mati senyumku diantara lemas raga. tiada membara aku bangkitkan asa.
hancur mimpi memperingatkan asa. aku yang lengah pada angan.
terbang jauh harga diri. disudut ruang tak terkasih.
aku si penyuka kelam. aku yang memilih gelap.
sebahagia mana yang bisa aku jadikan klise. pada ruam yang benar-benar bukan kamuflase.
terhimpit dalam lirih. bahkan bukan bahagia yang menilik.
waktu benar-benar kejutan. kemana dan sedalam mana aku seperti di hutan.
Tuhan tidak pernah ingkar. kemana bahagia maka berjuang diatas luka.
semoga aku tidak salah paham. atas semesta alam yang datang tanpa pesan.
panggilan yang tak tertulis asalnya. jawaban yang coba ku paksakan mengarah logika.
lantas aku datang. semoga saja bukan gerbang mengarah sengsara.