Senin, 09 Maret 2015

Ainun Untuk Habibie

Dulu aku ada
Setiap kali kau membuka mata
Kala setiap kata
Bosan kau dengar

Segala tentang waktu kau bekerja
Segala tentang tenaga yang kau keluarkan
Aku akan selalu melihat
Bersama merasa
Bahkan antisipasi sebelum kau lelah
Sebelum kau penat
Aku akan ada tepat di kalanya
Membawa segelas penawar dahaga
Membawa penawar lapar
Menyeka setiap keringat
Dari tubuhmu yang tak pernah lelah

Aku mencintai dari segala curahan doa
Setiap kau beranjak jauh dari pandangan
Kala kau berkata untuk cinta
Kala kau berkata untuk sebuah kebanggaan bangsa
Setiap gerak kecilmu untuk sebuah perubahan
Dalam hidup masa depan kita bersama, milik kita

Bahkan aku pun bukan separuh dari pentingnya kau
Kau bisa membuat aku berkonsentrasi lebih dari maksimal kerja fikirku
Bahkan hidupmu adalah bagian dari aku
Tanpamu aku tak hidup
Untuk hidupmu aku berani mati
Untuk hidupmu aku bisa bicara lebih dari seribu kali sehari
Berfikir tentang jantungmu, nadimu, celah kesehatanmu
Aku berani bertaruh mengacuhkan hidupku sendiri
Mengacuhkan titik yang kurasa sakit 
Menjadi tawa, tenaga menemani disebelah lelah dan senangmu
Agar kau tetap terjaga di dunia ditemani Tuhan
Agar aku tetap menjadi jodohmu
Didalam hati..

Walaupun sekarang aku telah berani beristirahat dalam pelukan Illahi..




" Saya berkeyakinan bahwa Ainun itu tidak dipisahkan, dia hanya pada dimensi yang lain dan keadaan yang lain tapi dia berada dengan saya di hati saya.. "

- Habibie-



Aku pun berada dipangkuan Illahi masih dengan hatimu
Aku berada di dimensi lain pun tepat tetap disebelahmu
Hanya kau tak dapat menyentuhku
Tak dapat lagi mendengar seribu ocehku
Kita masih menjadi cinta
Yang selamanya ada dalam duniamu dan duniaku..



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar