hai.. selamat siang untukmu. yang seringkali berkata sayang. yang sering kali bahagiakanku.
tahukah kau? aku beradaptasi terlalu bahagia dengan yang kau lakukan.
belum banyak perjuanganmu. tapi sekecil apapun itu usahamu, aku bahagia.
kau mulai mengguratkan senyum itu lagi dipipiku.
ya, kamu. kamu membuatku ingin jatuh cinta. tapi aku belum terlalu berani melakukannya.
seringkali aku rindu dipelukmu. tapi ketika itu aku selalu berfikir, selalu menahan hati untuk belum jatuh cinta sekarang.
aku sama seperti dia. sang korban jatuh cinta tanpa batasan. jika sudah mencintai, aku akan benar larut didalamnya.
tapi banyak hal darimu yang seakan membuka pintu yang baru dalam fikiranku. ucapan-ucapanmu tentang bagaimana kau mencintai wanitamu. tentang bagaimana cintamu bergerak dari angka sepuluh menuju titik nol. ah, aku mengagumi cara berfikirmu. memang seringkali kadang fikirku bertolak. tapi setiap kali kau selalu membuatku bisa memutar otak dua kali untuk mengiyakan segala pola fikirmu.
aku sayang.. dan aku menyayangkan keadaan yang tidak mendukung. kadang aku ingin sekali tertawa. ini kadang lucu. tapi lucu yang kadang membuatku tersedak..
terimakasih untuk sekian bahagia yang seringkali kau beri. terimakasih untuk pelukan yang erat. terimakasih untuk dekapan yang menenangkan. terimakasih untuk cemburu. dan terimakasih telah menyayangiku.
aku tidak menjanjikan bertahan. karena aku juga tidak ingin memaksamu berjanji.
yang jelas.. saat ini.. kamulah celah kebahagiaanku. aku sayang.. tapi aku membatasinya. aku berharap tidak melanggar batas yang kubuat olehku sendiri..
mas, terimakasih untuk bahagianya..
jangan dulu pergi..
aku masih ingin didekapmu..
berkali-kali lagi..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar