sudah.. aku sudah benar masuk kedalamnya. mencari tahu keberadaannya, dimana dan seberapa dalam. sudah.. aku sudah melihatnya disebelah sana dengan harapan juga besar yang ia genggam..
aku telusuri semakin dalam tentang keberadaannya. tidak hanya dari satu sisi, bahkan juga dari dua sisi lain tanpa orang tahu. untuk apa? untukku tahu seberapa jauh bila ku tersesat nanti.
aku mencari tahu, bahkan terus menerus. ya, kebiasaanku memang. menjadi 'jago' dibidang ketidakpentingan ini.
entah sebenarnya ia siapa, aku tak pernah benar mengetahuinya. dari setiap kata yang ku baca, rasanya ia hampir sepertiku. perempuan yang habis kecewa. padahal harusnya ia tidak.
kata per kata bahkan aku rasa persis sama dengan isi kekecewaanku. tentang cinta yang lama lantas sirna.
aku tak tahu apakah itu hanya sekadar cerita atau angan-angan kesakitannya. tapi membacanya lantas membuatku merasa bersalah. aku menjadikan mungkin diriku atau ia yang nantinya juga akan kecewa.
ah, sungguh. perasaanku semakin tidak menentu. tak tahu kemana arah aku mencari keyakinan dan kepastian. sementara tiada jalan terbuka untuk itu. aku hanya mampu bersembunyi, dari balik jalan besar yang ada. aku hanya mampu melintas, itupun sendiri dan ketika tiada orang berlalu-lalang.
entah kemana dan apa. aku ingin bahagia.. tapi rasanya aku terlalu terbawa perasaan yang lain. yang biasa disebut 'sayang'. kata itu rasanya datang tidak di papasan yang tepat. bukan dijalan yang sama, tapi ia ada di persimpangan. yang belum ku tahui kemana arah tujuannya.
sekian kali ku katakan, 'aku hanya ingin bahagia'. tapi bayang-bayang kehilangan juga terus ada.. lantas apa? lantas bagaimana?
aku bertanya untuk tidak ada yang menjawab. meski bisa, bukan perkara mudah. entah belum, atau memang tidak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar