Kamu tau, kenapa aku seperti tertahan ketika berkata?
Kamu tau, kenapa aku gugup setiap kali aku bicara?
Kamu tau, kenapa aku terhentak lalu terdiam?
Bukan salahmu yang berubah
Tapi keadaan kecerobohan egoku yang tak tepat letaknya
Aku tau, masih ada sisa amarah dihatimu
Aku tau, ketika pegal kau menahan kemauanku
Maafkan untuk waktu yang terlalu lama ku butuhkan
Maafkan untuk nihil yang ku hasilkan
Aku hanyalah aku
Kepingan sisa kesalahan dari masalalu
Aku hanyalah aku
Rentetan watak buruk yang terbelenggu
Jangan diamkan dirimu ketika aku bersalah
Tapi jangan juga kau berubah ketika kau memaafkan
Aku butuh kau seperti sediakalanya dirimu ketika aku jatuh
hati
Karena ketika itu, aku nyaman untuk kembali bersandar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar