Selasa, 10 Juni 2014

Disana..

Disana, tempat yang ku suka. Udaranya, sejuknya. Berteman dengan suara kicauan burung didepan rumahmu. Duduk di teras itu bersamamu di tengah malam. Besok aku akan segera kesana, kali ini untuk bertemu mamah mu. Aku ingin bercerita tentang keadaanku. Tentang keadaan kita. Semoga ada pencerahan untuk keikhlasan disana :) 


Rabu, 04 Juni 2014

Aku mampu melakukannya untukmu

Kadang harapan memang tidak selalu sejalan dengan pencapaian. Adakala ketika harapan yang sudah sirna tiba-tiba hadir dengan warna yang begitu jelas didepan mata, bisa menyilaukan, kadang hati ingin segera merebutnya. Terlupa dengan pencapaian yang sudah ada, meski pencapaian tidak sempurna, tidak sama dengan harapan, tidak berwarna secerah yang telah sirna tapi pasti pernah ada perjuangan didalamnya. 

Buatku, harapan seperti bagian dari tujuan hati. Hati, bukan hidup. Karena harapan kadang tak sama garis lurusnya dengan hidup yang sudah kujalani. Ya, harapan bisa membuat semangat tersendiri disisi hidup. Semangat yang mampu berdampingan, meski harapannya sendiri tak berdampingan.

Opiniku adalah cermin sebelum aku bertanya pada oranglain. Terang saja, pertanyaannya pasti tentang harapan. Keinginan, hasrat hati yang mungkin lama terkekang dalam keharusan saru. Kini seperti aku melihatnya terang, cerah didepan matanya. Entah apa dalam hatinya. 

Tapi aku rasa ia masih menyimpan kepingan harapan yang pernah patah karena kenyataan. Harapan memang tak selalu harus dicapai. Ketika satu waktu, bahkan satu menit saja bisa berjalan bersama harapan yang entah menjadi nyata atau tidak, kebahagiaannya pasti mengalahkan apapun. Ya, walau hanya satu menit. 

Aku seperti bukan harapan. Tepatnya bukan yang diharapkan. Kesempurnaan, keinginannya tak sama dengan jalannya diriku. Banyak sekali PR yang aku kerjakan yang masih saja belum menemui nilai cukup dibandingkan pelaku pematah harapan lamamu. 

Ya, tidak ada seujung kuku aku dibandingkan dengan ia. Beberap waktu lalu, beberapa hari aku merasa ketika kau bersamanya, kau nampak begitu bahagia. Binar matamu di bingkaian foto itu berbeda dengan biasanya. Ya, bertahun-tahun lamanya harapan itu ada dihatimu tentu terbalas saat bergenggam dengannya. 

Harapanmu terlalu usang, beku. Aku sulit membersihkan bahkan menghancurkannya. Ada kekuatan lain didalam sana yang terus ada. 

Aku tunggu disini, jika kau masih mau berjibaku dengan harapanmu, silakan. Suatu saat aku akan mendengar kabarmu. Jika kabar itu baik untukku, aku masih ada disini untukmu. Jika kabar itu buruk untukku, aku akan selalu mendoakanmu.


Bukan cuma kau yang pintar menyimpan bertahun-tahun harapan, rasa dan hati. Kau tidak pernah tau, aku juga mampu melakukannya untukmu.