Rasanya mencekik dalam hati. Tampak merah seperti amarah. Dia pilu lama-lama layu. Dia tersentak bak hati membentak. Seakan terkupas mengelupas hampir tuntas. Persis seperti diri yang belum dihargai. Ia menuntut menggelut. Bukan meminta tapi menyita. Kepercayaannya memudar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar