Ketika fikiran ini cemas, ia pun ikut gundah, resah.. Ia Sang Hati.
Ingin menata mati janji-janji yang belum pasti. Ingin meyakini hati yang termiliki. Namun gundah selalu menghampiri. Diantara hari demi hari.
Berusaha sekuat hati mengikat diri dari segala iri yang mengiris. Mengajarkan ia, Sang Hati untuk tetap berdiri. Melawan pahit disini. Berteman sepi.
Setiap hari ku bujuk ia Sang Hati untuk mengubah sepi mengingat janji tak kan pernah pergi sebelum mati semua rasa di hati. Bukan cuma janji tapi persetujuan tak ingkar hati. Menanti detik menjadi hari. Menanti datangnya takdir yang pasti. Didepan diri didepan hati.
Sampai sedemikian hari. Masih kutuntun doa mengalir pada hati yang satu lagi. Yang ada diantara hati yang kumiliki.
Wahai Sang Hati, bertahanlah hingga kau miliki pasangan hati hingga takdir menyetujui. Berdiri, jangan pernah bungkam dimakan iri. Yakini memang pantas memiliki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar