Selasa, 13 November 2018

si anak lemah,
maaf. maksudku perempuan lemah.
bukan anak-anak lagi kalau aku namanya.

perempuan keras kepala yang lemah pada rasa sayang
apalagi sudah kurasa peduli dengan segala setiap centi dalam hidupnya

sayang sekali,
aku jatuh lebih dulu sebelum aku mampu melihat ke dalam sana
ada apa dan bagaimana cara aku bisa merangsak masuk
jika baru datang saja aku sudah terjatuh, payah. 

ya, perempuan ini memang sudah mejadi langganan kesalahan
tidak sekali-dua kali
mungkin sudah delapan puluh persen cerita sesak dalam diarynya

menangis sudah bosan
tertawa juga sudah lelah
entah ekspresi mana lagi yang belum ku coba untuk menghadapi masalah hati

musim semi yang dulu itu sedang kemarau
semoga Tuhan masih mengizinkan ia kembali bersemi
tepat di tempat pernah aku dan dia salami

Tidak ada komentar:

Posting Komentar