Aku mencoba berjuang melawan lelah. Melawan asa. Siapa yang peduli tentang perjuanganku?
Jangan bicara perjuangan karena kau lebih sakit berjuang ketimbang aku.
Hasilnya carut marut antah berantah. Entah siapa yang benar dan salah. Semua semu. Kelu.
Jangan bicara penghargaan ketika aku tidak menghargai.
Ya, aku. Sang keegoisan.
Aku hanya ingin apapun yang terbaik untukmu. Tapi yang kufikirkan baik itu tidaklah baik bagimu. Siapa peduli?
Banyak. Onggokan mulut bicara diluar sana. Menelan bulat bulat tentang kebenaran mereka.
Aku memang berbeda. Otak ini punya pemikiran melenceng. Tentang apapun. Karena aku tidak suka berfikir sama.
Masa bodoh dengan hatiku sekarang. Masa bodoh dengan kebenaran yang aku fikirkan.
Coba saja aku ikuti kebenaran kebanyakan. Biarkan hasilnya terkuak. Pentingkah aku untuk dirasakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar