hal yang menyedihkan dalam hidupku adalah ketika aku kehilangan senyawa dalam diriku
yang tak terenggut tapi ia enggan ada
seraut senyum yang tak lagi menepi diantara garis pipi
hidupku serasa kelu menantang semua bahagia
aku selalu diam dalam diam yang ku buat
aku ingin pergi
semacam menyenangkan diri
memanggil ruh-ruh bahagia yang entah terlepas dibagian bumi mana
aku ingin bermain
melupakan satu tingkatan serius dalam fikiran
hanya bermain
bercanda hingga senja
lalu baru aku mau kembali
menghadap hidup seberapapun rumitnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar