Selasa, 22 Juli 2014

Rindu, Mengubah Satu Menjadi Ribu

Rindu dipicu karena adanya rasa yang berlabuh dalam kalbu, ia tak pernah jemu malah terus menggebu mengubah satu menjadi ribu, berlari terpacu menuju kelu ia terus membeku kaku terpaku bisu dalam kalbu. Ia sungguh batu tak mau tahu berapa kalbu yang teradu, betapa pilu yang mengaduh, betapa gaduh yang termadu. Rindu tersandung jatuh pada satu labuh yang tabu, belum tentu mau bersama berpacu dalam satu jalur rindu, hanya menjadi palu yang memukul tulang rusukmu. Rinduku lumpuh pada malu mengejar restu pada satu kalbu yang gagu. Ia terus diam membisu tak pernah mau sedikit saja beradu menyentuh keluh yang terujar pilu. Sudah. Kini biar rindu menjadi beku. Rindu yang semula sejuk menjadi remuk. Satu bentuk menjadi rapuh. Mengubah kembali satu menjadi ribu. Biar ku usung semua rindu, kembali pada kalbu yang berlabuh satu, tetap pada diriku. Biar kami bersama bisu, tanpa siapapun harus tahu. Bahkan tak perlu siapapun mau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar