Kamis, 27 Desember 2018

aku mencintaimu bukan karena mencari-cari
tidak kutemukan alasan mengapa aku bisa
aku hanya sekadar mencintai
hingga mampu berada, tak ingin pisah

namun aku tak tahu
benarkah ada kesempatan
yang benar-benar datang padaku
yang tak punyai apapun untuk kau banggakan
ketimbang deretan perempuan lain yang mereka inginkan

waktu yang terlalu singkat
aku belum dapat menerka jawaban
dari sekian pertanyaan dan kegelisahan

bukan karena kamu atau mereka
tapi karena aku
yang belum bisa menempatkan diri
pada hidup yang semakin sempit ini

Jumat, 21 Desember 2018

aku bukanlah bunga yang siap merekah ketika musim datang
aku bukanlah harum yang berhembus ketika hujan
aku bukanlah jingga yang indah ketika senja

lalu untuk apa kau masih ada?

Senin, 26 November 2018

ketika mentari kembali
menyinari sudut bagian hati
yang pernah mati kesekian kali


lalu sinarnya mengunjungi
setiap celah yang pucat pasi
menjadikannya cerah lagi


bukan karena mencari
atau siapapun yang mendatangi hati
ini hanya sekadar bahagia kembali


setelah musim berganti
angin datang kembali
membawa kabar yang baik


teruntuk hati yang pernah sakit lalu mati
lalu hidup kembali
selamat datang mentari..


AKU MENYAMBUTMU DENGAN SENANG HATI

Rabu, 14 November 2018

sudah tahu tandanya ketika aku gelisah?
ya, setiap kali ada postingan pada blog ini
sudah tentu pemiliknya sedang dilanda tidak enak hati
sudah tentu pemiliknya sedang sendiri
tidak ada yang bisa menjadi tempat curahan hati
selain halaman kosong ini
yang lalu ku isi dengan satu persatu huruf dari papan keyboard

tak melulu hal yang berat pastinya
gelisah bukan hanya perkara patah hati
gelisah bukan hanya perkara aku susah hati
hanya saja sesal dan sesak yang tak bisa aku ungkapkan pada hari-hari
ingin marah tapi aku tak punya alasan
ingin menangis aku juga tak terlalu lemah
ingin teriak aku malas

berkali-kali hanya bisa menghembuskan nafas terengah
sembari bibir cemberut
alis merengut

oh, bahagia
datang saja sebentar
tidak usah lama-lama
paling tidak buat aku lupa
pada gelisah yang ada


benar,
jika jatuh cinta bukan hanya perkara angin semilir lewat celah jendela
yang bisa dicegah dengan menutupnya padahal kau sadar
angin tak lantas pergi
tapi datang bersandar pada dinding
membuat dingin didalamnya

benar,
aku tidak pernah bisa mencegah
kapan ia datang
dengan maksud apa ia berhembus
memberi sejuk pada panas
atau memberi tiupan pada api


kenapa aku harus terus duduk diterpa angin
harusnya aku pergi
singgah di tempat yang lain..



Selasa, 13 November 2018

si anak lemah,
maaf. maksudku perempuan lemah.
bukan anak-anak lagi kalau aku namanya.

perempuan keras kepala yang lemah pada rasa sayang
apalagi sudah kurasa peduli dengan segala setiap centi dalam hidupnya

sayang sekali,
aku jatuh lebih dulu sebelum aku mampu melihat ke dalam sana
ada apa dan bagaimana cara aku bisa merangsak masuk
jika baru datang saja aku sudah terjatuh, payah. 

ya, perempuan ini memang sudah mejadi langganan kesalahan
tidak sekali-dua kali
mungkin sudah delapan puluh persen cerita sesak dalam diarynya

menangis sudah bosan
tertawa juga sudah lelah
entah ekspresi mana lagi yang belum ku coba untuk menghadapi masalah hati

musim semi yang dulu itu sedang kemarau
semoga Tuhan masih mengizinkan ia kembali bersemi
tepat di tempat pernah aku dan dia salami
tidak banyak cinta yang tertolong masuk dalam bahagia
tidak juga banyak bahagia yang tertolong hanya karena mencinta
aku adalah pilihan yang tiada diantara keduanya
si pengasih yang hanya ingin melihat bahagia
bukan lantas terus harus merasa dicinta
bukan aku yang tak tertolong
tapi kisahku yang enggan meminta tolong
pada waktu maupun hati
juga situasi

aku yang memilih meracau
mengacau pada rasa yang sakau
yang kita buat berujung pada galau

ah, aku lemah pada rasa mencintai
pun aku lemah pada menyerah

jangan salahkan alasan mengapa aku bertahan
jika hanya untuk kau berkilah saat engkau kelelahan




Ada rasa sedih yang tertahan dari dalam hati yang bertahan
Atas kasih yang ku biarkan datang mengalir deras pada raga yang tak mampu ku rias
Ada harap diantara rasa sesal yang kemudian datang 
Masih mengasihi sayang yang baru saja ku lantangkan keras

Lalu hadir gelisah diantara tidak percaya
Atas waktu yang pernah ku rasa bahagia

Mengapa hati mudah tersinggung
Bahkan pada hal yang harusnya bukan jadi alasan termenung

Lantas mengapa aku harus resah
Atas hati yang sudah dipasrahkan terludah

Ia dekat dengan jangkauan pelukan
Tapi mudah juga pergi tak berbekas

kamu, musim semi di alun-alun bekasi.

Senin, 05 November 2018

aku si bodoh yang tak kunjung jera

sudah berlari jauh, melupakan lelah

tapi nyatanya aku bersandar pada tembok yang lemah

lalu air mengantre dibalik mata

siap-siap terjun bebas pada dinding wajah

selamat datang LUKA


Aku yang tidak teguh pada prinsipku sendiri
Melarang hati mencintai
Nyatanya rasa tidak pernah bisa ditawar
Untuk tinggal diam

Lalu aku sendiri yang terpanah
Dalam kisah yang tak mungkin menyisakan indah

Senin, 22 Oktober 2018

kala rindu
membelenggu

kala rindu
diam seperti batu 

kala rindu
menggebu

kala rindu
ia hilang dari buku

kala rindu
hanya kata bukan temu

Minggu, 23 September 2018

mungkin kau tidak benar-benar mengikuti langkahku
tapi aku tahu, kemana aku pergi
kau ada disana selalu jika kau mau

aku tahu kau tidak benar-benar ada pada jalan lain
aku tahu kau masih pada tujuanmu
menemaniku

hingga aku benar-benar bahagia..

Senin, 17 September 2018


mati senyumku diantara lemas raga. tiada membara aku bangkitkan asa. 
hancur mimpi memperingatkan asa. aku yang lengah pada angan. 
terbang jauh harga diri. disudut ruang tak terkasih. 
aku si penyuka kelam. aku yang memilih gelap. 
sebahagia mana yang bisa aku jadikan klise. pada ruam yang benar-benar bukan kamuflase. 
terhimpit dalam lirih. bahkan bukan bahagia yang menilik. 
waktu benar-benar kejutan. kemana dan sedalam mana aku seperti di hutan.
Tuhan tidak pernah ingkar. kemana bahagia maka berjuang diatas luka. 
semoga aku tidak salah paham. atas semesta alam yang datang tanpa pesan. 
panggilan yang tak tertulis asalnya. jawaban yang coba ku paksakan mengarah logika.
lantas aku datang. semoga saja bukan gerbang mengarah sengsara. 
hal yang menyedihkan dalam hidupku adalah ketika aku kehilangan senyawa dalam diriku
yang tak terenggut tapi ia enggan ada
seraut senyum yang tak lagi menepi diantara garis pipi 
hidupku serasa kelu menantang semua bahagia
aku selalu diam dalam diam yang ku buat
aku ingin pergi
semacam menyenangkan diri
memanggil ruh-ruh bahagia yang entah terlepas dibagian bumi mana
aku ingin bermain
melupakan satu tingkatan serius dalam fikiran
hanya bermain
bercanda hingga senja
lalu baru aku mau kembali
menghadap hidup seberapapun rumitnya


aku sudah kembali
mengais-ngais rasa kasihan
aku datang lagi
dengan lemah aku tak bernyali

aku hanya menunggu
hingga nanti api menjadi abu
dan aku
tetap bersandar lesu disitu




Rabu, 12 September 2018

Anggap saja aku  yang tak pernah pergi meskipun kau pergi,
yang tak pernah pergi meskipun kau diam,
yang tak pernah pergi meskipun kau datang,
yang tak pernah pergi meskipun kau hilang


Anggap saja aku yang tidak menanti
pun secuil harapan yang pernah terlintas dalam angan..



Barangkali kau tidak lagi perlu tahu tentang aku

Tentang kebahagiaanku

Tentang bagaimana aku menghapus perih

Tentang bagaimana aku bersandar pada lelah

Bagaimana aku menguatkan aku




Barangkali kau juga tak lagi perlu mengerti

Kenapa aku harus selalu berbahagia

Diatas semua yang ada dalam pikiranku

Saat ini, esok dan nanti.. 


Rabu, 05 September 2018

ketika semesta tidak pernah mendukung ketika kau lelah
ketika semesta abai pada hatimu yang ingin teduh
ketika semesta pergi seakan kau sendiri

sepi..
aku rasa pada hati
tanpa siapa-siapa yang hadir
bahkan hanya untuk melipirkan senyum pada bibir ini


aku malas
berjuang pada aku
si penyuka salah
atau bahkan si selalu salah

aku malas
mengerti si benar
si yang selalu benar

karena aku yang selalu tak bisa
menjadi benar
atas semua kebenaran ataupun kesalahan

Senin, 03 September 2018

dia
mungkin satu yang pernah membuatku merasa bahagia

dia 
mungkin satu yang pernah membuat aku merasa sadar

dia
mungkin satu yang sesungguhnya tak pernah ada

dia
mungkin satu yang hingga kini hanya pelampiasan

dia
mungkin satu yang membuat aku tidak pernah ingkar

dari janji untuk tidak menyayanginya..



Jumat, 31 Agustus 2018

Jangan bawa rindu
Bila tidak ada kamu disana

Jangan bawa rindu
Bila bukan kamu yang berkata

Aku mau kamu
Tapi entah dengan semesta

Aku mau kamu
Tapi entah dengan rahasia Tuhan 

Bila aku mau rindu
Aku mau kamu didalamnya

Bila aku mau rindu
Aku mau aku dengan kamu disana 

Rabu, 29 Agustus 2018

kenapa nyaman selalu ada denganmu
kenapa senang selalu saat berada didekatmu
kenapa bahagia selalu dalam hangat tanganmu

jika kembali adalah mudah
jika mencintai ada mudah
jika menangis adalah mudah

maka aku datang
bersama seribu mimpi-mimpi yang pernah tertulis

maka ku hadirkan
semua rasa yang sudah pernah beradu menjadi satu



tertanda,
aku yang sedang kesulitan mengartikan kemudahan

Selasa, 28 Agustus 2018

ketahuilah..

bahwa pertama, 
aku tak akan bicara tentang rasa

kedua,
aku tak akan rasa tentang cinta

karena aku,
sedang tak mau bermain di ladang kecewa


aku pernah menitipkan rindu pada hari
yang sesungguhnya ia sepi tak berpenghuni
lalu aku lari dari diri
yang terus mendalami rindu
dalam perih..




Jumat, 13 Juli 2018

Jangan ganggu aku yang sedang dalam nestapa rindu
Jangan dekati aku yang sedang meniti sendu
Bukan kamu

Atau dia

Biar aku

Menggarap kembali mimpi

Tanpa indah

Agar indah

Hanya nyata

Bukan mimpi


Minggu, 08 Juli 2018


percayakan pada waktu
siapa yang benar-benar mampu
membuat garis waktu
beranjak maju....

Senin, 02 Juli 2018


yang terjadi
aku kan pergi 
bukan kembali

yang kembali
kau ingin pergi
lalu terjadi


senandung sheila on 7

seandainya ada kamu

aku yakin angin lebih kuat berhembus

tidak sesak

Jumat, 29 Juni 2018

aku pamit

dari menyapamu

kembali

ke ruang sepiku

bersama mentari

kuhadapi sendu


sayangnya, aku pergi dengan luka. 
tapi baiknya, kamu lebih baik tanpa mengenalku.

kepadaku
bukan berarti kau bebas mencaci

kepadaku
bukan berarti kamu boleh memaki

kepadaku
yang salah padamu
izinkan maaf

kepadaku
yang mengecewakanmu
izinkan belajar

kepadaku
kamu
bukan berarti semaumu


Rabu, 27 Juni 2018

sudah tidak ingin rasanya berdebat denganmu

aku sudah di titik malas

tak ingin bicara

biarkan saja waktu menyelesaikan

melewatkan doa di sepertiga malam
pada hari ke enam
aku tahu, ketika itu setan datang
melelapkan aku dalam kenyenyakan

padahal aku hanya ingin membiasakan
bangun untuk beribadah di sepertiga malam
agar aku tahu
bagaimana caranya melawan setan
yang membuat aku memikirkan selain Allah

Selasa, 26 Juni 2018



harusnya aku menundukan kepala
setiap kali melihat
karena aku selalu tak mampu membiarkan pandangan
diam sampai di mata saja



kau datang disaat aku melupakan

bukan kali pertama

tapi selalu..




Terimakasih kamu yang membiarkan

Terimakasih kamu yang mengajarkan

Karena hidup tak berupa datang dan tetap

Tapi datang, belajar lalu pergi

Semoga aku tetap mandiri

Belajar mengenal keputusan sendiri




Senin, 25 Juni 2018

aku berat

menahan rindu

dan lemak diperut

huh

andai saja diet berlaku pada rindu

ingin kususutkan 

hingga tidak terlampau berlebih 



kebanyakan lemak, aku sulit bergerak

pun sama kebanyakan rindu

aku sulit mengadu




Jika dingin

Pastikan kamu tidak diluar

Masuklah

Hangatkan dirimu

Meski dengan menggenggam tanganmu sendiri

Atau memeluk kedua lututmu

Karena menghangatkan lebih baik

Ketimbang kamu menahan kedinginan 

Nanti menggigil...



Rindu itu halusinogen


Memaksa saraf otak berhalusinasi


Jumat, 22 Juni 2018


menghela nafas, aku

menoleh, aku

tetap berjalan, aku

berbahagialah, 

kamu



aku hanya akan berdoa

untuk apa-apa yang menjadi kesukaan Allah

biar aku memakan egoku

asal Tuhan tahu mana yang terbaik untukku

menyayangi yang paling benar adalah dengan mendoakan

semoga semua menjadi seperti yang seharusnya

semoga Tuhan merestui apa-apa yang menjadi jalanku

meski hanya milimeter

percayalah, aku ingin lebih baik daripada kemarin

semoga Tuhan segera mengampuni

segala yang pernah menjadi buta karenaku

semoga Tuhan masih mau mendengar semua doa

yang ku panjatkan untuk mereka yang pernah ada menyayangiku



aku memilih tidak memintamu kembali
aku memilih tidak mengharapmu kembali

bukan karena aku tidak rindu
bukan pula karena aku tidak ingin

tapi aku tahu,
datangnya aku bukanlah yang kau ingini

perginya aku,
adalah yang kau harap

Kamis, 21 Juni 2018

mentari

ia datang

cerah

bersama angin

mengitari langkah

sejuk

menenangi



agendaku, melelapkan tidur dimalam hari untuk hari ini, esok dan seterusnya. 
lalu, membangunkan diri di sepertiga malam. 
meminta segala kebaikan untuk arah hidupku.

semoga Tuhan terus menguatkan sabar
karena aku selalu melemah tentang itu
semoga Tuhan juga menguatkan ketabahan
karena aku yang belum mampu mempelajari itu


Rabu, 20 Juni 2018

Dengan ini aku melanjutkan rangkaian cerita yang pernah ku tulis lalu ku sematkan dalam diary hari ke hari. Dimana saat aku terluka, ketika aku sepi, dibalik kesendirian ini aku adalah seorang yang seringkali menangisi malam. Karena malam datang padaku membawa memori-memori tentang aku yang pernah bahagia. Tapi diakhir waktu menjelang pagi ia menghadapkan pada akhir mengapa aku lagi-lagi kehilangan kesempatan menggenggam itu semua. Aku yang merelakan malam-malam tanpa memejamkan mata. Hanya untuk menyadari betapa bodohnya diri. Berulang menjadi pribadi yang tak pernah mau mengerti. Entah kapan aku tersadar, apa alasan aku diciptakan. Entah kapan aku pahami, mengapa luka dihadirkan. Aku masih duduk disini, bersama sepi yang berkerumun menghampiri.
apa artinya jika aku mencintai?
lalu apa artinya jika belum atau bahkan tidak?
aku akan sama-sama kehilangan.

catat.

hari dimana pilu mengetuk pintu

lalu aku

tak membukakan

namun rupanya ia menjadi udara

merangsak masuk lewat celah celah jendela

membuat aku menghirupnya

ku hempas

hirup kembali

sampai sesak aku

mataku kelu

bergelimang dalam satu ruang semu

penuh nada-nada minor sendu

ku hentak

ia enggan pergi

bahkan semakin menjadi

hingga aku hanya bisa menangisi

bait demi bait ku tulis

menjadi pengganti percakapan malam ini

dan malam kemarin

sampai esok hari datang lagi

mungkin sampai ku lupa

mengapa aku berkelahi

dengan ego dan hati

ku menangkan kuasa diri

tanpa berfikir

mengapa kau datang lantas pergi

tanpa seucap kata pamit yang manis

aku kehilangan
jiwa-jiwa yang mengisi hari
mendamba datang
tapi nyatanya telah pergi

aku tak tahu diri
jika aku inginkan kembali

lalu aku berdusta
jika aku tak lagi ingin memeluknya

aku, pendosa.

menangis aku
pada sudut yang selalu ku buat kosong sepi

menangis aku
pada titik yang ku buat gelap karenaku

menangis aku
karena kesengajaanku bermain-main pada diri

kini
menangis aku
begitu dalam
hanya sendiri

buruk
aku terpuruk
pada satu waktu menusuk
membuat aku hanya bisa meringkuk
pada keadaan aku sendiri lantas membusuk

Senin, 18 Juni 2018

kini aku menduduki panggilan pergi yang Tuhan dan kau berikan

bisa jadi ini adalah jalan kebaikan dimana aku harus tetap bersyukur walaupun kehilangan

atau bisa jadi ini adalah waktu yang berjalan maju lebih cepat dari yang belum aku bayangkan

semua akan menjadi baik ketika aku tidak tumbuh menjadi pribadi yang menganggap hutan adalah istana boneka

semua akan kembali ketika aku mampu bergerak, maju dan terus berjalan bersama dengan aku yang seharusnya paham apa yang selama ini kalian bicarakan

semua akan menjadi baik dan seharusnya ketika aku pulang kearah Tuhan berada

aku berkilah, mencari jalan dari kekeliruan arahku hingga aku berputar tiada jua bertemu dimana jalan keluar

aku berkilah, aku yang berenang, mendaki, berlari pada kebenaran dikepala

padahal itu tidak tentu berujung pada muara

kamu pernah menghidupkan kembali waktu yang mati diantaraku
aku pernah mendatangkan kembali sakit yang sudah kau buat pergi mati diantara hidupmu
lalu ketika semua kembali seperti sebelum aku dan kau, hidupkan dan datangkan, kepada siapa aku menyalahkan?
kepada aku, yang memilih mati ketika kau datang menghidupkan.

Minggu, 10 Juni 2018

tidak semua hal yang kau anggap baik
adalah kebaikan untuk orang lain

tidak semua hal yang kau anggap mudah
adalah mudah pula untuk mereka

tidak semua hal yang kau pilih
menjadi pilihan mereka

dan tidak selamanya hidupmu semudah apa yang mereka fikir
mereka terka
mereka lihat

karena kau menggunakan kakimu
sementara mereka hanya menggunakan mata
bahkan yang terdekat darimu
seakan mereka tidak pernah mau ikut berjalan berbagi langkah denganmu

karena itulah
aku pesimis
terhadap apa apa yang mereka cita kan
aku pesimis
pada kemampuanku menggapai cita nya
aku pesimis
terhadap mereka kepadaku

Rabu, 30 Mei 2018

jangan buat aku pergi
dengan segala kekacauan dalam kepalaku
biar apapun yang aku katakan
tetap genggam jangan lepasku

karena aku bukanlah aku yang mampu pergi dengan keadaan yang baik
aku bukanlah pemarah yang mampu mereda dengan dirinya sendiri

sendiriku ialah aku yang menyulut amarahku sendiri
dengan membenarkan hal apapun yang mampu membuat aku hilang

aku adalah sumber kekacauan itu sendiri
aku adalah yang tidak pernah mampu belajar dari hal yang pernah datangiku

jangan dekati, lagi

aku tidak akan pernah menjadi baik.

Selasa, 29 Mei 2018



Tidak pernah ada yang lebih baik daripada memberadakan hati pada satu lingkaran. Biarkan ia diam, tetap disana, tidak pergi kemana bahkan tidak untuk berusaha kemana-mana. Biarkan senang, sedih bahkan dusta tetap pada lingkarannya. Seberapapun rasanya, semua lebih baik daripada membawa hati ikut berlari-lari bersama obsesi yang tak tahu kemana tujuannya. 
Biarkan hati beristirahat daripada terpatri pada mekanisme hidup yang belum pernah aku bisa tangani bahkan tengahi. 
Cukupkan kaki yang berjalan, berlari bahkan tersandung pada kejutan-kejutan indah dunia. Cukupkan rasa tidak untuk berdiri berpegang kepada hati. Biar rasa menjadi biasa, bahkan biarkan rasa menjadi logika yang selalu terfikir didalam kepala tanpa harus menunggu terluka. 

Kamis, 24 Mei 2018


Jika aku tak indah
Maka darimana aku bisa bercahaya
Atau mungkin aku tak sadar 
Sebenarnya aku tak bisa berlari
Selama ini hanya berjalan
Memutar pada satu lingkaran yang sama
Lagi dan lagi

Aku semakin ingin berjalan kearah sana
Rumah yang mungkin ku cari
Cara yang mungkin membuatku jauh lebih baik dari ini

Barangkali waktu dan takdir cepat berpihak kepadaku
Membawaku segera menjadi mereka
Kebaikan-kebaikan Aisyah
Secepatnya..

Menjadi perempuan yang bisa memberadakan diri
Tangguh bukan banyak mengeluh 

Rabu, 23 Mei 2018

Yang aku takutkan jatuh kembali kedalam pelukmu
Lalu aku terjebak dalam drama yang pernah kita buat sebelumnya
Aku takut untuk kembali jatuh cinta
Karena jalannya sudah tak lagi sama
Tak tahu jika Tuhan berbaik hati menetapkan takdir seperti dalam doa kita

Senin, 21 Mei 2018



Rasa tak perlu dimanja

Biar ia bermain sesukanya

Asal ia tak tinggal disatu tempat nyaman

Yang membuatnya enggan berpindah




Seharusnya tidak ada yang perlu aku takutkan dari kehilanganmu
Toh aku berulang kali hanya menjadi radio tape
Tempatmu memutar lagu-lagu kesukaanmu


Seharusnya juga tidak ada yang perlu aku takutkan dari merindukanmu
Karena tak satupun rasa ku izinkan bersemi didalam sana


Kamu masih yang terbaik
Bahkan ketika aku membenci semua yang pernah ada
Karena aku tak pernah benar-benar mampu merelakannya hilang
Tapi aku harus

Minggu, 20 Mei 2018

Mana yang ku sebut rindu
Jika itu datang tak menentu
Jika itu tertuju untuk hal yang tidak perlu

Kamis, 17 Mei 2018


Rindu membuat aku memaafkan segala rasa yang pernah aku benci

Rindu membuat aku hilang dari sudut yang penah terkutuk mati

Rindu membuat aku berada pada rasa yang seharusnya sudah tak lagi ku dekati

Selasa, 15 Mei 2018


kamu masih yang terhebat
bukan hanya karena kau yang tersayang
tapi karena setiap waktu terasa begitu nyaman
walau hanya sekadar bicara



Ada rasa yang enggan berpaling 
Apalagi ketika sepi

Hati masih ingin
Bergurau dengan kerinduan

Senin, 14 Mei 2018


Aku tidak suka memberi tahu
Barang sedikitpun hal yang membuat aku kadang tak suka

Bukan aku kuat menahan kesal
Hanya saja aku malas bersahut alasan



Bukan Tuhan tak mendengar
Mungkin waktunya belum tepat untukku

Atau mungkin Tuhan punya kebaikan lain
Untuk aku nikmati.. 



Kamis, 03 Mei 2018

Tidak pernah ada kata yang sempat ku ucap

Untukmu Sang Pemilik hariku kini

Semoga esok kau masih ada

Untuk membuat setiap pagiku berbahagia

Rabu, 02 Mei 2018


Aku terlalu ingin pujian

Sehingga aku lupa diri

Apa yang telah Allah berikan

Minggu, 29 April 2018


Kenapa aku rindu?

Mungkin sejatinya karena kau yang membentuk itu.

Rabu, 25 April 2018


Sebuah kalimat yang aku suka
Tapi belum tentu aku mampu

Sebuah tujuan yang aku mau
Tapi dengan sengaja aku belum mau

Hidupku..

Selasa, 24 April 2018

Percayakan padaku tentang kasih dan sayang
Lalu aku tidak bisa memberi lebih selain itu

Kecintaan membuat aku setia
Membuat rela melelahi diriku



Kamis, 19 April 2018


aku takut jatuh cinta
kepadamu pemberi aman dan nyaman

nyatanya,
jatuh cinta tak pernah semudah itu
bahkan aku tidak berlari
ketika ku tahu aku akan terjatuh


Rabu, 18 April 2018


Dan aku tidak bisa membedakan

Mana waktu yang tepat dan kemana tujuan yang tepat

Untuk aku mendamaikan

Beberapa lara dan asa




Ada hal yang aku tidak suka dari kebiasaan

Yaitu takut kehilangan.. 


Senin, 16 April 2018



Aku sedang butuh ketenangan
Dan mengapa ia menyambut dengan begitu bijak?

Masih ingatkah ia
Dengan sekian gundah yang dulu ia pernah damaikan? 






Kemudian aku memiliih untuk melihat
Ke arah dulu aku pernah singgah
Menempatkan hati sekian lama

Lalu aku kehilangan
Sekian rasa yang pernah ramai menggugat

Entah
Apa yang saat ini aku inginkan

Tapi ku pastikan
Bukan dirinya..

Senin, 09 April 2018


Jangan sampai

Aku jatuh hati

Hanya karena diri

Yang sedang ingin dicintai

Jumat, 06 April 2018

Tidak pernah menyenangkan menjadi aku

Yang berselimut kesalahan

Padahal aku bahagia

Dimana kebenaran yang justru orang lain inginkan

Padahal tidak untukku..

Aku sedih atas setiap kebenaran yang datang kehadapanku

Karena aku tidak pernah bisa menyangkal

Bahkan aku hanya terus berjalan

Dengan aku yang tetap bersama kesalahan

Kamis, 05 April 2018

Barangkali aku terlalu sibuk iri

Hingga aku tidak belajar bagaimana berdiri dengan kakiku sendiri

Setiap mengingatmu
Selalu ada rasa yang menggebu
Entah itu marah atau malah rindu..

Rabu, 04 April 2018

Sepertinya terulang
Bagaimana aku menghadapi kekacauan pikiranku
Bagaimana aku menyikapi rapuhnya jiwaku

Tak pernah ku dapati jawaban
Bagaimana aku harus bertahan

Dan bagaimana kelak aku tetap tegap berjalan.. 

Selasa, 03 April 2018

Aku takut jatuh cinta

Kepadamu.. 

aku ingin kau bawa aku jatuh cinta
tapi tidak sedalam itu

aku ingin kau bawa aku bahagia
tapi jika pergi jangan meninggalkan luka

bisa?


Senin, 02 April 2018

Kalau bukan karena banyak yang menyukai aku tersenyum
Mungkin aku sudah memilih termangu
Ditepian sungai bersama ragu

Kalau bukan karena mereka yang aku sayangi
Mungkin aku sudah tidak peduli
Pada aku yang semakin tidak tahu diri

Aku kehilangan indah
Aku kehilangan cita-cita

Bahkan aku bersahabat dengan kepalsuan

Memanipulasi hilang dengan tawa..

Aku tidak bisa berhenti mengasihani aku

Yang rapuh semakin keruh

Hidupku mau-tak mau

Lalu tadi aku sempat berdoa
Untuk dia yang namanya tak pernah ku perkenalkan sebelumnya kepada Tuhan

Coba, mana tahu aku masih bisa percaya
Tuhan masih mendengarku

Seseorang,
Bantu aku.

Sentuh hatiku

Walau untuk kau pergi
Paling tidak, aku ingat lagi
Bagaimana cara memakai hati

Sesulit ini aku sekarang
Hidup tanpa rasa
Tertinggal logika

Bahkan harusnya ia sadar
Ia tak bisa hidup sendiri

Aku sedang berusaha, sangat berusaha
Menyentuh kembali hati
Agar ia tahu, ia masih bernyawa


apabila datang kembali hati
akankah datang kembali luka? 

apabila tak lagi ada hati
adakah bahagia?

apabila aku diam
akankah Tuhan memberi gerak?




Sedang memperkenalkan kembali hati kepada rasa

Hati yang sempat usang dimakan masa

Biar ia tahu kembali bagaimana merasa

Agar ia tahu kembali bagaimana bahagia


---------ooo00000ooo---------

Selasa, 20 Maret 2018

Entah ada apa, lalu tiba-tiba hatiku kelu
Entah bagaimana tiba-tiba aku berair mata
Oh Tuhan, aku sedang puasa
Tolong kuatkan.. 


Rasanya baru saja, belum lama
Kenapa harus secepat ini wahai kau air mata?
ada emosi ketidaksabaran

ada emosi kekesalan

ada emosi kerinduan


pada seorang untuk melangkah bersama

pada seorang untuk bahagia bersama

pada seorang untuk mendekap erat
terseok 

dalam biduk

rasuk



ku semai

lumai

pantai



pawai

ramai

aku masih mengumai



tidak ada yang bisa membawa aku pulang
kecuali bersama-sama

tidak ada yang bisa membawa aku pergi
kecuali aku ingin

karena tidak ada petang
ketika aku inginkan fajar

Senin, 19 Maret 2018

baiklah
minggu ini, ya. 

setelah itu, sudah. 



maaf telah menorehkan luka
lagi dalam-dalam

terimakasih untuk waktu yang singkat, sayang. 

Jumat, 16 Maret 2018

Perih bilur meyadur alur seraup berpadu-padu pada waktu. Bisu. Ragu.

AKU

Kamis, 15 Maret 2018

mungkin karena ku terlalu banyak salah
terlalu cepat terbakar amarah
hingga mungkin Tuhan ragu
kemana aku harus ditunjuk melaju

biar,
biar doaku menjadi penguatku
untuk siapapun yang bisa ku sertakan
dalam tiap sujudku


maaf untuk aku yang tak punya hati
maaf untuk aku yang menuntutmu untuk terlihat lebih baik
maaf untuk semua sikap yang tak pantas kau terima
maaf untuk segala maaf..

untukmu, Si Penyayang.
aku ingin kau dekap lagi
seperti kemarin

aku ingin kasih itu lagi
yang sama seperti dulu
ketika aku belum melukaimu

Rabu, 14 Maret 2018

kalau kau sudah lelah berjuang
aku apalagi
aku bosan
maunya duduk manis
terus bahagia

nggak pake capek-capek
atau drama-drama

orang lain aja percaya
aku  bisa dapetin yang lebih baik
bukan yang sama aja
atau lebih buruk

masa aku nya sendiri ga yakin akan itu

tinggal berdoa aja
pasti dikabulin
tapi mungkin lagi antre aja diatas sana
sabar..
Rasanya memang lebih baik sendiri

Lebih bahagia sendiri

Berharap pada diri sendiri

Lalu melakukannya sendiri

Karena kadang, hanya diri sendiri yang mampu mengerti



Aku si egois,

Yang belum mau menjadi tidak. 

aku malas pada semua kata yang tidak nyata

lalu aku hanya akan mengabaikan

jangan salahkan

Selasa, 13 Maret 2018

Sebenarnya aku tidak sabar
tapi Tuhan bilang, sabar adalah ujian terberat
berarti kalau aku lulus, aku hebat

Sebenarnya aku sangat menanti
datangnya hari untuk aku berbagi
bahagia kepada alam semesta

tentang aku yang tak lagi di rundung ragu
tentang pilu yang tahu kemana harus terpaku
tentang rasa yang pasti kemana akan berlabuh

tentang aku,
ceritaku
dan penghujung lelahku

Kepada Sang Pemilik Hati,

Jika tenang bukanlah jalan untuk hatiku

Maka beri aku suara agar hati mampu teriak

Melepas segala alasan untuk bahagia



Kepada Sang Pemilik Hati, 

Cukupkan aku pada semua rasa kecewa

Agar aku tidak perlu lagi miliki amarah

Atas perlakuan alam pada rasa


air tidak pernah bilang kemana ia mengalir
lalu api tidak pernah berkata kemana ia akan membara
pun angin hanya diam lalu berhembus

awan hanya melihat apa-apa yang terjadi dengan alam
lalu bulan selalu datang entah sedih atau senang

kamu tahu apa yang ingin ku katakan? 
tebaklah!

Kamis, 08 Maret 2018

hai kamu,

kenalanku di bandung


dulu kau lucu
kenapa sekarang serius?

tapi dari dulu
kamu memang selalu ada
entah aku tahu
atau tidak


hai kamu,

kenalanku di bandung

yang bukan orang bandung

pernah bikin aku tersanjung

lalu aku dibuat kesandung

karena kamu yang badung

lalu kita tidak terhubung

sekarang kita malah nyambung

tinggal menunggu hari yang bingung

akankah datang untuk bergabung?

Senin, 19 Februari 2018

Selamat datang kepada rasa gelisah
Gundah-gulana tak menentu

Selamat datang kepada rasa bersalah
Marah dan kecewa yang begitu

Silakan masuk
Pada dalamnya ruang rindu
Pada dalamnya kasih yang membiru
Pada dalamnya keadaan yang membelenggu

Ku relakan
Meski takkan ku lupakan

Ku ikhlaskan
Meski takkan tergantikan


Rabu, 14 Februari 2018

kesalku sudah sampai di ubun-ubun
andai saja itu kata
sudah habis ku ucap dengan tidak ramah
dihadapanmu!
memang tidak pernah bisa kau denganku
ucapanku hanya lalu
jangankan dimengerti, membaca saja sepertinya kau tak mampu

terimakasih sudah mengobarkan kembali amarah dihati
sayangnya kau membuat aku semakin jauh berlari
bukan pergi,
hanya saja aku memilih jalan yang lebih baik
sikapmu yang memudarkan semua mimpi-mimpi
sikapmu yang gugurkan semua ranting-ranting
dari bibit yang pernah kita tanam dalam-dalam

aku masih cinta
tidak tahu kamu

tapi sayang, cinta tak pernah cukup
menghadapi kejutan-kejutan dunia

sayang, cinta tak pernah cukup
menyesali asa yang kau buat hilang

kau seperti dalang dari wayang 1998
kau hilangkan, enyahkan
semua yang menjadi saksi 
antara kita selama ini

kau buat mimpi tertinggal abu
kau buat asa termakan masa


Selasa, 13 Februari 2018

aku sampai lupa, 
apa saja yang hilang dari hidupku
selain kamu. 

Senin, 12 Februari 2018

ada yang tak pernah enyah dari rasa yang terus mengganggu bahkan ketika aku ingin pergi
ada yang tak pernah berani tertinggal saat aku berlari

itu, kamu. 
jika ada kata-kata yang lebih baik daripada "aku jatuh cinta", itu untukmu.
pemilik dari separuh hatiku yang kau buat usang.
sampai situ saja, aku masih bahagia. 
bahkan lebih bahagia daripada ketika aku jadi milikmu.
karena kau berubah. 
kau inginkan ku lagi dan lagi.
dan itu asyik sekali.
aku tidak pernah membenarkan segala hal yang pernah terjadi diantara aku dan selain kamu. 
aku salah, membiarkan segala kebahagiaan datang dari arah yang tidak benar.
benar aku ingin bahagia, dan aku mendapatkannya. 
tapi tidak untuk waktu yang lama. semua hilang seiring dengan datangnya lagi kamu ke dalam pikiranku.

ya, kamu. 
kamu yang mendatangkan luka
lalu aku juga yang tetap jatuh cinta.

Aku adalah si brengsek.
Yang masih berani jatuh cinta padamu bahkan ketika aku luka. 

Kamis, 08 Februari 2018

kalau kamu merasa menjadi satu-satunya orang yang paling tersakiti apa harus aku berkata bahwa itu benar?
dalam pikiranmu, aku berniat meninggalkanmu, padahal tidak.

cinta sudah tidak lagi bisa mengubah keinginanku. kau tahu?
aku masih ingin kau mengerti apa yang aku mau.
dan lagi lagi kau membuat keadaan nya menjadi sulit.
tidak kau selesaikan pun satu masalah kita.

apa kabarnya kamu?
kau bilang kau sakit?
kau tahu? bertahun-tahun aku memaklumi segala tentang ketertinggalan hubungan kita
harus berapa lama lagi aku memberi waktu untuk mimpi-mimpi kita?

ah, rasanya aku terlalu banyak bermimpi.
aku lupa bangun.
aku lupa melihat, diluar sana banyak rumah tangga sudah dibangun.
dan aku? masih bermimpi.
maaf, aku. bukan kamu.

Selasa, 06 Februari 2018

kamu berubah
kamu bertopeng
kamu bukan lagi kamu
kamu bukan lagi kamu

Senin, 05 Februari 2018

kalau aku bisa menyanyi
sudah pasti ku menyanyi
semua lagu-lagu sendu kekinian.

sayangnya aku tidak bisa
syukurlah, jadi aku bisa menulis.

daripada aku diam
nanti aku jadi malin kundang
kalau ini tandanya Tuhan marah,
masa iya marahnya jelek sekali.
setahu ku Tuhan maha baik. 
marahnya saja pasti tetap baik. 

Tuhan mungkin bercanda,
ingin aku tertawa
tapi begitu melihat aku tertawa,
Tuhan bosan
terus Tuhan buat aku menangis, deh. 


aku sudah bosan menjadi gila
aku sudah jengah menjadi malam
gelap dan sunyi

aku muak menjadi aku
lalu siapa yang mau jadi aku?
tidak lucu,
masih menari-nari dibawah hujan.
tapi aku ingin tertawa

bagaimana?
kalau kata pidi baiq,
yang enak adalah kopi dengan roti cokelat

kalau kataku,
yang enak jadi istrimu

hahahaha
kamu pernah menjadi alasan
kamu pernah menjadi bahagia
kamu pernah menjadi luka

aku pernah jatuh cinta
aku selalu bahagia
aku tak berdaya



aku si dungu
tak pandai mencari kata
agar kau dengar

andai saja aku pintar
ku temukan kata
kau mengerti

aku ilalang
tak berharga
kau pelihara
lalu aku indah
lalu hujan badai
dan aku buruk
tapi belum mati.
semua yang ku mau untuk datang
maka mereka akan datang

entah mimpi, entah harapan
kecuali kamu.
entah sudah berapa jauh kita berjalan
entah sudah berapa lama kita berteduh
dari derasnya hujan yang datang mengguyur bumi


aku sudah pernah
pergi berpaling darimu
lantas apalagi yang membuat kau begini

aku tak pernah meminta satu apapun
kecuali kesehatanmu

aku berusaha tidak mendengar apapun
kecuali suaramu

lantas kini
dengan tuli kau enyahkan semua mimpi

lantas kini
dengan bisu kau buat semua palsu

sayang,
untuk apa berserah pada kebodohanmu
untuk apa kau diam pada setiap kesalahanmu

aku sebal
kenapa tak juga kau sadar

aku sebal
kenapa kau selalu kebal

padahal
aku selalu sayang
habis sudah nyaliku untuk berdekatan dengan pikiranmu
habis sudah caraku untuk mengajak kau mengerti
habis sudah rasa  yang menggebu
tinggal lah sisa harap yang tak kunjung bertemu

kamu akan tetap menjadi kamu
yang tak pernah tahu bagaimana maksudku

kamu akan tetap menjadi kamu
yang berhenti ketika aku perlu berlari

kamu akan tetap menjadi kamu
yang justru pergi..

Kamis, 18 Januari 2018

Selalu ada yang salah dengan diammu
Selalu ada yang salah pada aku
Yang mungkin salah mengartikan diammu
Yang mungkin lupa siapa aku

KARENA TAWAMU ADALAH BAGIAN YANG AKU TUNGGU DALAM KEHENINGAN KITA

Januari

Bahkan aku tidak bisa lupa  mengapa jatuh hati
Barangkali ini lebih dari kemarin

Sayangnya, waktu belum cukup mampu

Membuat aku memahami bagaimana masalahmu

Sayangnya, aku belum cukup mampu

Menjadi bahagia dalam diamnya hatimu