Sabtu, 09 Agustus 2014

Sudah!

Aku malas bermain dengan hati. Baru saja pasti nyatanya mau pergi. Hati ku malah sungkan ingin marah. Padahal nyatanya aku marah. Aku sudah malas mengajak hati ikut jatuh dalam pilihanku. Aku sudah malas menata hati yang terurai mengacak. Capek. Tiap kali berantakan, di tata tapi ga ada juga yang menghargai. Maunya sudah dengan satu hati. Yang mantap bermasadepan berdiri. Tak usah lagi menukar hati. Ini saja sudah lebih. Sudah seperti banyak awan, indah. Kesabaran lama-lama sudah menjadi 'nasi'. Enak dan biasa dimakan. Tak usah lagi bicara soal kesabaran. Pribadiku sudah tidak mengacu pada keegoisan. Sudahlah. Yang aku butuh hanya keseriusan, hargai hati yang ini. Yang sudah lama bercengkrama dengan hatimu. Yang sudah lama berlari bersama, berkeringat bahkan terjungkal bersama. Apalagi memang yang kau butuhkan? Cantik rupa? Rambut indah? Aku juga punya, dibalik kerudungku! Sudah kesal terus marah. Lapar jadinya. Jangan sampai kumakan lagi api cemburu yang lantas membuatku berenergi untuk marah. Memangnya kamu gak bosan aku kirimi pesan ribuan huruf? Lagian. Sudah tua. Bukan abege lagi. Fokus saja pada masadepanmu, tak usah banyak ikuti tikungan berliku. Toh kasih sayangku jauh lebih besar dari amarahku. Doaku masih terus ada untukmu. Kuatkan!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar