Senin, 25 April 2016

T E N A N G


serangkai duka berwajah asa. nampak dikaca jendela sebelah kanan. jika petir menyambar, kilatnya lebih dulu nampak disana. ruang dibalik pintu yang tertutup. bila menyelinap mata kedalamnya, nampak kursi sofa menghadap pintu lainnya. kau bisa duduk singgah atau abaikan. pintu lainnya yang tak bisa diketuk namun kau bisa memaksa mendobrak dindingnya. banyak lukisan indah bertopengkan luka. indah dengan warna tapi dijejali seikat murka. berjalanlah tenang terus menuju pintu belakang. menghadap halaman luas. dengan hamparan udara yang leluasa bernafas. jejali sesekali hidung dengan aroma bekas hujan dan daun yang kering. suapi sesekali dengan ucap yang manis. tentang bagaimana reaksi kaca menampakkan kilat cahaya. tentang bagaimana ruang hampa dengan rahasia. tentang bagaimana indah dibelakangnya. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar