Mungkin orang lain melihatmu seperti menyulut korek api lalu kau besarkan api nya. Aku mencoba berfikir, dan rupanya aku temukan. Mungkin kau hanya ingin membakar sesuatu yang tidak bercahaya, ingin kau biaskan terangmu supaya bersama lebih bersinar. Namun rupanya terlalu cepat kau redup dalam biasmu sendiri hingga kini ia yang membakarmu.
Hidup terlalu mudah jika kalian berfikir selalu dengan logika. Karena rasa datang tidak berdasar logika. Manusia miliki banyak kekurangan. Ia pasti pernah dituliskan Tuhan untuk abai pada sesuatu yang tidak logika.
Tuhan tidak tidur. Ya, benar. Bahkan ia yang menguatkan ketika kita tertidur terlelap dalam buaian dunia. Tidak ada yang kebetulan. Karena Tuhan mengatur segalanya.
Hai teman.. Tidak banyak kita bertemu. Tapi cukup untuk aku mengenalmu. Tentang kerja kerasmu. Usahamu. Perjuanganmu.
Aku menghela nafas ketika itu ku tau kau berada dalam masa sulitmu. Ingin membantu tapi ku tak tau. Aku tau perjuanganmu. Tujuanmu saat itu. Hanya berselang cerita tapi aku paham betul hati wanita sepertimu. Kau dikuatkan Tuhan untuk berusaha menjadikan keadaan lebih indah. Bahkan sekalipun bukan untuk hidupmu.
Baru saja kemarin bertemu lagi denganmu. Nyes.. aku kaget. Iya. Sudah lama tidak berkabar rupanya denganmu dan dengan keadaanmu. Aku melihatmu luar biasa. Senyummu bahkan semangatmu.
Tegarmu..
Tak banyak yang kuhadapi, tak berat yang kurasakan tapi aku mudah saja mengeluh.
Kau seperti pembelajaran. Bukan untuk dirimu saja, juga untuk orang lain yang memandangmu.
Setiap kepala punya pemikiran yang berbeda. Tak hanya satu, dua.
Tapi cobalah pahami tentang ketulusan. Apalagi wanita. Makhluk yang mudah saja terjatuh dalam pelukan.
Wanita bukan lemah. Tapi ia terlalu kuat untuk menerima semua hal diluar logika. Harapan misalnya.
Contohnya aku, banyak berharap. Banyak usaha. Tapi banyak juga kesalahan. Hasilnya mana bisa difikirkan dengan logika? Bisa saja aku gapai harapanku. Tapi bisa juga aku malah tersungkur dalam harapku.
Wanita akan selalu melakukan yang terbaik. Bahkan ia kadang menyampingkan lelahnya. Untuk siapa? Untuk ketulusan dibalik harapan.
Siapa yang peduli untuk tau seberapa lelahnya seorang wanita menyapu lantai? Mencuci baju? Apalagi mengandung?
Kalian yang merasa benar diatas kesalahan orang lain. Cobalah mengkaji. Mungkin ada yang lebih benar ketimbang kamu. Mungkin ada yang jauh lebih benar ketimbang yang lebih benar darimu.
Tuhan tidak tidak tidur. Ia menguatkan tulangmu, madame.
Ia masih membimbing langkahmu.
Abaikan siapa yang menyakitimu.
Abaikan siapa yang menyakitimu.
Biar ia jatuh dalam lubang lebih dalam darimu.
Harap bairlah menjadi harap.
Tak usah risau akan doa. Ia pasti terkabul.
Tak usah risau akan doa. Ia pasti terkabul.
Mungkin esok atau nanti.
Mungkin juga Tuhan menggantinya dengan lebih nikmat.
Mungkin juga Tuhan menggantinya dengan lebih nikmat.
Ringkihlah dalam doamu pada Tuhan
Menyerahlah pada kepercayaanmu pada Tuhan
Jatuhlah dalam sujudmu pada Tuhan
Ia yang menuliskan jalanmu
Ia juga yang akan mempernudah itu
Tidak ada yang terlahir salah dan sia-sia
Semua adalah pembelajaran
Teman.. aku yakin Tuhan kuatkan kau dalam sedihmu
Aku percaya tubuhmu lebih kuat dari itu
Apalagi hatimu, pasti lebih tegar dari itu
Berjalanlah bersama perjuanganmu. Sekeras dulu.
Tuhan pasti menilaimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar