Senin, 28 April 2014

"..........................."

Enggan. Aku sampah. Berguna pun tidak. Tercipta beda. Melenggang lepas pada kesalahan. Kikuk. Meringkuk. Pada  amarah menunduk. Pada diam ku melawan. Berat. Lambai. Aku abai. Pada kasih yang tak sampai.

Kelu

Aku mencoba berjuang melawan lelah. Melawan asa. Siapa yang peduli tentang perjuanganku?
Jangan bicara perjuangan karena kau lebih sakit berjuang ketimbang aku.
Hasilnya carut marut antah berantah. Entah siapa yang benar dan salah. Semua semu. Kelu. 
Jangan bicara penghargaan ketika aku tidak menghargai.
Ya, aku. Sang keegoisan. 
Aku hanya ingin apapun yang terbaik untukmu. Tapi yang kufikirkan baik itu tidaklah baik bagimu. Siapa peduli?
Banyak. Onggokan mulut bicara diluar sana. Menelan bulat bulat tentang kebenaran mereka.
Aku memang berbeda. Otak ini punya pemikiran melenceng. Tentang apapun. Karena aku tidak suka berfikir sama.
Masa bodoh dengan hatiku sekarang. Masa bodoh dengan kebenaran yang aku fikirkan.
Coba saja aku ikuti kebenaran kebanyakan. Biarkan hasilnya terkuak. Pentingkah aku untuk dirasakan.

Madame..

Mungkin orang lain melihatmu seperti menyulut korek api lalu kau besarkan api nya. Aku mencoba berfikir, dan rupanya aku temukan. Mungkin kau hanya ingin membakar sesuatu yang tidak bercahaya, ingin kau biaskan terangmu supaya bersama lebih bersinar. Namun rupanya terlalu cepat kau redup dalam biasmu sendiri hingga kini ia yang membakarmu. 

Hidup terlalu mudah jika kalian berfikir selalu dengan logika. Karena rasa datang tidak berdasar logika. Manusia miliki banyak kekurangan. Ia pasti pernah dituliskan Tuhan untuk abai pada sesuatu yang tidak logika. 

Tuhan tidak tidur. Ya, benar. Bahkan ia yang menguatkan ketika kita tertidur terlelap dalam buaian dunia. Tidak ada yang kebetulan. Karena Tuhan mengatur segalanya. 

Hai teman.. Tidak banyak kita bertemu. Tapi cukup untuk aku mengenalmu. Tentang kerja kerasmu. Usahamu. Perjuanganmu. 

Aku menghela nafas ketika itu ku tau kau berada dalam masa sulitmu. Ingin membantu tapi ku tak tau. Aku tau perjuanganmu. Tujuanmu saat itu. Hanya berselang cerita tapi aku paham betul hati wanita sepertimu. Kau dikuatkan Tuhan untuk berusaha menjadikan keadaan lebih indah. Bahkan sekalipun bukan untuk hidupmu. 

Baru saja kemarin bertemu lagi denganmu. Nyes.. aku kaget. Iya. Sudah lama tidak berkabar rupanya denganmu dan dengan keadaanmu. Aku melihatmu luar biasa. Senyummu bahkan semangatmu. 
Tegarmu.. 

Tak banyak yang kuhadapi, tak berat yang kurasakan tapi aku mudah saja mengeluh. 
Kau seperti pembelajaran. Bukan untuk dirimu saja, juga untuk orang lain yang memandangmu. 

Setiap kepala punya pemikiran yang berbeda. Tak hanya satu, dua. 
Tapi cobalah pahami tentang ketulusan. Apalagi wanita. Makhluk yang mudah saja terjatuh dalam pelukan. 
Wanita bukan lemah. Tapi ia terlalu kuat untuk menerima semua hal diluar logika. Harapan misalnya. 

Contohnya aku, banyak berharap. Banyak usaha. Tapi banyak juga kesalahan. Hasilnya mana bisa difikirkan dengan logika? Bisa saja aku gapai harapanku. Tapi bisa juga aku malah tersungkur dalam harapku. 

Wanita akan selalu melakukan yang terbaik. Bahkan ia kadang menyampingkan lelahnya. Untuk siapa? Untuk ketulusan dibalik harapan. 

Siapa yang peduli untuk tau seberapa lelahnya seorang wanita menyapu lantai? Mencuci baju? Apalagi mengandung? 

Kalian yang merasa benar diatas kesalahan orang lain. Cobalah mengkaji. Mungkin ada yang lebih benar ketimbang kamu. Mungkin ada yang jauh lebih benar ketimbang yang lebih benar darimu. 


Tuhan tidak tidak tidur. Ia menguatkan tulangmu, madame.
Ia masih membimbing langkahmu.
Abaikan siapa yang menyakitimu. 
Biar ia jatuh dalam lubang lebih dalam darimu. 
Harap bairlah menjadi harap.
Tak usah risau akan doa. Ia pasti terkabul. 
Mungkin esok atau nanti.
Mungkin juga Tuhan menggantinya dengan lebih nikmat.


Ringkihlah dalam doamu pada Tuhan
Menyerahlah pada kepercayaanmu pada Tuhan
Jatuhlah dalam sujudmu pada Tuhan

Ia yang menuliskan jalanmu
Ia juga yang akan mempernudah itu


Tidak ada yang terlahir salah dan sia-sia
Semua adalah pembelajaran


Teman.. aku yakin Tuhan kuatkan kau dalam sedihmu
Aku percaya tubuhmu lebih kuat dari itu
Apalagi hatimu, pasti lebih tegar dari itu


Berjalanlah bersama perjuanganmu. Sekeras dulu. 
Tuhan pasti menilaimu. 





 


 

Minggu, 27 April 2014

Tanpa Batas - Sammy not a slim boy



Sammy not a slim boy, Presiden Stand Up Indo. Ia sudah tuntas melakukan tur Stand Up Comedy nya yang bertajuk #TanpaBatas dari yang pertama hingga vol 2. Semalam, di Gedung Dharma Bakti Taman Ismail Marzuki – Jakarta.

Saya menyukai Stand Up Comedy sejak setahun yang lalu. Dan #TanpaBatas pertama di Bekasi adalah show Stand Up Comedy pertama yang saya tonton langsung.  Siapa Sammy not a slim boy? Saya nggak tau. Tapi setelah show ini, saya tau betul dia siapa. Ya, bukan hanya seorang Stand Up Comedy-an. Tapi ia seperti berorasi, dengan nada-nada tinggi, dengan jokes nya yang ‘nyelentik’ setiap aktor dari bit-bitnya.

#TanpaBatasVol2 sempat mampir di kota saya, Cikarang. Dan saya BANGGA pernah menjadi panitia dari show om Sammy ini. Luar biasa. Dengan setelan hitam putih, dengan langkah yang benar-benar tegap, om Sammy naik ke panggung. Setelah 2 orang opener dari komunitas Stand Up Comedy Cikarang yang juga ikut ‘menggugat’ kini giliran Beliau sang Komedian Menggugat beraksi.

Satu jam ikut menyaksikan Sammy not a slim boy dengan materinya, membuat saya benar-benar bangga membantu mensukseskan acara beliau. Bit-bit yang luar biasa dengan nada-nada khas dari om Sammy, dari menit awal sampai akhir benar-benar tidak berubah. Ia selalu menghentak suaranya di tiap bit yang ‘menggugat’.  

Sekitar  280 penonton yang hadir di Cikarang malam itu begitu menyambut beliau dengan luar biasa. Standing Applause di akhir acara adalah wujud kesuksesan acara ini dimata penonton dan panitia tentunya.

#TanpaBatasVol2 terus melanjutkan tur nya ke 10 kota di Indonesia. Puncaknya semalam. Dengan sekitar 800 penonton yang hadir. Saya melihat juga beberapa artis seperti Pandji dan Kamga. Luar biasa. Saya tidak menyesal hadir semalam.

Dibuka dengan 3 orang opener. Dan salah satunya kebanggaan kami dari Stand Up Comedy Cikarang yaitu MasCemen. Dengan materi andalan dan bit-bit yang juga ‘nyangkut’ di ingatan penonton. Openernya saja sudah luar biasa, apalagi Headliner nya, bukan? 

Benar saja, tirai dibuka om Sammy berdiri disana dengan setelan kotak-kotak dan jas hitam kali ini. Dia terlihat berdiri bangga dengan 800 penonton didepannya.

Ia selalu membuka show nya dengan materi-materi ringan diawal dan semakin ke tengah acara bitnya semakin ganas. Bapak yang sudah 11 tahun menikah dengan 2 anak ini tak luput membuat jokes tentang anak-anak dan istrinya. Dan tawa penonton pecah disana malam tadi. 

Tidak sampai disitu, ditengah acara kita dibawa mengenal tentang sejarah Onani. Ya, onani. Haha ( aduh, ntah harus menulis ini atau tidak ). Om Sammy mengambil alkitabnya dan membukanya.. waw.. penonton sempat tercengang sembari ia meniru suara-suara kebaktian di Gereja. Ini dia mau ngomongin apasih? Dan benar saja, keluar bit nyeleneh tentang Onan. Tepatnya sejarah Onani. 

Dar! Tawa penonton semakin lepas meledak disana. Tepuk tangan bahkan standing applause saya lihat di sudut kanan atas gedung itu. Beberapa penonton benar-benar luar biasa. Mereka mencerna, membuka fikiran, ikut menggugat dengan materi yang beliau sampaikan.

Soekarno, Soeharto, Prabowo, Jokowi bahkan Foke juga tidak luput, Saudara! Eh tunggu, pak SBY, bu Ani, Boediono bahkan juga istrinya yang kita tidak tau namanya juga ikut tercantum di bit yang kocak semalam. 

Astaga!! Komedian yang satu ini selalu mengejutkan dengan bit-bitnya. Hentakan-hentakan suaranya yang khas sekali itu selalu membuat kesan tersendiri untuk saya. Kekuatan nada suara satu jam berdiri didepan sana, adalah hal yang begitu luar biasa. Dan ia tidak hanya berdiri, tapi juga ‘menggugat’. Apalagi level diatas luar biasa? Ya itulah dia.



Favorit saya malam tadi adalah.. 

“..DAN KITA MASIH BERANTEM SAMPE SEKARANG”
“BAHKAN PENGORBANANNYA AJA GAK JADI”
-Sammy not a slim boy

 Aduh, ini itu kayak nemu barang yang dicari-cari. NAH! Entah apa semua penonton malam tadi terbuka fikirannya atau tidak, tapi yang jelas tepuk tangan keras terdengar. Ah, lagi-lagi luar biasa. Om sammy selalu bisa mengajak kita membuka fikiran dengan mengajak kita berfikir lewat hal-hal yang mudah sekali dicerna.


Bitnya tentang ‘Turunkan Soeharto’ juga menjadi favorit saya.
“Kenapa soeharto turun?”,
                “Nggak tau, gw gak tau. Padahal kan kita gak serius. Tapi dia turun beneran”.
-Sammy not a slim boy


Saya ngga tau mau bilang apalagi, Cuma bisa megang pipi sambil ketawa. Bit tentang Pak SBY dan istrinya, Pak Boediono dan istrinya, sampai ke istri Ahok ini mungkin juga jadi bit favorit penonton karena saya merasakan kemegahan tawa yang luar biasa.

Lagi-lagi memang selalu ada yang mengejutkan. Om sammy membahas, mengupas bit-bit Pandji dan Ernest. Mematahkan nya menjadi sangat lucu. Tentunya karena Pandji dan Ernest juga hadir duduk dibangku penonton, penonton yang lain lekas mengarahkan pandangannya pada mereka. Hahahaha... entah apa difikiran mereka yang tiba-tiba ikut juga menjadi guyonan malam itu.

Setelah sekitar 1 jam lebih 10 menit ‘menggugat’, sampai diakhir acara. Bit terakhir membawa penonton berdiri sambil bertepuk tangan keras dan bangga. Beliau menutupnya dengan kesan yang juga luar biasa.


“TERIMAKASIH KALIAN SUDAH MEMBANTU MEWUJUDKAN MIMPI ANAK-ANAK GW”
“Gw berharap 10 tahun lagi anak gw nunjukin dvd ini sama temen-temennya dan dia bilang : This is my dad, my dad!”  - Sammy not a slim boy.


Ikut terharu dengernya, kalau aja anaknya nonton mereka pasti bangga sekali melihat ayahnya didepan sana. Om sammy terlihat menutup acara dengan kebanggan sendiri pada dirinya. Kami juga ikut bangga menjadi bagian kesuksesanmu, om Sammy.

Kami pasti menunggu ‘gugatan-gugatan’ berikutnya. :) 


Selasa, 22 April 2014

Saudaraku, kalian tempat kedewasaanku

Beberapa memang selalu melihat aku sebagai 'kesalahan'. Mereka senang ketika menyudutkan. Ya, mereka teman dekat. Bahkan kuanggap saudara. Mereka begitu dekat. Sering sekali bersama. Seharian penuh, kadang. Yang mereka lihat memang selalu kesalahan. Aku tidak sempurna, aku bukan bidadari. Hehe. (Aku gunakan 'hehe' supaya terlihat tidak terlalu serius).

Salahnya mungkin memang aku hadir ditengah persahabatan kalian. Mungkin 'cuaca' ku tak seiring dengan musim kalian. Iya, aku. Aku. (Barusan aku sedang meniru kak Dodit di SUCI 4). Jangan terlalu serius membaca ini. Aku hanya sedang mendramatisir. 

Aku paham. Kalian baik. Mengingatkan. Mungkin aku yang belum mampu menerima 'pancaroba'
Saking banyaknya waktu yang kita lewati bersama. Tak ada satu sifat pun yang mampu aku jaga, aku sembunyikan kejelekannya. Aku memang hanya bisa begini. Apa adanya. Didepan dan dibelakang. Kalian tau betul. 

Tak apa walau kurasa tak suka. Tapi baiklah akan ikhlas aku terima. Laki-lakiku pernah berkata: "Belajarlah ikhlas, belajar besyukur". Ilmu itu kini terpakai. Seberapapun mereka mengumbar keburukanku. Ya itulah aku. Aku akan bertanggungjawab karena sifat ku sendiri. 

Kalian bebas menilai aku. Kalian bebas menyudutkanku. Kepada siapapun bahkan kapanpun. Bukan kewajiban kalian mengerti hatiku. Terimakasih. Adanya kalian mungkin teguran untuk aku. 

Aku tau, mungkin kalian tak senang aku ada disamping laki-laki itu. Laki-laki itu memang baik sekali. Aku mengerti jika kalian tak ingin ia bersanding dengan wanita tak baik seperti aku. Aku mencoba paham. Cinta tidak ada yang tau, kapan ia datang, kapan ia menerpa dan kepada siapa. 

Aku manusia biasa. Dengan rasa yang biasa. Tak ada kelebihan kepekaan untuk itu. Aku hanya menjalani. Mungkin ini yang Tuhan tuliskan. Aku bisa bersamanya. Ya, walau aku tau tak bisa kubuat ia bahagia. 
Kalian memang teman yang baik hati. Tak ingin sahabat kalian terluka. Sekali lagi terimakasih. 
Karena kalian aku belajar. Melihat kesempurnaan keagungan Tuhan. Begitu banyak manusia yang berbeda. Dan inilah dimana aku harus belajar. Bukan untuk terlihat baik dimata orang. Tapi untuk perubahan diri. Kearah yang lebih baik. Yang mungkin nanti 'suhu' ku akan cocok bersanding dengan kehangatan persahabatan kalian. 

Biar aku diam. Biar aku mendekat pada hatiku. Biar aku lebih mendekat pada Tuhan. Hidup tak selalu bisa kurangkai indahnya. Tuhan yang mampu. 

Ada kelebihan pada diriku yang tak kalian lihat. Buktinya Tuhan kuatkan aku ketika siapapun menyudutkanku. Hehe. 

Saudaraku, kalianlah tempat aku mendekat pada kedewasaanku. Jangan terlalu menyerang aku dengan kurva yang tajam. Ajari aku mengalun seperti gelombang. Aku juga punya kelebihan. Pasti. Walau akupun tak tau berguna atau tidak itu pada kalian. Pahamilah, setiap manusia punya kelemahan, punya kekurangan. Hanya saja mungkin pada diri ini terlalu banyak. Salahnya aku, tidak kunjung memperbaiki. 

Terimakasih kalian sahabatku, saudaraku. Untuk tegurannya. Untuk ucapan kalian. Sikap kalian. Terhadap aku. Kini, biarlah aku berdiam diri. Merangkai, mendramatisir kata. Kelak, akan ada manfaat dari ini semua. Untuk aku, juga kalian. 





Egoku..

Seperti menyapu abu dalam ruang berdebu
Ia seperti bisu namun menggebu
Biar ku sapu, ia tetap abu dan debu

Ia datang bersama udara 
Berleha-leha mengudara
Ia merasuk kesetiap hela nafas

Mengusirnya pun sulit
Ia selalu berkelit
Lewat celah sempit 

Selalu ada, datang
Bak begadang
Tak kenal terang
Selalu gerang

Aku bukan perempuan
Yang pandai menuai
Bibit indah senyuman

Biar waktu mempertemukanmu
Kau dengan wanitamu
Yang mampu 
Dengan sempurna mendampingimu


Mungkin aku
Tapi pastinya tak bersama egoku








Kamis, 03 April 2014

Aku tidak cukup pintar merangkai cara membahagiakanmu

Hai kamu.. Iya, pengisi hati selama ini. Sudah berapa jauh kau berjalan di hati ini? Kenapa rasanya hari ini tidak ada pergerakan langkahmu yg ku rasa? Kau sedang diam kah? Atau berhenti?
Hati ini bagian kecil dari diriku tp setiap inchi kau bergerak, jelas terasa. Maaf ya kalau hati ini tak terlalu luas untukmu. Maaf juga tak banyak yg menggembirakan ketika kau bermain didalamnya.

Hati ini memang bukan bidadari. Yang cantik dan lembut. Hatiku apa adanya diriku. Jika diberi warna mungkin itu gelap, hitam, pekat. Tidak cerah, tidak indah. Ya itulah memang.

Lelah ya menghadapiku? Baiknya kau bicara. Daripada diam, aku akan salah menilai. Aku tidak cukup pintar merangkai cara membahagiakanmu. Aku bodoh untuk memahamimu.

Iya, orang diluar sana pun mengatakan itu. Aku diminta juga untuk bertahan. Katanya kamu baik untuk ku. Ya jelas. Buktinya aku memilih bersamamu. Kalau sekedar itu, aku paham betul. Bagaimana kau ajari aku, temani aku lebih baik.

Yang tak ku pahami. Hari ini. Sekarang. Beda rasanya dengan kemarin. Aku jadi bingung. Siapalah aku? Seberapa besar arti hubungan ini?

Aku tidak pandai menyelesaikan masalahku denganmu. Aku hanya bisa menyusunnya menjadi masalah yg lebih rumit untuk dicari jalan keluarnya.

Makanya, aku membutuhkanmu. Kau lah yg mampu membimbingku untuk kita jawab bersama semua yg membelenggu.

Maaf mungkin terlalu bosan kau dengar. Tentu saja aku bingung apa yg harus aku perbuat. Kata tak lagi teranggap. Sikap tak lagi mendekap.

Kini hanya diam yg bisa aku rangkai. Entah tumbuh menjadi semangat atau kerapuhan.

Biarkan bisikan hati yg menguatkan..

Selasa, 01 April 2014

Derita hati berhentilah disini

Aku sedang lelah
Jangan dulu hadir wahai kau kesah..

Aku sedang sedih
Tunggu sebentar disana, perih
Biar nanti aku yang menjemput itu sendiri..

Aku juga sedang gundah
Wahai cinta mendekatlah..

Tapi sebentar,

Biar ku pejamkan sejenak hati ini
Biar ku persiapkan diri
Jika saja luka datang lagi menghampiri..

Cintanya itu mungkin sedang pergi
Sejenak terasa tak lagi ada disini

Penghujung rindu tak terlihat lagi
Hanya diam mengakhiri

Wajahpun tak dapat terpungkiri
Belum lagi terlihat bahagia di pipi

Wahai derita hati
Berhentilah disini
Jangan terlalu lama menggeluti
Kasihan hati yang tersakiti..