Rabu, 11 Desember 2013

#Charity4Sania




Sania, 13 tahun. Putri Bapak Samin, seorang tukang becak.
Sania terkena tumor di kepalanya semenjak 3 bulan lalu sehingga harus dioperasi di RS Annisa Cikarang Kab. Bekasi semalam.
Ayahnya yang hanya seorang tukang becak yang berpendapatan kurang lebih 1 Juta Rupiah perbulan masih membutuhkan bantuan biaya untuk merawat sang anak. 

Bapak Samin dan keluarga tinggal di  Kp. Sukamantri RT 005 RW 002 Desa Sukaraya, Kec. Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi. Dirumah kontrakan dengan biaya 100 ribu rupiah perbulannya masih harus bekerja keras menghidupi istri dan ketiga anaknya. Ditambah dengan biaya Rumah Sakit yang harus dibayar setelah operasi Sania semalam. 
Tentunya Sania dan keluarga masih membutuhkan banyak biaya untuk perawatan Sania hingga sembuh dan bisa sekolah kembali.

Kami dari Stand Up Comedy Cikarang, Berbagi Nasi Cikarang, de Bangoor Coffee House dan Urban Cikarang akan mengadakan penggalangan dana untuk Sania.

Bagi kalian yang ingin membantu dengan menyumbangkan sebagian dari Rezekinya untuk Sania bisa langsung menyumbangkan melalui kami.

CP @berbaginasiCKR     :         08979157200

Donasi untuk Sania juga bisa melalui rek. Berbaginasi CKR
No. Rek 156-00-0679691 a/n Dini Listiyah ( Mandiri )


Uluran tangan anda sangat berarti untuk Sania dan keluarganya :)





Jumat, 06 Desember 2013

Aku Hanya Aku


Kamu tau, kenapa aku seperti tertahan ketika berkata?
Kamu tau, kenapa aku gugup setiap kali aku bicara?
Kamu tau, kenapa aku terhentak lalu terdiam?
Bukan salahmu yang berubah
Tapi keadaan kecerobohan egoku yang tak tepat letaknya

Aku tau, masih ada sisa amarah dihatimu
Aku tau, ketika pegal kau menahan kemauanku
Maafkan untuk waktu yang terlalu lama ku butuhkan
Maafkan untuk nihil yang ku hasilkan

Aku hanyalah aku
Kepingan sisa kesalahan dari masalalu
Aku hanyalah aku
Rentetan watak buruk yang terbelenggu

Jangan diamkan dirimu ketika aku bersalah
Tapi jangan juga kau berubah ketika kau memaafkan

Aku butuh kau seperti sediakalanya dirimu ketika aku jatuh hati
Karena ketika itu, aku nyaman untuk kembali bersandar

Terdiam Menyesak

Rasanya sudah berbeda
Seperti tak semanis kemarin
Hakikatnya mungkin juga sudah berbeda
Tak sedekat kemarin

Salah aku,
Selalu tak berdaya melawan egoku
Salah aku,
Ketika aku bungkam dimakan cemburu

Bukan tak berusaha
Hanya saja aku melemah
Dimakan rasa dimakan keserakahan egoku sendiri

Apapun yang kau katakan tentang amarahmu
Itu tak cukup melumpuhkanku
Tapi ketika kau berkata tentang keluhmu lelah untukku
Kau buat patah tulangnya usahaku

Memang sekarang kau yang menilai bagaimana aku
Tapi bukan untuk kau hentak disetiap perkataanmu

Jadilah seperti biasanya
Buat aku tidak telalu kaku untuk bertindak
Buat aku nyaman bergerak berusaha

Jangan berubah,
Ketika kau berubah maka cara yg sudah ku tata juga akan terubah
Titik titik poros putaran fikiranku juga akan terubah

Tolong,
Biasakan saja keadaannya
Agar aku tak terlalu terisak emosi
Agar aku tak terlalu menyesak dihati

Biarkan aku berusaha berjalan dengan keinginanku
Biarkan aku bergerak dengan pencapaian kinerja otakku

Jawabannya,
Kau yang melihat dari sisi yang kau mau
Hasilnya,
Tuhan yang menentukan

Senin, 02 Desember 2013

Kutetapkan Hati dan Doa Untukmu



Waktu itu aku masih terhempas kepahitan masalalu, yang membawa aku tersungkur disudutnya kelemahanku.
Hingga aku berfikir hanya aku yg sungguh amat terhina tak berharga.
Keputusasaan membawaku bukan untuk beranjak pergi tp malah semakin tersungkur lemah didalamnya.
Aku seperti berjuang sendiri melawan hati melawan kesalahan yg kulakukan. Aku serasa tiada berdaya untuk kebaikan apapun.

Aku pernah berdoa kepada Tuhan untuk menjadikanku sampah saja sekalian. Biarkan aku kotor, terhina, terbuang tak dibutuhkan.
Hati ini seperti terlalu beku untuk membuka mata, dimana aku berada, pada siapa harusnya ku meminta.
Perasaan ku tak menentu terombang ambing keburukan adanya diriku saat itu.

Aku butuh semangat yg baru yg mampu menjabat tanganku, menarikku keluar dr kegelisahan ini.
Aku seperti buta, tak lagi mampu melihatMu, Tuhan.
Aku seperti tak mendengar semua kata yg terucap dr semua orang didekatku.
Hingga aku temukan keterbukaan fikiranku begitu aku bicara dengannya, menatap matanya, mendengar lirihnya suaranya.

Aku menentukan untuk jatuh hati kepadanya dan menolong diriku sendiri, membangunkan diriku sendiri walau saat itu aku belum bisa memastikan hatinya untukku.
Awalnya aku memang tak beralasan untuk mulai mencintainya, aku tak pernah beralasan untuk ingin ada disampingnya.
Aku hanya mencoba membawa diriku lebih mengalir dari kebekuan sebelumnya.

Waktu terus berjalan, hingga aku terpikat pada kejatuhan hatiku sendiri padanya.
Tumbuh rasa untuk ingin selalu bersamanya, disampingnya, menjaganya.
Ah, aku jatuh cinta padanya. 
Bukan sekedar menjatuhkan hati, tp aku rela berjuang melihatnya dengan yg ia cintai.
Aku seperti mencoba tak terluka ketika ia pergi menjauh.
Aku seperti mencoba tersenyum ketika ia bahagia dengan yg lain.
Ya, tak apa. Selagi aku mampu berjuang bersama rasaku. 

Entah apa dan bagaimana hingga suatu saat ia menarikku kembali dalam hangatnya dekapnya.
Ia genggam lagi jemari yg sempat ia hempas, ia gantikan dengan yg lain.
Lagi lagi aku tak berdaya membohongi hati.
Aku terjatuh. Lagi.
Dan rupanya kini lebih dalam tapi aku lebih kuat.
Aku kembali beriringan langkah dengannya, membawa hati yg sempat ku bungkus rapih.
Membawa luka menjadi tawa.
Menjadikan hati menjadi ikhlas.

Jika suatu saat kepergiannya terjadi lagi meninggalkanku, aku berusaha mempersiapkannya jauh dari saat itu akan tiba.
Aku sudah menyiapkan sendiri ruang kosong yg akan ku isi dengan kepingan hati kedua yg tercacah.
Sudah ku tata sedikit kenangan kita pada celah celah rak dihati yg masih tersisa

Kemarin, aku mencintainya tanpa ku berharap tau dan peduli dengan rasanya
Kemarin, aku disampingnya hanya untuk menemani kala ia sendiri
Kemarin, aku berjuang sendiri pada rasa yg melekat dihati
Kemarin, aku belum sebaik ini...

Tapi kini,
Tulusnya cinta ini membawa aku pada kemegahan kasih yg ia beri

Kini, aku bisa berdiri disampingnya
Terus menggenggamnya
Bisa memeluknya
Dan aku terizin untuk berkeluh kesah dengannya.

Kini, aku bahagia
Bersamanya, ketika ia berdiri maupun terjatuh

Kini aku berani berharap
Berharap menjadi yg baik baginya

Kini aku berani belajar
Belajar membuat diri kembali berharga

Aku terus beranjak, dari keterpurukan hingga kini mendengar melihat dan melakukan yg baik dalam jalanMu, Tuhan.
Aku belajar, tentang segala ujian dariMu tentang segala cara kebaikan yg Kau tata.

Aku bisa menjalani karena ia yg berusaha menuntunku
Bukan memaksaku, ia mengajariku sedikit demi sedikit untuk kebaikanku sendiri
Dengan kesabarannya, ia tunjukkan aku cara kembali untuk kebenaran dimataMu.

Terimakasih untuk segala kasih sayang, kebaikan dan kesabarannya
Terimakasih untuk kesetiaan hati hingga saat ini
Terimakasih untuk genggaman yg tak pernah terlepas
Terimakasih untuk pernah takut kehilanganku, untuk setiap kekhawatiran untukku

Aku ingin belajar,
Aku ingin menjadi baik kelak untukmu
Aku ingin menjadi yg mampu bersamamu disaat kau susah maupun senang
Aku ingin menjadi bagian nafasmu ketika kau terlelap
Aku ingin menjadi yg tercantik ketika kau tersadar

Jadikan aku yg terbaik untuknya, Tuhan
Jadikan aku bagian dari Ibadahnya padaMu, Tuhan
Jadikan aku yg ia tugaskan mengabdi untuknya hingga akhir hayat

Jodohkan kami dengan cara yg baik
Dekatkan keluarga kami juga dengan kebaikanMu
Titipkan hati kami semua karenaMu

Berkahi semua jalan kami, Tuhan
Jadikan ia pemimpin yg baik untuk keluargaku kelak
Jadikan ia ayah untuk anak anakku
Jadikan anak anak kami sholeh dan berbakti

Aku meminta hanya padaMu
Engkau maha Pengasih..