Ia seperti bisu namun menggebu
Biar ku sapu, ia tetap abu dan debu
Ia datang bersama udara
Berleha-leha mengudara
Ia merasuk kesetiap hela nafas
Mengusirnya pun sulit
Ia selalu berkelit
Lewat celah sempit
Selalu ada, datang
Bak begadang
Tak kenal terang
Selalu gerang
Aku bukan perempuan
Yang pandai menuai
Bibit indah senyuman
Biar waktu mempertemukanmu
Kau dengan wanitamu
Yang mampu
Dengan sempurna mendampingimu
Mungkin aku
Tapi pastinya tak bersama egoku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar