aku pamit
dari menyapamu
kembali
ke ruang sepiku
bersama mentari
kuhadapi sendu
catat.
hari dimana pilu mengetuk pintu
lalu aku
tak membukakan
namun rupanya ia menjadi udara
merangsak masuk lewat celah celah jendela
membuat aku menghirupnya
ku hempas
hirup kembali
sampai sesak aku
mataku kelu
bergelimang dalam satu ruang semu
penuh nada-nada minor sendu
ku hentak
ia enggan pergi
bahkan semakin menjadi
hingga aku hanya bisa menangisi
bait demi bait ku tulis
menjadi pengganti percakapan malam ini
dan malam kemarin
sampai esok hari datang lagi
mungkin sampai ku lupa
mengapa aku berkelahi
dengan ego dan hati
ku menangkan kuasa diri
tanpa berfikir
mengapa kau datang lantas pergi
tanpa seucap kata pamit yang manis
kini aku menduduki panggilan pergi yang Tuhan dan kau berikan
bisa jadi ini adalah jalan kebaikan dimana aku harus tetap bersyukur walaupun kehilangan
atau bisa jadi ini adalah waktu yang berjalan maju lebih cepat dari yang belum aku bayangkan
semua akan menjadi baik ketika aku tidak tumbuh menjadi pribadi yang menganggap hutan adalah istana boneka
semua akan kembali ketika aku mampu bergerak, maju dan terus berjalan bersama dengan aku yang seharusnya paham apa yang selama ini kalian bicarakan
semua akan menjadi baik dan seharusnya ketika aku pulang kearah Tuhan berada
aku berkilah, mencari jalan dari kekeliruan arahku hingga aku berputar tiada jua bertemu dimana jalan keluar
aku berkilah, aku yang berenang, mendaki, berlari pada kebenaran dikepala
padahal itu tidak tentu berujung pada muara
tidak semua hal yang kau anggap baik
adalah kebaikan untuk orang lain
tidak semua hal yang kau anggap mudah
adalah mudah pula untuk mereka
tidak semua hal yang kau pilih
menjadi pilihan mereka
dan tidak selamanya hidupmu semudah apa yang mereka fikir
mereka terka
mereka lihat
karena kau menggunakan kakimu
sementara mereka hanya menggunakan mata
bahkan yang terdekat darimu
seakan mereka tidak pernah mau ikut berjalan berbagi langkah denganmu
karena itulah
aku pesimis
terhadap apa apa yang mereka cita kan
aku pesimis
pada kemampuanku menggapai cita nya
aku pesimis
terhadap mereka kepadaku