.

Kini, aku bahagia
Bersamanya, ketika ia berdiri maupun terjatuh

Kini aku berani berharap
Berharap menjadi yg baik baginya

Kini aku berani belajar
Belajar membuat diri kembali berharga

Aku terus beranjak, dari keterpurukan hingga kini mendengar melihat dan melakukan yg baik dalam jalanMu, Tuhan.
Aku belajar, tentang segala ujian dariMu tentang segala cara kebaikan yg Kau tata.

Aku bisa menjalani karena ia yg berusaha menuntunku
Bukan memaksaku, ia mengajariku sedikit demi sedikit untuk kebaikanku sendiri
Dengan kesabarannya, ia tunjukkan aku cara kembali untuk kebenaran dimataMu.

Terimakasih untuk segala kasih sayang, kebaikan dan kesabarannya
Terimakasih untuk kesetiaan hati hingga saat ini
Terimakasih untuk genggaman yg tak pernah terlepas
Terimakasih untuk pernah takut kehilanganku, untuk setiap kekhawatiran untukku

Aku ingin belajar,
Aku ingin menjadi baik kelak untukmu
Aku ingin menjadi yg mampu bersamamu disaat kau susah maupun senang
Aku ingin menjadi bagian nafasmu ketika kau terlelap
Aku ingin menjadi yg tercantik ketika kau tersadar

Jadikan aku yg terbaik untuknya, Tuhan
Jadikan aku bagian dari Ibadahnya padaMu, Tuhan
Jadikan aku yg ia tugaskan mengabdi untuknya hingga akhir hayat

Jodohkan kami dengan cara yg baik
Dekatkan keluarga kami juga dengan kebaikanMu
Titipkan hati kami semua karenaMu

Berkahi semua jalan kami, Tuhan
Jadikan ia pemimpin yg baik untuk keluargaku kelak
Jadikan ia ayah untuk anak anakku
Jadikan anak anak kami sholeh dan berbakti

Aku meminta hanya padaMu
Engkau maha Pengasih..





Rabu, 27 November 2013

Openmic Stand Up Comedy Cikarang

Stand Up Comedy Cikarang




  • Jadwal Openmic : Setiap hari Rabu jam 19.30
  • HTM : GRATIS
  • Lokasi : De Bangoor Coffee House
          • Ruko Sunter Niaga Jl. Tarum Barat Cikarang Baru 
          • Depan Ayam Bakar Ciawi, belakang Pom Bensin Cikarang Baru
          • Rute dari Jababeka II masuk lurus ikutin jalan sampe RS. Harapan Keluarga / Gapura PECENONGAN SQUARE , belok kanan lurus sampe KAWAN LAMA, belok kiri lurus sampe Pom Bensin. Ruko De Bangoor Coffee letaknya setelah Pom Bensin. 
          • Rute dari Golf / PU / Lemahabang jalur kearah Pasimal, sampe Wisma Matel belok kiri, lurus sampe KAWAN LAMA, belok kiri lurus sampe Pom Bensin. Ruko De Bangoor Coffee letaknya setelah Pom Bensin.
          • Jalur angkot, dari SGC bisa naik K17 sampe Jababeka II. Dari Jababeka II naik K99-B sampe Pom Bensin Cikarang Baru. 
          • Jalur angkot, dari lemahabang ( stasiun ) naik K33 sampe Jababeka II. Dari Jababeka II naik K99-B sampe Pom Bensin Cikarang Baru.
          • Jalur angkot, dari Mall Lippo Cikarang / Hyundai / Serang / Cibarusah naik K33 / K17 sampe Jababeka II. Dari Jababeka II naik K99-B sampe Pom Bensin Cikarang Baru.
  • Openmic Away hanya diadakan pada saat - saat tertentu
  • Untuk Event Stand Up Comedy Cikarang bisa ikuti terus di akun sosial Stand Up Comedy Cikarang
    • Facebook : Stand Up Comedy Cikarang
    • Twitter : @StandUpCikarang 
    • CP : 085697506883 / 089652543335

* Openmic adalah  ajang latihan rutin untuk para comic baru maupun lama, tes materi dan kesiapan mental di atas panggung.  Openmic diadakan rutin setiap minggunya di De Bangoor Coffee House, GRATIS.

*  Openmic biasanya diselingi dengan akustik seadanya

* Jangan pernah ragu datang untuk mencoba Openmic ataupun sekedar menonton saja :) 






 

Selasa, 19 November 2013

Percayalah..

Ketika aku sedih, gundah, kadang aku memilih jalanan untuk ku telusuri dingin dan keramaiannya. Karena udara mampu menghapus airmata kesedihan tanpa kau menyekanya.
Aku memilih diam bersama keheningan terbawa angin dalam seluruh daya kuhabiskan kepiluan hati. Aku bisa berfikir, namun kadang hati butuh waktu untuk tertunduk sedih.
Bukan aku yg pura-pura tak punya telinga, bukan juga pura-pura tak punya suara. Tapi aku ingin diam menuruti apa yg jadi keinginan hati. Aku dengar, aku paham. Sudah ku tata setelah ini dalam kepalaku..

Aku hanya butuh beberapa saat untuk kuhabiskan airmataku sebelum ku kuatkan diriku. Aku hanya menjalankan arus yg ku buat sendiri untuk ku hadapi. 

Mungkin aku tak terlalu kuat untuk tegar. Mungkin ketegaran belum ku temui celah sisi lembutnya untuk ku pelajari.
Ketika aku sedih, aku terluka sedikit terhempas aku hanya ingin diam. Coba mengatur nafas hati yg terengah-engah.
Batu merah dalam tubuh ini belum miliki saluran yg mengalir langsung ke dalam kepala. Ia butuh untuk tergenang sejenak, berupaya untuk bertenaga mengirimnya ke kepala. 
Jadi, jika satu saat aku terdiam, percayalah aku sedang memanajemen kesiapan diri untuk hal yg ku hadapi setelahnya. 

Aku tidak ingin menganggap diri ini seperti apa. Karena ku ingat katamu, "bukan kamu yg menilai dirimu baik atau ngga, tapi aku yg akan menilai kamu baik atau ngga buat aku kedepannya. Dan aku mau kamu jadi yg baik untuk aku"

Kau adalah bagian dari suara yg bisa menegaskan tololnya keegoisanku. Kau bukan memerintahku. Tapi kau berusaha menggiring fikiranku ke arah yg lebih baik. 

Aku tau bukan kau laki-laki yg akan memanjakanku saat aku sedih. Tapi kau yg selalu memiliki sisi tegas ketika aku terlalu pura-pura lemah. 

Aku selalu ingin berkata bahwa aku JAGOAN. Bukan untuk ku sombongkan, tapi untuk jadi pengingatku ketika aku terlalu manja pada lemahnya ego ku.

Percayalah, aku selalu mendengarmu. 
Percayalah, sesungguhnya aku memahamimu.
Percayalah, aku menanti setiap kata-kata tegasmu setelah ini.

Dan percayalah, aku menyayangimu.
 

Kamis, 31 Oktober 2013

Kalimat

Ketika sudah tak ada lagi kesepian dan membutuhkan, kau bebas menjalani arah dan tangga mana yang bisa membawamu membumbung keatas. Hidup adalah bagaimana menentukan keinginan dan resiko  mu sendiri, karena hiduplah untukmu bukan untuk keadaan yg memaksamu..

Selasa, 24 September 2013

Hanya Cerita Berselang Rasa

Ketika itu aku hanya tidak sengaja berdekatan. Karena satu kebiasaan yang ku suka. Awalnya hanya biasa, sangat biasa. Bahkan tak pernah terpikir akan masuk kedalam rasa. Saat semua lingkup waktu itu berlalu, aku masih berjalan dengan aku. Ia pun ntah bagaimana. Karena memang bukan urusanku. 

Berbagai waktu terlewati hingga cengkraman tangan berarti. Satu kali, dua kali ketika aku terlelap. Masih terasa semu karena aku tak benar benar sadar saat itu. Aku tetap berusaha diam, tak bertanya, tidak juga mencari tahu.
Hingga kali kesekian terjadi lagi genggaman itu, aku coba membuka mata dan ia menatap seakan berbicara dengan pernyataannya yang aku tak berusaha membalasnya.

Esok berlalu hingga berhari, terasa semakin mengganggu. Sedikit rasa yang justru terus menelusup menghadang kinerja keras kesendirian ini. 
Aku mulai sadar akan adanya rasa ini. Kekhawatiran yang membuat semakin sensitifnya hasrat hati. 

Aku mendekat, aku coba memerhatikan. Ku coba memahami. 
Ya, aku dan dia bertemu pada satu titik kedekatan bersama. Berjalan tanpa ada alasan saling mengganggu. Hanya saja bersama saling memberi kenyamanan diri. Berusaha saling menjaga, memahami keinginan hati. 

Sudah dekat, bahkan sangat dekat. Tapi semua seperti hilang ketika ia temukan harta yang ia tunggu yang selama ini sempat menghilang. Aku tak pernah tahu, tentu karena tak ada mulut yang berbicara.
Satu waktu aku mengetahuinya. Membuat cukup goresan kecil yang perih. Tapi aku terus belajar, belajar memahami siapa aku siapa ia dan SIAPA KITA?

Ini bukan lagi urusanku, urusanku hanyalah rasaku. Rasa lain diluar itu bukanlah tanggungjawab hatiku. 
Aku memaafkan, bahkan aku ketika kau banggakan hartamu didepan mataku. 
Tak ku coba melihat, tapi aku mendengar tiap pujianmu terhadapnya. Memang luka, tapi aku sudah siapkan kesembuhannya jauh sebelum ini. 

Berselang hingga aku merasa ia justru menjauh. Aku yang tetap biasa tanpa merasa ada yang perlu disalahkan. Tapi ia seakan enggan bertatap bahkan mengucap kata kepadaku. Biarlah, urusannya dengan kemauannya. 

Tak pernah ada alasan pergi, membuat perhatian ini kembali ke titik fokus yang kemarin. Aku memerhatikanmu dari sudut yang aku suka. Sebelah sini, yang tak perlu kau tengok keberadaannnya.

Mungkin kondisi yang lagi lagi menjadi momen yang pas akan kenyamananku dan ia. Berlalu seakan biasa. Ia kembali seakan punya rasa. Ya, aku tak pernah ada alasan pergi. 
Kembali kubiarkan ia memanggil, ku biarkan ia datang lagi. Dan jemari tak pernah bisa menolak ketika ia rapat digenggam. 

Aku bukan terlalu berani. Tapi aku hanya berusaha ada, ketika ia sendiri, ketika ia sepi, biarlah ku temani.
Suatu saat ia temukan lagi kebahagiaannya, biarkan aku tetap memerhatikan, dari sudut yang aku suka..

SEJAK AKU

Hari berlalu hingga berminggu berbulan bersamamu
Waktu berjalan hingga tiba ia terdiam
Hati merasa kala sesungguhnya itu tak ada
Membohongi sebagian sisi logika

Ku sangkalkan tiap kali gejolak batu merah dalam tubuh ini ketika ia jujur
Ku hempaskan semua aura ketika detak hati tak menentu
Ku mencoba hambar tak merasa ketika ia berucap
Ku tahu itu hanyalah percobaan keterpaksaan

Sejak aku terdiam konsentrasi pada titik rasa dihati
Aku temukan secercah kebiruan yang terang
Ku coba merangsak menemuinya
Tapi ia semakin berlari


Sejak aku bicara pada suara hati
Aku dengar ia berbisik
Ku coba mengerti
Tapi terlalu pasi

Sejak aku berucap
Ternyata ia menjawab

Sejak aku bersikap
Ia juga ikut bergerak

Sejak aku jujur
Ia berkata..
Ia sedang berusaha, belajar


dag!
Detak jantung tiba-tiba beralun lebih kencang dari biasanya
Hembusan nafas ini seperti tergopoh-gopoh terpelanting

Sejak aku tulus
Aku tak pernah memaksa kau membalasnya

Sejak aku tahu,
Ku rasa cukup kau memaksa ketidakpastian hatimu

Sejak kau belajar
Aku coba bertahan
Tapi tak pernah aku mau membawa ini kepada keseriusan dalam kenyataan

Sejak kau berusaha
Aku hanya akan menyaksikan
Tumbuhnya atau gugurnya pembelajaranmu terhadapku
 

Sejak aku
Maka aku
Menentukan semua keadaan..




 

Senin, 09 September 2013

#RuangTamuJKT

 - R U A N G   T A M U -

Spesial show dari Krisna Harefa ( @krisnaharefa ) Sabtu, 7 September 2013 di Gedung Pertunjukan Bulungan, Jakarta Selatan. Mempersembahkan show pertama dari sang Tuan Rumah, Krisna Harefa di dampingi Pemenang Street Comedy 3, Yanto Blek dan personil dari PRIDE OF BEKASI, Arya Novrianus serta duo MC sebagai Lampu dan Ikan Hias, Adjis dan Awwe .

RUANG TAMU, penjualan Tiket Presale sampai sebelum hari H sudah habis terjual, hanya menyisakan 50 Tiket OTS cukup membuktikan apresisasi banyak orang terhadap Spesial Show Krisna Harefa yang ia ungkap sebagai Titik Awal atau Titik Akhir ini .

Bahkan beberapa waktu sebelum Show #RuangTamuJKT ini, mereka mengadakan kuis berhadiah Kaos Ruang Tamu dan salah satu teman saya dari Stand Up Comedy Cikarang, Dimas Pratama ( @midaspratama ) berhasil mendapat satu buah Kaos Ruang Tamu tersebut . 

Tuan Rumah dan Dimas Pratama

Malam minggu itu, terlihat antrian penonton yang membludak ketika Open Gate. Antusiasme penonton begitu memukau ketika Show akan di mulai. Ditambah tepuk tangan meriah terdengar seperti membangkitkan bulu kuduk sampe merinding .

Ruang Tamu dibuka dengan sambutan dari RT yaitu Om Sam ( @notaslimboy ) begitu menarik pandangan 300 penonton malam itu. Seperti biasa, setiap ucapan dari Ketua Stand Up Indo selalu menarik untuk didengar, dari memperkenalkan Show Ruang Tamu sampai pembahasan mengenai politik yang tercurah pada sambutannya. Dan atensi penonton sungguh luar biasa !
Sambutan oleh ketua RT, Om Sam ( @notaslimboy )

Duo MC yang dijadikan Lampu dan Ikan Hias malam itu, Adjis dan Awwe memang selalu terlihat begitu kompak . 

Lampu dan Ikan Hias #RuangTamuJKT. Adjis dan Awwe
Kaos hitam dan topi merah yang mereka kenakan, dari action sampai celoteh-celotehan mereka yang saling sahut membawa tawa penonton tak henti terdengar di Gedung Pertunjukan Bulungan saat itu .



Yanto Blek dengan aksinya..

Show RUANG TAMU dibuka oleh penampilan dari Yanto Blek, Pemenang Street Comedy 3. Tentu banyak orang sudah mengetahui ciri khas pembawaan materi dari Comic asal jakarta Utara yang sudah pasti akan membuat rahang terus terbuka menyaksikannya .

Dengan Skateboard ia masuk ke RUANG TAMU, dilanjut dengan aksi-aksi panggungnya membuat tawa penonton semakin keras terdengar. Dan lagi-lagi luar biasa !

 









Tidak hanya Yanto Blek, ada juga Arya Novrianus personil dari PRIDE OF BEKASI yang ikut membuka Show RUANG TAMU malam itu . 
Dengan lantang duo MC, Adjis dan Awwe memanggilkan comic "anak broken home" itu, tentu dilanjut dengan bit dari Adjis dan Awwe yang membuat rahang penonton pegal . 
Tepuk tangan penonton juga menyambut penampilan Arya Novrianus dengan begitu tidak sabar .



Penampilan Arya Novrianus
 Dan ini dia...... Arya Novrianus......

Lemparan-lemparan setiap bit oleh Arya Novrianus memang terdengar begitu ciri khas. Pembawaannya yang santai membawa penonton mengisi malam itu dengan tawa tak hentinya.Ya, tentu luar biasa !

Penampilan Duo MC, Adjis dan Awwe memang selalu tidak kalah menarik. Membangkitkan tawa penonton dari lemparan bit ke bit. 














kalo saya bisa bilang, capek banget ketawa. Dari cuma ketawa, ketawa sampe nangis, ketawa sampe sakit perut malem itu!
 

Kekonyolan Adjis dan Awwe saat meriffing penonton

Dan sampailah detik-detik Adjis dan Awwe mengiring kita ke penampilan dari Sang Tuan Rumah, Krisna Harefa .

Cahaya lampu menyorot ke sudut panggung tempat Sang Tuan Rumah memulai langkahnya menyambut ratusan penonton dihadapannya yang akan membawa ia meraih mimpinya...

Dan inilah sang Tuan Rumah, Krisna Harefa




Langkah kakinya terlihat begitu pasti beriringan dengan senyum yang ia lempar kehadapan penonton. Dengan sweater hitam berpadu orange, celana jeans dan sepatu merah ia terlihat siap menjalani mimpinya ini. 
Berdiri didepan 300 penonton, dengan sorotan cahaya fokus pada aksinya, ia membuka dengan tepuk tangan serentak semua penonton. 
Dan Ibunda Krisna Harefa juga hadir menyaksikan Spesial Show tersebut. Betapa bangganya Krisna Harefa malam itu.

2 tahun menggeluti dunia Stand Up Comedy, inilah Spesial Show pertama dari Krisna Harefa. Materi yang ia miliki selama ini tentu saja semua tersampaikan dengan ciri khasnya malam itu.

RUANG TAMU, ia mulai menjelaskan kenapa konsep yang ia pilih adalah RUANG TAMU.
Bagi yang sudah membaca blog Krisna Harefa tentu sudah tau alasannya. Ya, karena Krisna Harefa merasa RUANG TAMU adalah tempat dimana ia lewat keluar masuk rumah, baca koran, nonton TV bahkan wifi paling kencang dirumahnya ya di RUANG TAMU. 
Banyak inspirasi yang sepertinya Krisna Harefa dapat dari RUANG TAMU. 

Penyampaian bit juga dengan aksi panggung yang menarik malam itu


Materi Krisna Harefa memang dikenal diangkat dari hal-hal yang kecil yang sebenarnya kadang saya sendiri pun gak kepikiran sama hal itu.
Dan malam itu, Tuan Rumah membawakan materinya dari mulai mengenai hal-hal di rumahnya hingga membahas hal-hal yang terjadi di Negeri kita tercinta ini. 

Apa kabar penjabat dan para Jendral Negeri kita? :))

Mulai dari kebiasaan Ibunya, Ayahnya hingga mengalir kearah Pendidikan, Olahraga, Prostitusi, Pedagang, Nasib para mantan Atlet hingga Penjabat di Negeri kita ini
Begitu manis ia rangkum dalam bit-bit yang membuat saya dan penonton lainnya tak henti membuka rahang untuk tertawa. 
Dari posisi duduk saya yang tegak hingga lelah lalu bersandar lalu tegak kembali, itu semua karena begitu pegal tertawa. 

Hal-hal tersebut ia jadikan beberapa bit yang begitu berciri khas dengan dirinya. Sorakan penonton begitu keras ketika ia melempar bit-bit tentang prostitusi. Sungguh melelahkan otot pipi saya. 1 jam lebih di buat tertawa malam itu. 

Ada kejutan juga datang dari Kukuh Adi dan Andi Gunawan yang menemani Tuan Rumah bersenandung berisi lirik menarik yang dibuat oleh mereka. Kukuh Adi yang mengiringi dengan petikan gitar.


Kukuh adi, Tuan Rumah dan Andi Gunawan saat memberikan pandangan dengan cara yang berbeda


Ya, yang datang malam itu tentu saja tidak akan melupakan lirik dari lagu yg mereka bawakan. 
" Dia anak jendral, kalau kenapa-kenapa kamu pasti terpental..
Dia anak jendral, kalau kenapa-kenapa kamu pasti terpental.. "

Disela-sela lagu, Andi Gunawan menyelaraskan dengan lirih kalimat-kalimat juga tentang hal-hal mengenai Penjabat dan Anak Jendral di Negeri kita tercinta ini.  
Pesan terakhir di lagu itu adalah, 
" Salah adalah Siapa Kamu, Bukan Siapa Orang Tuamu "

Sampai saat ini maknanya masih terngiang jelas oleh saya. Dan mungkin bahkan oleh seluruh penonton di Gedung Pertunjukan Bulungan malam itu. 

Tuan Rumah tidak berhenti di penampilan itu, ia masih berlanjut dengan materinya mengenai Pedagang yang membuat tawa penonton semakin keras bergema malam itu.

Puncak aksi Tuan Rumah, begitu luar biasa!

Beberapa bit terus dilempar membuat tak hentinya saya tertawa. Tepuk tangan penonton terus meramaikan penampilannya. Hingga bit terakhir dilempar yang memecahkan seluruh tawa malam itu.  
Yap, Standing Applause untuk Tuan Rumah, Krisna Harefa !

Dan berakhir sudah Spesial Show RUANG TAMU oleh Krisna Harefa...




Seluruh pengisi Show RUANG TAMU hadir diatas panggung, ucapan terimakasih oleh Tuan Rumah kepada penonton disambut dengan tepuk tangan yang begitu meriah. 
Inilah mimpi dari Tuan Rumah, Krisna Harefa yang kita semua ikut membantu mewujudkannya. 

Terimakasih untuk Spesial Show RUANG TAMU yang begitu menyenangkan dan sukses! 

Saya berharap ini bukan Titik akhir, tapi akan ada titik-titik lain yang Krisna Harefa wujudkan setelah ini. 


Ini foto-foto saya dan teman-teman selesai acara Spesial Show RUANG TAMU .... 
Bersama dua wanita cantik penyambut pintu masuk Ruang Tamu, Muchlisa Choriah dan Genesti Rahayu


 Dengan ditemani shoutcap TUAN RUMAH, saya bangga hadir malam itu bersama pasukan dari Stand Up Comedy Cikarang ( @StandUpCikarang ) .





Semua foto diambil oleh : Umam Agafi ( @umamagafi )