Senin, 26 November 2018

ketika mentari kembali
menyinari sudut bagian hati
yang pernah mati kesekian kali


lalu sinarnya mengunjungi
setiap celah yang pucat pasi
menjadikannya cerah lagi


bukan karena mencari
atau siapapun yang mendatangi hati
ini hanya sekadar bahagia kembali


setelah musim berganti
angin datang kembali
membawa kabar yang baik


teruntuk hati yang pernah sakit lalu mati
lalu hidup kembali
selamat datang mentari..


AKU MENYAMBUTMU DENGAN SENANG HATI

Rabu, 14 November 2018

sudah tahu tandanya ketika aku gelisah?
ya, setiap kali ada postingan pada blog ini
sudah tentu pemiliknya sedang dilanda tidak enak hati
sudah tentu pemiliknya sedang sendiri
tidak ada yang bisa menjadi tempat curahan hati
selain halaman kosong ini
yang lalu ku isi dengan satu persatu huruf dari papan keyboard

tak melulu hal yang berat pastinya
gelisah bukan hanya perkara patah hati
gelisah bukan hanya perkara aku susah hati
hanya saja sesal dan sesak yang tak bisa aku ungkapkan pada hari-hari
ingin marah tapi aku tak punya alasan
ingin menangis aku juga tak terlalu lemah
ingin teriak aku malas

berkali-kali hanya bisa menghembuskan nafas terengah
sembari bibir cemberut
alis merengut

oh, bahagia
datang saja sebentar
tidak usah lama-lama
paling tidak buat aku lupa
pada gelisah yang ada


benar,
jika jatuh cinta bukan hanya perkara angin semilir lewat celah jendela
yang bisa dicegah dengan menutupnya padahal kau sadar
angin tak lantas pergi
tapi datang bersandar pada dinding
membuat dingin didalamnya

benar,
aku tidak pernah bisa mencegah
kapan ia datang
dengan maksud apa ia berhembus
memberi sejuk pada panas
atau memberi tiupan pada api


kenapa aku harus terus duduk diterpa angin
harusnya aku pergi
singgah di tempat yang lain..



Selasa, 13 November 2018

si anak lemah,
maaf. maksudku perempuan lemah.
bukan anak-anak lagi kalau aku namanya.

perempuan keras kepala yang lemah pada rasa sayang
apalagi sudah kurasa peduli dengan segala setiap centi dalam hidupnya

sayang sekali,
aku jatuh lebih dulu sebelum aku mampu melihat ke dalam sana
ada apa dan bagaimana cara aku bisa merangsak masuk
jika baru datang saja aku sudah terjatuh, payah. 

ya, perempuan ini memang sudah mejadi langganan kesalahan
tidak sekali-dua kali
mungkin sudah delapan puluh persen cerita sesak dalam diarynya

menangis sudah bosan
tertawa juga sudah lelah
entah ekspresi mana lagi yang belum ku coba untuk menghadapi masalah hati

musim semi yang dulu itu sedang kemarau
semoga Tuhan masih mengizinkan ia kembali bersemi
tepat di tempat pernah aku dan dia salami
tidak banyak cinta yang tertolong masuk dalam bahagia
tidak juga banyak bahagia yang tertolong hanya karena mencinta
aku adalah pilihan yang tiada diantara keduanya
si pengasih yang hanya ingin melihat bahagia
bukan lantas terus harus merasa dicinta
bukan aku yang tak tertolong
tapi kisahku yang enggan meminta tolong
pada waktu maupun hati
juga situasi

aku yang memilih meracau
mengacau pada rasa yang sakau
yang kita buat berujung pada galau

ah, aku lemah pada rasa mencintai
pun aku lemah pada menyerah

jangan salahkan alasan mengapa aku bertahan
jika hanya untuk kau berkilah saat engkau kelelahan




Ada rasa sedih yang tertahan dari dalam hati yang bertahan
Atas kasih yang ku biarkan datang mengalir deras pada raga yang tak mampu ku rias
Ada harap diantara rasa sesal yang kemudian datang 
Masih mengasihi sayang yang baru saja ku lantangkan keras

Lalu hadir gelisah diantara tidak percaya
Atas waktu yang pernah ku rasa bahagia

Mengapa hati mudah tersinggung
Bahkan pada hal yang harusnya bukan jadi alasan termenung

Lantas mengapa aku harus resah
Atas hati yang sudah dipasrahkan terludah

Ia dekat dengan jangkauan pelukan
Tapi mudah juga pergi tak berbekas

kamu, musim semi di alun-alun bekasi.

Senin, 05 November 2018

aku si bodoh yang tak kunjung jera

sudah berlari jauh, melupakan lelah

tapi nyatanya aku bersandar pada tembok yang lemah

lalu air mengantre dibalik mata

siap-siap terjun bebas pada dinding wajah

selamat datang LUKA


Aku yang tidak teguh pada prinsipku sendiri
Melarang hati mencintai
Nyatanya rasa tidak pernah bisa ditawar
Untuk tinggal diam

Lalu aku sendiri yang terpanah
Dalam kisah yang tak mungkin menyisakan indah