Bukan salah ia bila ia tak lagi kembali ke padamu
Bukan salah ia ketika ia tak lagi mengetuk pintu rumahmu setiap pagi
Lantaran kau sendiri yang tidak menghuni rumahmu
Lantaran kau juga yang hanya datang untuk berkunjung
Bukan untuk tinggal
Aku juga bukan memaksa ia untuk tidak kembali pulang
Aku memang memiliki rumah yang sama sepertimu, tapi ia juga tidak pulang kerumahku
Seandainya kau mau untuk berfikir.. Selama ini ia tidak pernah pulang kemanapun. Ia masih berada dijalanan sana, tidak dekat rumahmu juga aku. Bahkan kau tahu? Ia masih tak tahu kemana ia harus pulang. Dirumahmu kadang kosong, tak berpenghuni. Sedang dirumahku, ia masih ragu.
Jangan pernah salahkan ia ketika ia tidak lagi ada didepan pintu rumahmu ketika kau membukanya
Jangan salahkan ia ketika ia tidak lagi membuka jendela rumahmu ketika matahari bersinar
Benar ia bersamaku. Tapi ia juga belum menjadikanku tempat tinggalnya. Ia masih bersamamu.
Maaf, mungkin bersama dirimu yang berbeda. Bersama angan-angannya tentang rumahmu yang berbeda.
Aku tidak bermaksud mengambilnya untuk pulang bersamaku. Aku tidak berniat jahat memaksa ia memutar jalannya kearahku dan melupakan tempatnya bersamamu. Aku hanya bersedia ada, ketika ia membuka mata, ketika ia lelah dan mungkin ketika hujan..
Tanyakanlah pada dirimu, mengapa ia tak lagi kembali?
Tanyakanlah pada dirimu mengapa ia tak lagi pulang?
Aku bukan jawaban untuk kalian
Aku bukan hal yang perlu kau risaukan
Bahkan belum tentu aku yang membahagiakannya
Untukmu, sang pemilik Rumah itu. Jadikanlah rumahmu itu sebagai tempat tinggalmu. Jika kau saja tidak tinggal disana, bagaimana ia akan pulang?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar