Rabu, 30 Desember 2015

Mengapa Bukan Ragu?

terlalu banyak judul ku namai rindu. hingga kata lain mengaduh..



mengapa aku tidak ikut menjadi bagian dari syahdu?
yang kau terus rasa dalam hatimu
yang kau tuangkan indah dalam lagu
mengapa hanya selalu rindu
yang setiap waktu 
ada dalam laju fikirmu
padahal kata lain banyak yang berlalu
lewat didepan matamu
mengapa bukan aku?
si ragu yang kadang mengganggu
si ragu yang kadang memebelenggu



Ragu kini tak sekuat itu
Kini ragu hanya bak abu
Biar saja sudah ku sapu

Maafkan aku wahai ragu
Kini rindu menang telak melawanmu..



Tidak ada komentar:

Posting Komentar