Rabu, 27 April 2016

A K A L


"jangan jadi keparat yang nampar keparat dengan cara keparat!"
- A. I -


sekelumit kata-kata yang rumit.. 
kata-kata dari seorang sahabat sekaligus penasihat cinta pribadi
yang tak pernah lelah mengingatkan serta memberi pundak dikala datang tangis

sahabat yang sedih ketika aku disakiti
dan ikut happy ketika aku happy,
katanya
dan dari sekian tahun bersamanya, aku percaya.

awalnya aku berfikir puluhan kali
tentang materi yang akan aku pilih untuk aku jalani
dari sudut malaikat hingga iblis
dari sisi kanan dan kiri

tadinya aku memutuskan bermain siapa yang bertahan
dengan harapan kau yang kalah dan tak mampu bertahan
tadinya aku berharap kau mundur dengan sendirinya
dan aku tinggal menunggu saat itu tiba

tapi entah mengapa caraku tidak disetujui penasihat cinta pribadiku itu..

ratusan percakapan kami semalam, aku dan sang penasihat cinta
ia tidak memberi saran untuk sudahi atau bertahan
ia membeberkan segala resiko, segala kesakitan yang akan ada
jika keputusan gila ini aku lakukan

dia tidak terima begitu saja ketika aku bertahan
lantas lagi lagi menangis dipundaknya
dia juga tidak terima begitu saja dengan hasil dari strategi akal jahat
yang akan aku terapkan padamu, sayang

banyak sekali perdebatan
hingga kata-kata menusuk rongga hati saling dilontarkan
ketika rasa sayang menjadi alasan
entah untuk sebuah kemenangan atau kekalahan telak

ia, sang penasihat cinta
yang aku percaya jauh lebih dewasa
ia membuka banyak sisi yang tak pernah ku lihat
tentang hal yang persis sama yang ada didepan mata
ia juga menyadarkan aku bukan cuma punya hati, ada akal
"gunakan akal setelah kau lelah dengan kata hati.."


rencanaku diawal adalah..
bertahan dengan semua kelakuanmu
entah itu menyakitkan atau memberi tangisan
biar aku bertahan
hingga mungkin satu tahun kedepan
dan berharap kau yang tak mampu bertahan 
dengan aku yang merelakan
kau dengan segala kesenangan
aku akan menyayangimu dengan cara yang berbeda
mungkin tidak bisa membuat kau bahagia
lantas kau pergi meninggalkan
untukku, jauh lebih ringan ketika kau yang meninggalkan
ketimbang aku yang harus terpaksa pergi dari rasa sayang

lantas, penasihat pribadiku berkata :
"apa pernah dia (kau) tidak bertahan? apa pernah ia (kau) pergi walaupun sekian hal buruk pernah dilakukan seseorang padanya? tidak. dia bertahan.."

dar! seperti aku menulis sekian rencana dengan lipstik diatas cermin
lantas cermin itu dihancurkan, remuk menjadi beling

ya, aku lupa
kau juga sang bertahan. sama denganku. 
seratus persen salah jika aku jalani rencana ku membuat kau menyerah
kau tidak akan melakukannya..




Tidak ada komentar:

Posting Komentar