Paksa aku menjalani hidup yang ku rasa tak indah lagi. Hariku hanya pilu membiru merobek lembutnya batin yang kian tersiksa dengan adanya sekian keteraturan yang tak lagi ku mengerti disaat ku dewasa ini. Hidupku bukan lagi seorang balita yang harus tertatah tiap kali ia berjalan, yang harus terlihat kemana setiap ia melangkah. Aku sudah dewasa, aku bisa berjalan sendiri tanpa kau menatahnya, aku bisa pergi tanpa kau harus mengkhawatirkannya. Hidupku bukan lagi seekor ikan di akuarium yang harus kau cekal kehidupannya. Aku ingin kedewasaanku membawa aku pada sesungguhnya diriku yang selama ini sudah ku turuti semua yang kalian mau.
Sesungguhnya aku bukanlah aku yang berjalan hari ini. Sesungguhnya aku adalah aku yang ingin terduduk ketika aku lelah. Aku ingin bersandar ketika aku letih berjalan. Hidupku bukan hanya berlari menyusuri jalan yang kalian terangi. Tapi aku miliki cahayaku sendiri yang ku yakini itu yang akan menghebatkan ku saat waktunya nanti.
Seperti mendaki, ada kalanya aku harus berjuang terpuruk untuk bisa ku gapai puncaknya. Hidupku bukan hanya jalanan lurus tanpa halangan apapun. Aku ingin miliki puncak kehebatanku sendiri. Hingga saatnya nanti aku bangga memiliki bagian klimaks dari setiap jengkal lantahnya perjuangan sakit piluku.
Karena aku percaya, setiap perjuangan yang ku lewati dengan doa, hati dan keinginanku akan berbuah keindahan pada saatnya nanti. Tak ada yang bisa mengerti kapan tiba saat itu, mungkin lama.. dan yang hanya ku ingin kalian pahami betapa aku memperjuangkan kehidupanku diluar keinginan kalian.
Tapi kini kalian seperti memaksaku hidup dalam kelayakan bukan hidupku..
Aku tersiksa pilu luka yang terus membiru..
Mengertilah, ketika aku lelah aku butuh bersandar..
Ketika aku jenuh dengan keinginan kalian, aku butuh menata keinginanku..
Ketika aku jenuh dengan keinginan kalian, aku butuh menata keinginanku..
Jangan lagi paksaku hidup dalam ruang yang tak lagi cukup dengan kedewasaanku..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar